10 Perkara Pembatal Keislaman Seseorang yang Wajib Dihindari Setiap Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengetahuan tentang pembatal keislaman menjadi perkara yang penting untuk dibahas. Ini dilakukan supaya umat Muslim lebih memahami dan mewaspadai segala hal yang bisa membatalkan keislaman mereka.
Menurut Syekh Dr. Shalih bin Fauzan dalam buku Pembatal Keislaman, seorang Muslim yang keluar dari Islam disebut sebagai murtad. Istilah ini berasal dari kata 'irtadda' yang berarti kembali (pada kejahiliyahan). Dalam Surat Al-Maidah ayat 21, Allah Swt berfirman:
يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِيْ كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ
"Wahai kaumku! Masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu berbalik ke belakang (karena takut kepada musuh), nanti kamu menjadi orang yang rugi."
Menurut para ulama, pembatal keislaman terdiri dari 10 perkara. Apa saja? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.
10 Perkara Pembatal Keislaman Seseorang
Dijelaskan dalam buku Memurnikan Laa Ilahailallah karya Muhammad Saiq, dkk., ada 10 perkara yang bisa membatalkan keislaman seseorang, yaitu:
1. Syirik dalam beribadah kepada Allah Swt
Syirik adalah perbuatan tercela yang dilakukan seseorang dengan menyekutukan Allah Swt. Ia menyembah, berdoa, dan beribadah kepada selain Allah. Dalam surat An-nisa ayat 116, Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang menyekutukan Dia dengan sesuatu, dan mengampuni dosa-dosa lainnya bagi yang Dia kehendaki."
2. Menjadikan suatu benda sebagai perantara antara dia dan Rabbnya
Meski tidak menyembah langsung, menjadikan suatu benda sebagai perantara antara dia dengan Rabbnya juga termasuk perbuatan syirik. Jika ini diteruskan bisa saja membatalkan keislaman seseorang.
3. Tidak mengkafirkan orang musyrik dan membenarkan madzhab mereka
Yang demikian jelas dihukumi kekufuran. Karena, sesuatu yang bathil (salah) dalam perkara agama harus diluruskan. Umat Muslim tidak diperkenankan untuk membiarkannya atau justru membenarkan madzhab mereka.
4. Lebih mengutamakan hukum thogut
Seseorang yang lebih mempercayai hukum thogut dibandingkan hukum Allah dan rasul-Nya bisa dianggap membatalkan keislamannya. Sebab, sikap tersebut menunjukkan lemahnya iman seseorang. Ia tidak mempercayai Tuhannya dan utusan yang dikirim kepada umat manusia.
5. Tidak menyukai dan membenci sunnah Rasulullah SAW
Perkara satu ini termasuk kafir secara ijma'. Dalam surat Muhammad ayat 28, Allah Swt berfirman:
"Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya; sebab itulah Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka."
6. Mengejek atau memperolokkan agama Islam
Pembahasan dalam perkara ini sangat luas. Bisa mencakup ketentuan pahala dan dosa ataupun tentang ketentuan hukumnya. Allah Swt berfirman:
"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan men- jawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah, "Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" "Tidak usah kamu minta maaf, karena kafir sesudah beriman " (At Taubah: 65-66)
7. Mempelajari, terpikat, dan mengamalkan ilmu sihir
Allah Swt berfirman:
"Sedang kedua malaikat itu tidak mengajarkan (suatu sihir) kepada seorang pun sebelum mengatakan, "Sesungguhnya kami hanya cobaan (fitnah) bagimu, sebab itu janganlah kamu kafir." (AI Baqarah: 102)
8. Membantu orang musyrik memusuhi orang Islam
Allah Swt berfirman:
"Dan barang siapa di antara kamu mengambil mereka (Yahudi dan Nasrani) menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk ke dalam golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim." (AI Maidah: 51)
9. Tidak mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW
Allah Swt berfirman:
"Barang siapa menghendaki selain Islam sebagai agama, maka tak akan diterima agama itu daripada-Nya, dan ia di akhirat tergolong orang-orang yang merugi." (Ali Imran: 85)
10. Berpaling dari agama Islam
Orang seperti ini tidak mau mempelajari dan melaksanakan ajaran kitabullah dan sunnah rasul-Nya. Allah Swt berfirman:
"Tiada yang lebih zalim daripada orang yang telah menda- patkan peringatan melalui ayat-ayat Robbnya, kemudian ia berpaling daripadanya. Sesungguhnya Kami akan menimpakan pembalasan kepada orang-orang yang berdosa.”
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Mengapa perkara pembatal keislaman harus dipahami dan dipelajari?

Mengapa perkara pembatal keislaman harus dipahami dan dipelajari?
Supaya umat Muslim bisa lebih memahami dan mewaspadai segala perkara yang bisa menjadi pembatal keislamannya.
Apakah syirik termasuk pembatal keislaman?

Apakah syirik termasuk pembatal keislaman?
Syirik adalah perbuatan tercela yang dilakukan seseorang dengan menyekutukan Allah Swt. Ia menyembah, berdoa, dan beribadah kepada selain Allah Swt. Perkara ini bisa membatalkan keislaman seseorang.
Mengapa sikap tidak mengkafirkan orang musyrik termasuk pembatal keislaman?

Mengapa sikap tidak mengkafirkan orang musyrik termasuk pembatal keislaman?
Yang demikian jelas dihukumi kekufuran. Sebab, sesuatu yang bathil (salah) dalam perkara agama harus diluruskan. Umat Muslim tidak diperkenankan untuk membiarkannya atau justru membenarkan madzhab mereka.
