Konten dari Pengguna

10 Puisi Tentang Perpisahan Sekolah yang Bermakna

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi puisi. Foto: Fixabay.
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi puisi. Foto: Fixabay.

Di acara perpisahan sekolah, ada banyak hiburan yang dipersembahkan untuk para wisudawan dan guru. Adik-adik kelas biasanya menampilkan sejumlah pertunjukkan seni dan sastra, salah satunya pembacaan puisi perpisahan sekolah.

Puisi bisa menjadi alat untuk mengekspresikan emosi serta suasana haru jelang perpisahan. Umumnya, puisi tersebut berisi pesan yang mengandung kesedihan, harapan, serta kenangan manis yang tak terlupakan.

T. S. Eliot, seorang modernis penyair keturunan Inggris-Amerika, mengatakan bahwa puisi merupakan perwujudan emosi terdalam yang dituangkan lewat pilihan kata yang cermat. Dikutip dari Papertrue, puisi biasanya menggunakan bahasa kiasan untuk menyampaikan makna yang dalam.

Itu kenapa, puisi cocok ditampilkan dalam acara berkesan seperti perpisahan sekolah. Butuh referensi? Yuk, simak ragam puisi tentang perpisahan sekolah berikut ini.

Contoh Puisi tentang Perpisahan Sekolah

Kenangan masa sekolah merupakan salah satu hal yang sulit untuk dilupakan. Sebab, segala memori yang tercipta di dalamnya tertanam di dalam hati dan pikiran para siswa.

Untuk mengekspresikan perasaan ini, siswa bisa membacakan puisi perpisahan yang penuh makna. Berikut beberapa contohnya yang bisa dijadikan referensi:

1. Foto Wisuda

(Buku: Catur: Kumpulan Puisi oleh Septi Ananingsih)

Tak ada perpisahan tak ada wisuda

Tak perlu kecewa memang begitu adanya

Biarlah ini menjadi bagian dari cerita

Bahwa pandemi itu pernah ada

Ada cara untuk membunuh kecewa

Berfoto saja menjadi pilihannya

Memakai baju toga meski sementara

Demi kenangan dan menjadi cerita

Anak pun datang secara bergantian

Ke sekolah sesuai kelompok yang ditentukan

Setiap sepuluh menit ada pergantian

Demi menghindari sebuah kerumunan

Protokol Kesehatan tetap dijalankan

Dari cek suhu hingga cuci tangan

Memakai masker menjadi kewajiban

Tak boleh salaman karena dilarang bersentuhan

2. Guru adalah Pahlawan tanpa Tanda Jasa

(Karya: Muh. Dwi Santoso dalam Buku Kumpulan-Kumpulan Puisi Guru karya Siswa Siswi MTs Manbaul Huda)

ilustrasi Guru. Foto: Unsplash.

Ohh… Guru Engkaulah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Engkau mendidiku dengan sepenuh hati dan kau telah mengajarkanku banyak hal yang belum aku ketahui di dunia ini…

Ohh.. Guru engkau bagaikan cahaya pagi, yang engkau berikan penerangan dalam hidupku..

Terima kasih Guru.. engkau adalah pahlawan terhebat

Yang mengajarkanku yang belum tahu apa-apa..

Sehingga aku bisa berguna bagi bangsa dan negara Indonesia..

Terima kasih Guru…

Engkaulah pahlawan yang mengajarkan banyak hal tanpa tanda jasa

Terima kasih Guruku.

3. Akhir Cerita

(Karya Rahayu Prihatin dalam Buku Antologi Puisi Salam Perpisahan)

Bergelut dengan rasa yang tak pernah bersahabat..

Menjalani hari yang sulit tuk di mengerti...

Bila harap tak menjanjikan harapan

Jika masa lalu jadi bayangan yang tak henti menemani..

Semua menjadi luka..

Semua hanya menambah perih... Semua hanya membuat luka..

Tak terima pikiran dihantui prasangka...

Hati bergejolak oleh amarah.. Lebih baik cinta itu pergi bersama angin...

Yang tak meninggalkan jejak..

Bersama mimpi yang terkubur benci

Akhir cerita tak harus indah... Namun cerita kan selalu memberi makna...

Semua pasti "berakhir" sebab dimulai oleh "awal" akhir cerita..

Hanya milik kita.

4. Perpisahan

(Karya Dwi Ayu Istiqomah dalam Buku Kumpulan-Kumpulan Puisi Guru karya Siswa Siswi MTs Manbaul Huda)

Andaikan perpisahan mudah tuk diucapkan

Mungkin kepergian kalian tak kan menjadi urusan

Jangan terlalu bersedih teman

Percayalah

Hati kita akan terus terikat

Persaudaraan kita akan lebih dekat

Semakin jauh tubuhmu bergerak

Hatimu pun semakin lebih dekat

Teman..

Jangan lagi terlalu bersedih

Marilah kita berbagi

Karena kita akan menemukan suasana yang baru

Terima kasih wahai guruku

Atas bimbinganmu selalu

Agar ku sukses di masa depan nanti

Akan ku ingat selalu pesanmu..

Wahai guruku…

5. Kenangan Abadi

(Karya Luffy Alyatur Rahmah – XII MIPAS dalam Buku Rupa Rasa Asa Semesta Tercipta)

Di sudut ruang kelas, kenangan terpahat,

Dalam riuh suara tawa, cerita kita tercipta

Setiap Langkah di Koridor, mengalir nostalgia

Saat teman-teman terdekat, jadi keluarga

Pagi-pagi di teras, derap kaki menyusuri Lorong

Mengisi ruang hati dan cerita dan angan

Puisi-puisi tercipta di antara jendela dan pintu

Sekolah, tempat kita bersama membangun mimpi

Gelak tawa mengiringi setiap cerita

Bersama-sama merajut mimpi di pelita

Dibawah langit biru, di halaman sekolah

Bersama kita mengukir kenangan yang abadi

Perpisahan pun datang, namun kenangan tetap bersinar

Kembali dalam ingatan, seperti mimpi yang nyata

Sekolah tempat kita belajar dan tumbuh bersama

Kenangan tentangmu, selalu dalam hati kami

6. Putih Abu

(Karya Indah Asri Fitriani – XII MIPA 1 dalam Buku Rupa Rasa Asa Semesta Tercipta)

Masih kuingat awal kita berjumpa

Saling mengulur tangan dan menyebut nama

Awalnya merasa malu

Akhirnya terukir sederet cerita seru

Tak terasa bangku sekolah telah usai

Banyak kisah telah berlalu

Suka duka kita lalui

Semoga nanti kita bisa bertemu kembali

7. Hymne Perpisahan

(Karya Ai Marhayanti dalam Buku Antologi Sayembara Puisi Guru)

Bersama tak kami dustai waktu

Tak kami lupa tuk berpacu

Selalu terkenang kala kami terpencil

Di hamparan ladang kebingungan

Kebingungan yang menggertakkan harapan sebagai awal kebahagiaan

Ibu Bapak guru, terima kasih tak terbalaskan atas

Kelulusan dan keikhlasanmu membimbing kami

Membuka halaman-halaman buku pengharapan

Hingga terbalaskan doa dan air mata orang tua kami

Kini tiba masa nya kami tiba di puncak ketinggian

Dengan cita dan angan terbayang betapa engkau pernah mendengarkan harap, bahwa telah engkau perlihatkan semesta

Kau ingin kami mampu menafsirkan simbol-simbol kehidupan

Kala ditarik bintang harapan, agar tak terjatuh oleh batu keputusasaan

Asa yang takkan terlupa semoga kami dapatkan singgasana kejayaan tahta

Menghiasi masa kini dan nanti dengan jubah-jubah yang melimpah

Kujadikan keluruhan syukur atas kehangatan

Jasa tak kenal pamrih darimu

Untaian dawai indah doa tulus darimu tetap kami harap agar bisa terus melanjutkan cita-cita ini

Bangga kami saat kembali ke pelukan kedua orang tua

Yang tak pernah salah menitipkan kami di pangkuanmu

Tak terkira terima kasih ini

Terima kasih Ibu-Bapak Guru, Ayah, Bunda,

Terima kasih Tuhan Yang Maha Esa atas Maha Kuasa-Mu dan Maha Ridho-Mu

8. Kenanganku di Sekolah Tercinta

(Karya Muhammad Dafi Irsyad – XII dalam Buku Rupa Rasa Asa Semesta Tercipta)

Hari demi hari begitu cepat berganti bersama Mentari

Pagi hari yang cerah menjadi persaksian aku semangat sekolah

Siang hari yang terik menjadi teman dalam indahnya memetik

Bunga-bunga ilmu itu merekah menggoda sang penuntut

Penuh semangat bergandengan dengan kawan seperjuangan

Menyatu dalam gengaman asa terangkan masa depan

Pantang untuk menyerah dengan alasan kata bermakna lelah

Terus menyelami air berilmu sampai menemukan itu

Sungguh sekolah ini menjadi cerita sendiri di dalam dinding hati

Tidak akan terlupakan walau tersiram sebongkah debu

Kisahnya sesejuk embun pagi yang bening di dedaunan

Memberikan kesejukan pada insan yang berbalut turut merasakan

Sekarang kenangan hanya tinggal kenangan, Kenangan di sekolahku tercinta

Terima kasih telah menjadi tempat sebaik-baiknya rumah

Persinggahan untuk hari tua

Terima kasih telah melindungi anak negeri dari terik mentari

Terima kasih sekolahku, engkau tempat terbaik menuntut ilmu

Semua akan kami tinggalkan untuk melneruskan perjuangan

Gerbang-gerbang kesuksesan telah menunggu kami di sana

Akan kami kencangkan pacuan dengan cemerlang kecerdasan

Sampai bertemu kembali di pintu-pintu meraih kemenangan

9. Guru

(Karya Syahla Nisrina Putri – XII MIPA 3 Buku Rupa Rasa Asa Semesta Tercipta)

ilustrasi Guru Mengajar. Foto: Unsplash.

Rautmu tak pernah terlihat Lelah

Panas dan hujan pun engkau tetap mengajar

Demi semua anak didikmu

Demi masa depan semua anak didikmu

Aku mau menjadi sepertimu

Berpengetahuan, pemahaman yang dalam

Berpikir dengan hati dan juga kepala

Memberikan kami yang terbaik

Dengan sensitif dan penuh perhatian

Padamu guru-guruku

Aku haturkan rasa hormatku

Untukmu guru-guruku

Aku ucapkan terima kasih

Atas ilmu yang telah kau bagi pada murid-muridmu

Jasamu tak kan pernah terbalas

Selamat hari pahlawan

Untukmu pahlawan tanpa tanda jasa

Terima kasihku

10. Guruku

(Karya Erna Hariza Maftuhah dalam Buku Kumpulan-Kumpulan Puisi Guru karya Siswa Siswi MTs Manbaul Huda)

Engkau membimbingku

Engkau mendidikku

Engkau adalah pelita

Yang menerangi kegelapan

Jasamu begitu besar

Mencerdaskan putra putri bangsa

Terima kasih guruku

Kaulah pahlawan tanpa tanda jasa