Konten dari Pengguna

10 Soal TKA Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP beserta Kunci Jawabannya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi soal TKA Bahasa Indonesia kelas 9. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi soal TKA Bahasa Indonesia kelas 9. Foto: Unsplash.

Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan asesmen yang dirancang untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu. Pada tingkat SMP/Sederajat, mata pelajaran wajib yang diujikan meliputi Matematika dan Bahasa Indonesia.

Soal TKA Bahasa Indonesia kelas 9 menguji kemampuan murid dalam memahami dan menganalisis soal-soal berbasis teks, seperti puisi, teks informasi, cerita, dan laporan observasi. Jika butuh bahan untuk belajar, simak beberapa soal beserta kunci jawabannya berikut ini!

Soal TKA Bahasa Indonesia Kelas 9

Ilustrasi soal TKA Bahasa Indonesia kelas 9. Foto: Unsplash.

Dikutip dari laman Pusmendik, berikut soal TKA Bahasa Indonesia kelas 9 yang dapat dijadikan sebagai bahan latihan.

Pahami puisi di bawah ini untuk menjawab soal nomor 1-3.

Perempuan-Perempuan Perkasa

Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari manakah mereka

Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa sebelum peluit kereta pagi terjaga

Sebelum hari bermula dalam pesta kerja

Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta, ke manakah mereka

Di atas roda-roda baja mereka berkendara

Mereka berlomba dengan surya menuju ke gerbang kota merebut hidup di pasar-pasar kota

Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, siapakah mereka

Mereka ialah ibu-ibu yang perkasa akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota

Mereka: cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa.

(Puisi karya Hartojo Andangdjaja)

1. Pilihan kata mana saja yang menunjukkan latar waktu pada puisi tersebut?

Pilihlah jawaban yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.

A. Bukit-bukit desa

B. Sebelum hari bermula

C. Akar-akar yang melata

D. Berlomba dengan surya

Jawaban: B dan D

2. Apa makna merebut hidup di pasar-pasar kota pada teks puisi tersebut?

A. Kegigihan dan perjuangan perempuan dalam bekerja

B. Keuletan dan pencapaian seseorang dalam bekerja

C. Aktivitas dan keseharian perempuan yang bekerja di pasar

D. Tanggung jawab dan kewajiban perempuan pada keluarga

Jawaban: A

3. Setelah membaca puisi tersebut, tiga murid berpendapat sebagai berikut.

Dina: Wah, ternyata banyak perempuan hebat ya. Mereka bekerja penuh semangat!

Mira: Iya, mereka rela bangun pagi-pagi untuk bekerja.

Tika: Tapi, kasihan ya mereka pasti lelah setelah seharian bekerja.

Pendapat siapa yang tepat untuk menggambarkan suasana haru yang muncul setelah membaca puisi tersebut?

Tentukan Setuju atau Tidak Setuju untuk setiap pernyataan berikut berdasarkan teks!

A. Dina karena menunjukkan kekagumannya kepada para perempuan yang bekerja.

B. Mira karena pendapatnya juga senada dengan pendapat yang disampaikan Dina.

C. Tika karena pendapatnya menunjukkan rasa empati terhadap perempuan pekerja.

Jawaban: Setuju, Setuju, Tidak Setuju

Pahami teks di bawah ini untuk menjawab soal nomor 4-6.

Babirusa: Hewan Unik dari Sulawesi

Mengenal Babirusa

Indonesia memiliki banyak flora dan fauna yang unik. Salah satunya adalah babirusa. Hewan ini hanya bisa ditemukan di pulau Sulawesi dan sekitarnya. Babirusa adalah babi liar yang hidup di hutan tropis. Mereka sering ditemukan di sekitar sungai, rawa, dan kubangan air.

Tempat Hidup dan Makanan

Babirusa hidup di hutan hujan dataran rendah Pulau Sulawesi. Mereka dapat ditemukan di daerah seperti Togean, Sulu, dan Buru. Makanan mereka meliputi buah-buahan, umbi-umbian seperti kilo, tunas globa, dan rebung. Selain itu, mereka juga memakan rumput dan daun. Terkadang mereka mencari ulat atau cacing di lubang pohon yang busuk.

Ciri-ciri Unik

Babirusa jantan memiliki ciri khas yang unik. Mereka memiliki dua taring besar yang menembus kulit moncongnya. Taring tersebut melengkung ke belakang hingga di depan mata. Ukuran taringnya bisa mencapai 30 cm. Pada betina, taring jauh lebih pendek dibanding jantan. Beberapa betina bahkan tidak memiliki taring yang mencuat.

Selain itu, babirusa hampir tidak memiliki rambut di tubuhnya. Rambut hanya tumbuh di sepanjang tulang belakang dan ujung ekor. Kulit mereka tebal, keras, dan kasar dengan keriput di sekitar wajah, telinga, dan leher. Babirusa sering mengeluarkan suara khas yang terdengar seperti "Suiirii... suuuuuiiiiriii."

Babirusa termasuk hewan yang terancam punah. Ancaman utamanya berasal dari perburuan dan alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian.

4. Apa jenis umbi-umbian yang menjadi makanan babirusa?

Jawaban benar lebih dari satu.

A. Kilo

B. Rebung

C. Ulat

D. Tunas globa

Jawaban: A, B, dan D

5. Babirusa adalah hewan unik yang ditemukan di Pulau Sulawesi. Pernyataan mana yang mendukung kalimat tersebut?

Pilih Benar atau Salah untuk setiap pernyataan!

A. Babirusa betina di Pulau Sulawesi memiliki taring seperti babirusa jantan.

B. Babirusa hidup di hutan hujan dataran rendah di Pulau Sulawesi.

C. Babirusa di Pulau Sulawesi memiliki suara yang sangat khas.

Jawaban: Salah, Benar, Benar

6. Apa dampak yang terjadi jika habitat babirusa terus terancam?

Jawaban benar lebih dari satu.

A. Populasi babirusa akan berkurang akibat aktivitas manusia.

B. Babirusa akan pindah ke dataran tinggi yang lebih aman.

C. Flora yang menjadi makanan utama babirusa bisa terpengaruh.

D. Terjadi peningkatan konflik antara manusia dan babirusa.

Jawaban: A, C, dan D

Pahami teks berikut untuk menjawab soal nomor 7-8

Pelari Terakhir

Lomba maraton di kotaku biasanya diadakan setiap musim panas. Semua jalan raya yang dilalui para pelari akan ditutup. Hanya ambulans yang bisa melintas. Tugasku mengikuti pelari dari belakang sebagai petugas medis. Pak sopir dan aku berada di dalam mobil ambulans. Kami harus tetap berada di belakang pelari terakhir sampai garis finis.

Tanda memulai maraton terdengar. Para pelari terdepan mulai menjauh dari pandangan kami. Mataku tertuju pada wanita berbaju putih longgar dan celana biru.

"Pak, lihatlah itu," kataku sambil menunjuk wanita tersebut di depan kami.

Kami sadar bahwa dia akan menjadi "pelari terakhir". Rambutnya beruban, postur tubuhnya tidak lagi tegap, dan kakinya sedikit pincang. Berjalan pun sudah tampak sulit.

Pak sopir dan aku memperhatikan wanita itu. Kami akan bergerak maju sedikit. Lalu berhenti menjaga jarak darinya. Kemudian, kami maju lagi untuk terus mengikuti langkahnya. Aku ingin menghentikannya. Namun, pada saat yang sama, aku juga berdoa agar dia terus maju.

Akhirnya, dia menjadi satu-satunya pelari yang tersisa. Air mataku mengalir karena aku merasa terharu dan kagum pada keberaniannya.

Sorak-sorai penonton sudah tidak terdengar lagi. Namun, seorang pria berdiri sendirian dengan bangga menunggu kedatangan pelari terakhir. Ia memegang salah satu ujung pita kertas yang terikat pada tiang. Pelan-pelan, pelari terakhir melintasi garis finis tersebut. Kedua ujung pita kertas itu berkibar di belakangnya.

Aku tidak tahu nama wanita itu. Tetapi sejak saat itu, dia menjadi bagian dari kehidupanku. Bagi wanita itu, maraton bukanlah tentang mengalahkan orang lain atau memenangkan piala. Ini tentang menyelesaikan apa yang sudah dimulainya. Saat kesulitan hidup melanda, aku teringat kepadanya.

7. Seorang pria berdiri di garis finis saat pelari terakhir melintas. Apa yang dilakukan pria itu?

A. Berdiri menunggu kedatangan mobil ambulans.

B. Menyaksikan perjuangan para pelari maraton.

C. Mengikuti pelari terakhir dari belakang.

D. Memegang ujung pita kertas yang diikat ke tiang.

Jawaban: D

8. Dalam cerita, ada seorang wanita tua yang ikut berlomba. Bagaimana sikap tokoh Aku setelah mengetahuinya?

Pilih Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berdasarkan isi teks!

A. Terharu melihat perjuangan wanita tua yang memiliki kondisi terbatas.

B. Bangga menunggu kedatangan wanita tua melintasi garis finis.

C. Terinspirasi oleh keteguhan wanita tua menghadapi tantangan maraton.

Jawaban: Benar, Salah, Benar

Pahami teks berikut untuk menjawab soal nomor 9-10.

Laporan Observasi: Kehidupan Tradisional dan Alam di Desa Baduy

Desa Baduy terletak di Kabupaten Lebak, Banten. Desa ini memiliki komunitas adat yang lestari. Mereka hidup sederhana dan harmonis dengan alam. Tradisi ini masih dipertahankan hingga saat ini. Masyarakat Baduy terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Keduanya masih memegang teguh adat istiadat dan filosofi leluhur.

Masyarakat Baduy Dalam, tinggal di wilayah yang lebih terpencil. Mereka tidak terpengaruh oleh teknologi modern. Kehidupan mereka diatur dengan aturan adat yang ketat. Pakaian khas yang digunakan terbuat dari bahan alami. Pola hidup mereka juga mengikuti prinsip-prinsip keberlanjutan ekosistem. Pertanian organik menjadi salah satu cara mereka menjaga kelestarian alam. Alam merupakan sumber daya utama bagi kehidupan mereka.

Kelompok Baduy Luar lebih terbuka terhadap pengaruh luar. Namun, mereka tetap menjaga nilai-nilai adat. Mereka rutin melaksanakan upacara adat, seperti Sedekah Bumi. Upacara ini menjadi bentuk rasa syukur atas hasil pertanian. Hal ini juga dilakukan untuk menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Masyarakat Baduy memiliki tradisi yang kaya dan unik. Namun, kawasan ini menghadapi berbagai tantangan. Pembangunan yang pesat mulai mengancam kelestarian alam sekitar. Selain itu, eksploitasi sumber daya alam di sekitar wilayah Baduy semakin meningkat. Banyak pihak yang tertarik mengakses sumber daya alam tersebut. Hal ini berisiko merusak keseimbangan budaya dan lingkungan mereka.

9. Istilah eksploitasi dalam paragraf keempat bermakna …

A. Pemanfaatan berlebihan yang dapat merusak lingkungan.

B. Perlindungan budaya masyarakat Baduy yang telah rusak.

C. Pengelolaan sumber daya alam yang mengancam lingkungan.

D. Penggunaan sumber daya alam secara terbatas namun berisiko.

Jawaban: A

10. Paragraf 2 dan 3 membahas pelestarian adat dan lingkungan masyarakat Baduy. Bagaimana hubungan isi kedua paragraf tersebut dengan paragraf 4?

Jawaban benar lebih dari satu.

A. Pembangunan pesat mengancam keberlanjutan alam dan budaya.

B. Penggunaan sumber daya alam yang berlebihan bisa membahayakan.

C. Masyarakat di wilayah Baduy berpotensi mengancam kelestarian alam.

D. Upaya pelestarian menghadapi tantangan dari faktor eksternal.

Jawaban: A, B, dan D

(FHK)

Baca juga: 20 Soal TKA Sosiologi Kelas 12 dan Kunci Jawabannya