Food & Travel
·
27 Juli 2021 13:30
·
waktu baca 1 menit

10 Tarian yang Menggunakan Properti Sebagai Pendukung Penampilan

Konten ini diproduksi oleh Berita Hari Ini
10 Tarian yang Menggunakan Properti Sebagai Pendukung Penampilan (1003933)
searchPerbesar
Ilustrasi tari kipas yang menggunakan properti. Sumber: Flickr.com
Properti dalam penampilan tari merupakan pelengkap untuk mendukung sajian pementasan yang disesuaikan dengan tema, gerak, dan tujuan tarian. Dengan properti yang memadai, tari yang ditampilkan mampu menyampaikan pesan dengan baik dan dapat diterima oleh penikmatnya.
ADVERTISEMENT
Jika dilihat dari jenisnya, properti tari dibagi menjadi dua yakni setproperti dan handproperti. Sebagaimana dikutip dari artikel ilmiah Makna Properti Tari Bakoncong Dalam Ritual Adat Suku Dayak Badamea oleh Trivena Melina, dkk.
Setproperti adalah properti yang digunakan dalam tari namun tidak disentuh oleh penari dan tidak menyatu dengan penari tetapi ada di dalam panggung tari. Sedangkan handproperti adalah properti yang digunakan penari dan menyatu dengan tubuh penari.
Contoh set properti yang biasa digunakan dalam pementasan tari adalah kursi, meja, pohon buatan, dipan, lampu, dan lain sebagainya. Sedangkan handproperti yang digunakan berbeda-beda sesuai dengan tema yang diusung dalam tarian tersebut.
10 Tarian yang Menggunakan Properti Sebagai Pendukung Penampilan (1003934)
searchPerbesar
Ilustrasi tari lilin yang menggunakan properti. Sumber: Flickr.com

10 Tarian yang menggunakan properti

Selain sebagai pendukung dalam menyampaikan pesan yang terkandung dalam sebuah tari, handproperti juga berfungsi untuk memperindah penampilan penari. Oleh karenanya, warna dan keselarasan dibutuhkan saat memilih properti yang digunakan.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku Seni Budaya oleh Eko Purnomo, berikut adalah 10 tari tradisional beserta properti tari yang digunakan.
  1. Tari Payung dari Sumatra Barat. Seperti namanya, properti yang digunakan sebagai ikon utama tari adalah payung. Tarian ini bertemakan pergaulan muda-mudi, dan penggunaan payung bertujuan untuk melindungi mereka dari hal-hal negatif.
  2. Tari piring dari Sumatra Barat. Properti utamanya adalah piring. Jika dilihat dari sejarahnya, piring merepresentasikan wadah untuk meletakkan hasil panen sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan.
  3. Tari Lawung dari Yogyakarta. Properti yang digunakan adalah Lawung (tombak). Tarian ini dulunya merupakan siasat yang dilakukan oleh Sultan untuk mengalihkan perhatian Belanda terhadap kegiatan kemiliteran Keraton Yogyakarta. Tombak yang digunakan merepresentasikan sebuah semangat peperangan untuk kemerdekaan Indonesia.
  4. Tari Pakarena dari Sulawesi Selatan. Properti utama yang digunakan adalah kipas. Jumlah kipas yang digunakan dua buah di tangan kanan dan kiri. Umumnya, kipas ini berwarna cerah, seperti merah, putih, kuning dan ungu.
  5. Tari Merak dari Jawa Barat. Properti yang digunakan adalah selendang bermotif seperti bulu merak. Selendang tersebut menyatu dengan kostum yang dikenakan sebagai implementasi keindahan merak. Cerita yang disampaikan pun merepresentasikan kehidupan seekor burung merak.
  6. Tari Serimpi dari Yogyakarta atau Surakarta. Properti yang digunakan bermacam-macam, ada yang menggunakan kipas maupun keris.
  7. Tari Tani berasal dari Jawa Barat. Tari Tani menggambarkan petani kopi yang memetik hasil panen dengan menggunakan caping sebagai properti.
  8. Tari Lilin berasal dari Sumatra Barat. Properti yang digunakan adalah lilin dan piring. Penari akan membawa piring dan lilin tersebut dengan tangan mereka.
  9. Tari eko prawiro berasal dari Jawa Tengah. Properti utama yang digunakan adalah pedang dan tameng. Sebab, tema dalam tari ini juga adalah peperangan.
  10. Tari topeng dari Jawa Barat. Properti utama yang digunakan adalah topeng dan berkaitan erat dengan roh-roh leluhur yang dianggap sebagai interpretasi dewa-dewa. Pada beberapa suku, topeng masih menghiasi berbagai kegiatan seni dan adat sehari-hari.
ADVERTISEMENT
(ULY)
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white