Konten dari Pengguna

10 Universitas Negeri dengan Jurusan Hukum Terbaik di Indonesia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi Dewi Themis. Foto: Pixabay.
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi Dewi Themis. Foto: Pixabay.

Memasuki akhir masa SMA, para siswa mulai sibuk menentukan perguruan tinggi yang tepat untuknya. Jurusan hukum menjadi favorit bagi banyak siswa karena menawarkan prospek karier yang luas dan stabil.

Di Indonesia, ada banyak universitas negeri dengan jurusan hukum yang berkualitas dan unggul. Beberapa di antaranya bahkan berhasil masuk pemeringkatan dunia, seperti EduRank dan QS World University Rankings (WUR).

Siswa bisa memilih universitas yang sesuai dengan kebutuhan dan minatnya masing-masing. Agar tidak salah pilih, simak daftar universitas negeri dengan jurusan hukum terbaik di Indonesia berikut ini!

Universitas Negeri dengan Jurusan Hukum Terbaik

Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Foto: pdrh.law.ui.

Banyak universitas dengan jurusan hukum di Indonesia yang menawarkan kualitas pendidikan dan akreditasi yang unggul. Tak hanya diakui secara nasional, universitas tersebut juga menempati ranking atas internasional. Berikut daftar universitasnya yang bisa Anda pilih:

1. Universitas Indonesia (UI)

Universitas Indonesia menduduki peringkat pertama untuk jurusan hukum versi EduRank 2025. Di samping itu, UI juga menempati peringkat ke-49 di Asia dan ke-388 di dunia.

Dalam pemeringkatan QS World University Rankings, UI menempati posisi 101–150 dunia untuk kategori Law & Legal Studies. Ini selaras dengan rekam jejak Fakultas Hukum UI yang memiliki sejarah panjang di bidang hukum dan telah melahirkan banyak tokoh hukum nasional.

Kurikulumnya menyentuh berbagai aspek hukum, mulai dari hukum perdata hingga internasional, serta dilengkapi dengan klinik hukum yang mendukung pembelajaran praktis bagi mahasiswa.

2. Universitas Gajah Mada (UGM)

UGM merupakan salah satu universitas tertua dan terbesar di Indonesia. Dalam QS WUR 2025, UGM menempati peringkat 239 dunia dan masuk dalam jajaran universitas dengan reputasi yang kuat di bidang hukum.

Jurusan hukum UGM mencakup berbagai konsentrasi, seperti hukum pidana, hukum internasional, serta hukum tata negara. Kampus ini didukung oleh berbagai lembaga riset dan klinik hukum yang membantu mahasiswa memahami praktik hukum dengan baik.

Di samping itu, mahasiswa juga bisa memanfaatkan jejaring alumni yang luas dan koneksi kuat ke institusi pemerintahan maupun LSM dengan berkuliah di kampus ini.

3. Universitas Sebelas Maret (UNS)

Universitas Sebelas Maret masuk peringkat ketiga terbaik nasional di bidang hukum versi EduRank 2025. Di tingkat Asia, kampus yang berlokasi di Surakarta ini menduduki posisi ke-90, dan secara global berada di peringkat 595.

Fakultas hukumnya menawarkan program studi dengan kekhasan lokal, seperti hukum agraria dan advokasi masyarakat. UNS juga dikenal fokus pada pembelajaran hukum berbasis komunitas.

Yang tak kalah menarik, UNS berkontribusi besar terhadap pengembangan hukum di Indonesia bagian tengah sejak tahun 1976. Ini membuktikan rekam jejak UNS yang unggul di bidang hukum nasional.

4. Universitas Diponegoro (UNDIP)

Berlokasi di Semarang, UNDIP menempati peringkat keempat nasional, ke-92 Asia, dan ke-602 dunia untuk bidang hukum menurut EduRank. Secara khusus, UNDIP diakui unggul dalam bidang hukum hak asasi manusia dan hukum internasional, menempati peringkat pertama nasional dan ke-10 di Asia untuk bidang Human Rights Law.

Fakultas hukumnya aktif mengadakan seminar internasional dan menyediakan berbagai peluang magang. Ini menjadikan jurusan hukum Undip cocok dipilih mahasiswa yang tertarik pada isu-isu global.

5. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Dulunya bernama Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Bandung, UPI dikenal sebagai kampus berbasis pendidikan. Dalam bidang hukum, UPI berada di peringkat ke-5 secara nasional, ke-99 di Asia, dan ke-629 dunia.

Fakultas hukum UPI mengadopsi pendidikan hukum berbasis karakter dan etika profesi. Selain itu, kampus ini juga mengembangkan materi pembelajaran hukum untuk jenjang pendidikan menengah, yang menjadikannya unik dibandingkan fakultas hukum lain.

6. Universitas Airlangga (UNAIR)

Fakultas Hukum UNAIR. Foto: FH UNAIR.

UNAIR juga memiliki reputasi yang sangat baik. EduRank menempatkannya di peringkat ke-6 nasional, ke-104 Asia, dan ke-640 dunia untuk bidang hukum.

Dalam kategori Human Rights Law, UNAIR berada di peringkat ketiga nasional dan ke-12 Asia. Sementara itu, dalam QS Subject Ranking, UNAIR menempati peringkat global 151–200. Fakultas hukum di universitas ini dikenal memiliki pendekatan praktikum hukum yang kuat serta jaringan kerjasama internasional yang aktif.

7. Universitas Brawijaya (UB)

Universitas Brawijaya berada di peringkat ke-7 nasional, ke-115 Asia, dan ke-685 dunia dalam bidang hukum. QS Subject Ranking menempatkan UB pada peringkat global 351–400.

Kampus ini menyediakan berbagai fasilitas penunjang seperti klinik hukum, tim debat hukum, dan kesempatan magang di lembaga pemerintahan lokal, sehingga menjadikannya salah satu pilihan yang diminati banyak calon mahasiswa.

8. Universitas Udayana

Universitas Udayana Bali menempati posisi ke-8 nasional di bidang hukum versi EduRank. Di tingkat Asia, kampus ini menempati peringkat ke-119 dan secara global berada di posisi 701.

Fakultas hukum Udayana memiliki keunggulan dalam studi hukum adat, hukum pariwisata, dan hukum lingkungan, sesuai dengan karakteristik lokal Bali yang menyandang status sebagai destinasi wisata favorit internasional.

9. Universitas Negeri Malang (UM)

Universitas Negeri Malang menempati peringkat ke-9 nasional dan ke-120 Asia untuk jurusan hukum. Sementara itu, EduRank menempatkan kampus yang berlokasi di Malang ini pada urutan ke-705 dunia.

Fakultas hukum UM menekankan pengembangan kemampuan praktis para mahasiswa melalui kegiatan aktif seperti debat hukum, riset sosial, serta kerja sama dengan pengadilan dan komunitas hukum lokal.

10. Universitas Negeri Padang (UNP)

UNP menempati posisi ke-10 secara nasional, ke-126 Asia, dan ke-733 dunia. Kampus yang berlokasi di Sumatera Barat ini unggul dalam bidang hukum agraria, hukum Islam, dan advokasi pendidikan.

Fakultas hukum di Universitas Negeri Padang juga aktif menyelenggarakan pelatihan hukum untuk masyarakat adat serta memperkuat kompetensi hukum lingkungan di wilayah sekitarnya.

Tips Memilih Fakultas Hukum

Ilustrasi Law School Attributes. Foto: Pixabay.

Dalam memilih kampus, calon mahasiswa sebaiknya memperhatikan beberapa aspek penting. Mengutip jurnal The Effectiveness of Legal Clinic Education in Enhancing Law Graduates' Employability karya H.Khotijah, akreditasi dan peringkat global menjadi indikator utama untuk menentukan kualitas sebuah institusi.

Kampus seperti UI, UGM, UNDIP, dan UNAIR terbukti memiliki reputasi internasional yang kuat. Sebab, peringkat dari QS World University Rankings atau EduRank dapat menjadi referensi objektif untuk menilai kualitas universitas dan fakultas hukumnya.

Di samping itu, fasilitas praktikum dan magang juga perlu dipertimbangkan dalam hal ini. Fakultas hukum di UI, UB, dan UNAIR disebut memiliki klinik hukum yang unggul dan menjalin kerjasama dengan sejumlah pengadilan.

Fasilitas tersebut tentu dapat memperkaya pengalaman belajar para mahasiswa. Selain itu, jaringan alumni yang luas di kampus favorit juga dapat membuka banyak peluang karier setelah lulus.

Yang tak kalah penting, lingkungan belajar serta biaya hidup juga perlu dipertimbangkan. Kota seperti Yogyakarta dan Malang dikenal sebagai kota pelajar yang nyaman dan lebih terjangkau dibandingkan Jakarta atau Depok.

Menurut R.Saraswati dalam jurnal Graduate Employability and Law Education Reform in Southeast Asia, lingkungan pada akhirnya juga turut mendukung keberhasilan studi karena lebih kondusif secara ekonomi maupun sosial.

Jadi, mahasiswa bisa memilih kampus dengan jurusan hukum terbaik menurut mereka. Dalam hal ini, kebutuhan dan preferensi tiap mahasiswa bisa berbeda-beda. Maka, perlu pertimbangan matang untuk menentukannya.

Prospek Karier Lulusan Fakultas Hukum

Ilustrasi mengajukan gugatan hukum. Foto: Proxima Studio/Shutterstock

Alasan utama jurusan hukum tetap menjadi favorit adalah prospek kariernya yang luas dan stabil. Dilansir dari laman stekom.ac.id, lulusan fakultas hukum tidak hanya terbatas pada profesi pengacara atau hakim. Banyak lulusan hukum yang berkarier sebagai jaksa, notaris, konsultan hukum, diplomat, dosen, bahkan manajer sumber daya manusia atau analis kebijakan publik.

Lulusan hukum memiliki peluang besar untuk bergabung dalam lembaga pemerintahan, seperti Kementerian Hukum dan HAM, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, serta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Sementara itu, di sektor swasta, perusahaan-perusahaan besar selalu membutuhkan legal officer atau staf kepatuhan hukum (compliance) untuk memastikan semua aktivitas bisnis berjalan sesuai regulasi.

Tak sedikit pula lulusan hukum yang meniti karier di bidang non-profit, seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM) atau organisasi hak asasi manusia. Mereka berperan penting dalam melakukan advokasi kebijakan, mendampingi masyarakat marginal, hingga memperjuangkan keadilan lingkungan.

Bagi yang ingin menjadi praktisi hukum, seperti advokat atau notaris, perlu menjalani kuliah tambahan di Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Ujian Profesi Advokat (UPA), dan magang di kantor hukum. Namun kini, sudah banyak kampus unggulan yang menyediakan pembekalan dan relasi profesional untuk mempermudah proses tersebut.

Seiring dengan berkembangnya isu-isu global seperti hukum siber, perlindungan data pribadi, dan kejahatan lintas negara, lulusan hukum dituntut untuk memiliki pemahaman teknologi serta kemampuan komunikasi internasional. Itu kenapa, calon mahasiswa perlu memilih kampus dengan jurusan hukum yang menyediakan kurikulum adaptif.