Konten dari Pengguna

10 Pembatal Syahadat yang Harus Diketahui Umat Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi 10 pembatal syahadat, foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi 10 pembatal syahadat, foto: Pixabay

Umat Islam harus mengetahui 10 pembatal syahadat. Hal ini bertujuan agar seorang Muslim dapat berhati-hati dan menghindarinya.

Mengutip buku Panduan Muslim Sehari-hari karya M. Hamdan Rasyid, membaca dua kalimat syahadat adalah kewajiban pertama yang harus dilakukan oleh seorang Muslim. Syahadat sendiri memiliki pengertian sebagai ikrar atau kesaksian.

Berikut bunyi bacaan syahadat:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah."

Dalam Islam, bacaan syahadat seseorang dapat dinyatakan batal apabila mereka melakukan salah satu atau keseluruhan dari 10 perkara pembatal syahadat. Apa saja 10 perkara tersebut?

10 Pembatal Syahadat

Ilustrasi 10 pembatal syahadat, foto: Pixabay

Mengutip buku Surga Mau Dong karya Abu Syahidah, 10 pembatal syahadat adalah kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan seseorang dinyatakan keluar dari Islam. Adapun rincian dari 10 perkara pembatal syahadat tersebut antara lain:

1. Syirik

Syirik adalah kegiatan menyekutukan Allah. Perbuatan ini merupakan salah satu dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah.

Allah berfirman:

"Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan Allah dengan sesuatu), dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sungguh, dia telah tersesat jauh sekali." (Qs. An-Nisa: 116)

Secara garis besar syirik terbagi menjadi empat, yakni:

  1. Syirik dalam berdoa atau meminta kepada selain Allah

  2. Syirik dalam niat atau tujuan

  3. Syirik dalam ketaatan

  4. Syirik dalam mahabbah atau kecintaan

2. Menjadikan Sesuatu sebagai Perantara untuk Berdoa

Seorang Muslim tidak diperkenankan untuk menjadikan apapun sebagai perantara ia dalam berdoa, seperti meminta sesuatu melalui kuburan. Rasulullah SAW bersabda:

"Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburanku berhala yang disembah. Allah sangat murka kepada kaum yang menjadikan kuburan para nabi mereka masjid." (Hadits Riwayat Imam Malik)

3. Membenarkan Paham Orang-orang Musyrik

Allah berfirman:

"Sungguh, telah kafir orang yang berkata, 'Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam'. Katakanlah (Muhammad), 'Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah, jika Dia hendak membinasakan Al-Masih putra Maryam beserta ibunya dan seluruh (manusia) yang berada di bumi?' dan milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya. Dia menciptakan apa yang Dia Kehendaki. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (Qs. Al-Maidah: 17)

Seorang Muslim dilarang membenarkan aqidah atau paham dari orang-orang musyrik. Karena, hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Alquran. Apabila hal itu dilakukan, maka keislamannya dinilai batal.

4. Mengabaikan Hukum Allah

Umat Islam harus menjadikan hukum Allah sebagai acuan hidup. Orang yang tidak rela bersandar pada hukum Allah dikategorikan sebagai kafir. Sebagaimana yang Allah sampaikan dalam surat Al-Baqarah ayat 44 yang artinya:

"...Barangsiapa tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang kafir." (Qs. Al-Baqarah: 44)

5. Membenci Ajaran yang Dibawa oleh Nabi

Orang yang membenci ajaran Nabi, maka mereka telah membenci Allah. Kedua perkara tersebut telah bertolak belakang dengan makna dua kalimat syahadat. Oleh karena itu, membenci ajaran yang dibawa oleh Rasul dapat membatalkan keislaman seseorang.

Ilustrasi 10 pembatalan syahadat, foto: Pixabay

6. Mengolok-olok Seluruh atau Sebagian dari Ajaran Islam

Allah berfirman:

"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, niscaya mereka akan menjawab, 'Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja'. Katakanlah, 'Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?' Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa." (QS. At-Taubah: 65-66)

Seorang Muslim dilarang untuk mengolok-olok agamanya sendiri. Misalnya mengatakan bahwa perempuan yang menutup aurat tidak modern, hal ini jelas bertentangan dengan aturan Allah.

7. Mempelajari atau Mengamalkan Ilmu Sihir

Umat Islam dilarang untuk mempelajari atau mengamalkan ilmu sihir dalam bentuk apapun. Hal ini disampaikan oleh Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 102 yang artinya:

"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: 'Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir'..." (Qs. Al-Baqarah 102)

8. Mendahulukan Orang Kafir daripada Orang Muslim

Seorang Muslim dilarang untuk mendahulukan orang musyrik dan dilarang untuk memberikan kepercayaan penuh kepada mereka. Orang musyrik yang dimaksud adalah orang-orang yang memerangi Islam.

Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuhKu dan musuhmu menjadi teman-teman setia.” (QS. Al Mumtahanah : 1)

9. Membenarkan Perbuatan Orang yang Keluar dari Islam

Umat Islam dilarang untuk membenarkan agama lain selain Islam. Sehingga, saat ada orang yang keluar dari agama Islam, perbuatan tersebut tidak boleh dibenarkan.

Perbuatan ini juga mencakup pada tindakan orang-orang yang melanggar syariat. Karena pada surat Al-An'am ayat 153, Allah melarang umat Islam untuk mengikuti dan membenarkan perbuatan yang dilarang dalam agama.

Allah berfirman:

"Dan sungguh, inilah jalanKu yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-An'am: 153)

10. Berpaling dari Tali Agama Allah

Perbuatan yang dapat membatalkan syahadat adalah berpaling dari tali agama Allah. Orang yang tidak lagi mengikuti aturan Allah dan melaksanakan kewajibannya, maka ia dinyatakan keluar dari keimanannya.

Allah berfirman:

"Katakanlah (Muhammad), 'taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir'." (Qs. Al-Imran: 32)

(PHR)

Frequently Asked Question Section

Berapa jumlah perkara yang dapat membatalkan syahadat?
chevron-down

Perkara yang dapat membatalkan syahadat terdiri dari 10 tindakan.

Apa pengertian dari syahadat?
chevron-down

Syahadat adalah kewajiban pertama yang harus dilakukan oleh seorang Muslim. Syahadat sendiri memiliki pengertian sebagai ikrar atau kesaksian.

Apakah syahadat seseorang bisa batal?
chevron-down

Dalam Islam, bacaan syahadat seseorang dapat dinyatakan batal apabila mereka melakukan salah satu atau keseluruhan dari 10 perkara pembatal syahadat.