Konten dari Pengguna

10 Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa yang Mempermudah Pembukuan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi siklus akuntansi perusahaan jasa. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siklus akuntansi perusahaan jasa. Foto: Pixabay.

Perusahaan jasa bergerak dengan menawarkan suatu layanan atau keahlian, bukan barang berwujud. Hal tersebut membuat siklus asuransi perusahaan ini berbeda dibandingkan perusahaan di bidang lainnya. Pasalnya, proses penawaran perusahaan jasa berbeda.

Lantas, seperti apa siklusnya? Simak artikel ini untuk penjelasan lebih lanjut mengenai siklus akuntansi perusahaan jasa.

Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Ilustrasi siklus akuntansi perusahaan jasa. Foto: Pixabay.

Dilansir dari Buku Ajar: Pengantar Akuntansi oleh Dr. Hisar Pangaribuan SE., MBA., Ak., CA, siklus akuntansi merupakan suatu proses yang dirancang untuk memudahkan pemilik perusahaan jasa membuat akuntansi keuangan kegiatan bisnis.

Dalam prosesnya, terdapat 10 langkah yang harus diikuti akuntansi perusahaan jasa. Apa saja?

1. Identifikasi Transaksi

Langkah pertama dalam proses siklus akuntansi yaitu mengidentifikasi transaksi. Sepanjang siklus akuntansi, perusahaan akan dihadapkan dengan banyaknya transaksi. Setiap transaksi perlu dicatat dengan benar. Saat ini, perusahaan banyak menggunakan teknologi point of sale untuk pembukuan.

2. Catat Transaksi dalam Jurnal

Langkah selanjutnya yaitu pembuatan entri jurnal untuk setiap transaksi. Meskipun point of sale dapat membantu perusahaan melewati siklus 1 dan 2, tetapi perusahaan perlu untuk tetap memantau pengeluaran.

Perusahaan dapat menentukan pilihan antara akuntansi akrual dan kas. Kedua pilihan ini memiliki perbedaan waktu transaksi untuk dicatat secara resmi. Akuntansi akrual membutuhkan pencocokan pendapatan dengan pengeluaran, sedangkan akuntansi kas mewajibkan transaksi dicatat ketika kas diterima atau dibayar.

Selain dua pilihan tersebut, terdapat pula single entry dan double entry. Untuk single entry, pencatatan transaksi keuangan hanya dilakukan satu kali dan mempengaruhi akun kas. Sedangkan double entry mencatat transaksi keuangan dua kali pada debit maupun kredit sehingga menghasilkan laba rugi.

3. Posting ke Buku Besar

Buku besar memberi rincian seluruh kegiatan akuntansi dengan akun dan mencatat aktiva tertentu. Hal ini membantu pemegang buku memantau posisi dan status keuangan berdasarkan akun.

Akun kas menjadi salah satu yang paling sering direferensikan dalam buku besar. Akun ini merinci berapa banyak yang tunai yang tersedia. Setelah itu, hitung saldo pada buku besar untuk mengetahui total nilai akun.

4. Penyusunan Neraca

Jika terdapat saldo yang belum disesuaikan dalam setiap akun di buku besar, neraca saldo akan menunjukkannya. Ketika menyusun neraca saldo, debit dan kredit harus sama jumlahnya.

5. Penyusunan Jurnal dan Neraca Saldo Penyesuaian

Ilustrasi siklus akuntansi perusahaan jasa. Foto: Glenn Carstens-Peters/Unsplash.

Jurnal penyesuaian dapat digunakan untuk memastikan hasil yang sama antara debit dan kredit. Penyesuaian perlu dilakukan apabila ditemukan perbedaan serta mencocokkan pendapatan dan pengeluaran saat menggunakan akuntansi akrual.

6. Neraca Lajur

Apabila neraca saldo dan jurnal penyesuaian menjadi pedoman dalam menyusun neraca lajur, maka neraca lajur menginformasikan akuntansi dalam bentuk laporan laba rugi dan neraca. Keduanya merupakan elemen penting dalam membuat laporan keuangan.

7. Laporan Keuangan

Langkah ketujuh dalam siklus akuntansi yaitu menyusun laporan keuangan. Laporan ini mencakup neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, serta laporan arus kas.

8. Jurnal Penutup

Jurnal penutup menjadi akhir dari siklus akuntansi. Siklus ini ditutup dengan pembukuan pada akhir hari dan tanggal penutupan yang ditentukan.

Rekening yang ditutup merupakan nominal dan laba rugi dengan membuat nihil kedua rekening terkait. Pernyataan penutup dapat memberikan laporan analisis kinerja selama periode tersebut.

9. Jurnal Pembalik

Siklus pembalikan terhadap beberapa akun yang telah ditutup disebut dengan jurnal pembalik. Tujuannya untuk mengembalikan saldo. Salah satu contoh dari jurnal pembalik, yakni pembayaran di muka dan belum jatuh tempo.

10. Neraca Akhir dan Awal

Setelah penutupan, siklus akuntansi akan dimulai kembali pada awal periode dengan pelaporan baru. Siklus terakhir ini menjadi waktu terbaik untuk mengajukan dokumen, merencanakan periode berikutnya, dan meninjau kalender acara serta tugas di masa depan. Neraca ini dapat digunakan sebagai siklus akuntansi selanjutnya.

Baca juga: SAK ETAP: Standar Akuntansi yang Wajib Dipahami Pelaku Usaha

(MFT)