Konten dari Pengguna

12 Puisi yang Bertema Sumpah Pemuda dan Menginspirasi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi yang bertema Sumpah Pemuda. Foto: Unsplash/Rizky Rahmat Hidayat
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi yang bertema Sumpah Pemuda. Foto: Unsplash/Rizky Rahmat Hidayat

Daftar isi

Puisi yang bertema Sumpah Pemuda dapat dibacakan saat merayakan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober. Sumpah Pemuda merupakan sebuah ikrar dari hasil Kongres Pemuda yang berlangsung pada 1928 lalu.

Ikrar tersebut menjadi awal dari para pemuda yang bersatu dan berjuang menuju Indonesia merdeka. Untuk mengingat peristiwa tersebut, banyak yang merayakan Hari Sumpah Pemuda dengan berbagai kegiatan, salah satunya pembacaan puisi.

Anda juga bisa membagikan puisi yang bertema Sumpah Pemuda di media sosial. Berikut beberapa puisi tentang Sumpah Pemuda.

Puisi yang Bertema Sumpah Pemuda

Ilustrasi puisi yang bertema Sumpah Pemuda. Foto: Pexels

Mengutip buku Evaluasi dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia oleh Laili Etika Rahmawati, puisi adalah karya sastra yang sarat akan pesan moral. Tema puisi dapat diambil dari pengalaman pribadi hingga sejarah penting, termasuk Hari Sumpah Pemuda.

Dirangkum dari Pembelajaran Puisi Apresiasi dari Dalam Kelas oleh Supriyanto, Aku Pemuda: (Antologi Karya Lomba Cipta Puisi Nasional Terpilih Periode Maret - Mei 2019 oleh Penulis Pilihan LCPN Aku Pemuda Periode Maret - Mei 2019, dan lainnya, berikut contoh puisi yang bertema Sumpah Pemuda:

1. Seorang Pemuda Optimis oleh Prasetyan Ramadhan

Semangat sungguh aku semangat

Berpacu sungguh aku berpacu

Berjuang aku sungguh berjuang

Demi cita-citaku yang tak akan ku sia-siakan

Aku seorang pemuda...

Dengan semangatku yang membara

Dan tak ingin membuat kecewa kedua orang tua

Semoga dengan usaha yang diiringi doa semua tak akan sia-sia

2. Malang Negeriku oleh Desi Michaelis

Kobaran asa menyala-nyala sepanas api

Apalah guna bambu runcing tanpa tangan filantropi

Air mata tidak lagi dipandang pengorbanan

Keringat beramunisi darah tak lagi disebut perjuangan

Malang negeriku...

Ketika sang Proklamator melantangkan merdeka

Anak muda lebih suka berteriak anyeong oppa

Daripada menyapa prestasi pelita tanah air beta

Manipulasi globalisasi terjadi

Anak muda lebih suka memaki

Daripada bermusikalisasi puisi

Sumpah Pemuda tinggallah arumi tanpa isi

Gunakan otak jangan tertinggal pun semili

Libatkan hati jangan tertinggal pun secenti

Kau yang mengaku pemuda pemudi

Selamatkan negeri

3. Prajurit Jaga Malam oleh Chairil Anwar

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu?

Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,

bermata tajam,

Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian

ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini

Aku suka pada mereka yang berani hidup

Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam

Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu....

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu!

4. Kita Pemuda Bangsa oleh Riadhu Sholikhah

Kita pemuda bangsa...

Berjuang untuk bangsa Indonesia

Bukan lewat perang atau senjata

Namun dengan ilmi yang berguna

Mentari berganti rembulan

Hari berganti hari

Waktu terus berlalu

Mari kita berubah!

Potensi, bakat yang kita miliki

Semoga mampu menjadikan prestasi

Untuk menggapai mimpi

Dan untuk kemajuan bangsa ini

Teruskan mimpi pahlawan!

Demi kita, dan masa depan

Dengan usaha, keyakinan, dan

Pantang menyerah pintu menuju kesuksesan

5. Akulah Pemuda Itu oleh Nyimas Noncik

Perjuangan butuh waktu

Tenaga

Pikiran

Inspirasi

Imajinasi

Untuk pemuda harapan

Akulah pemuda itu,

Yang penuh dedikasi tinggi

penuh perjuangan

Dan semangat menggelora

akulah pemuda itu,

Yang penuh tanggung jawab

tak ada kata menyerah

Allah bersamaku

Doa dan keberanian selalu menyertaiku

6. Pemuda sebagai Harapan Bangsa oleh Asep Rahmat Taufiq Hidayat

Engkaulah ...

Sebagai tonggak kemajuan dan mundurnya

suatu negara di masa yang akan mendatang

Suatu ...

Kemajuan bangsa ini, tergantung kepada pemuda

itu sendiri yang betul-betul untuk mewujudkan cita-cita yang

besar bagi kemajuan negara dan bangsa di masa mendatang.

Wahai ...

Para Pemuda, engkaulah harapan bangsa dan

negara, yang menjadi suatu maju mundurnya suatu negara

dan bangsa ke depan.

Wahai ...

Para pemuda, bergeraklah, jangan diam begitu

saja, karena suatu negara membutuhkan energi-energi

untuk kemajuan bangsa ke depan, pemuda sekarang adalah

pemuda di masa mendatang yang akan meneruskan

perjuangan para pahlawan terdahulu.

Wahai ...

Para pemuda, kita semua harus mewujudkan cita-cita

para pahlawan terdahulu untuk meneruskan perjuangan

dengan tumbuh adanya rasa nasionalisme pada diri seorang

pemuda, untuk memajukan bangsa ke depan.

Salam Pemuda!

7. Katanya Pemuda oleh Anisia Sholikhati Al Khamidah

Dia yang seharusnya menatap ke depan

Akhirnya hanya melihat ke belakang dan tertekan

Dia yang harusnya berani melawan ego pada diri

Nyatanya tak tumbuh menjadi pribadi yang berani dan mandiri

Dia si penggerak melawan kebatilan

Malah digerakan mendukung ketidakadilan

Pemuda si pemilik jiwa yang memberontak

Sekarang malah kebablasan hingga meretak

Pemuda itu bukan masa cinta-cintaan dengannya

Namun masa cinta secintanya pada bangsa dan negerinya

Pemuda itu sudah saatnya belajar dan berkarya

Lalu memberi sumbangsih untuk negeri yang kaya

Pemuda itu, kamu, jiwamu, dan bangsamu

Apa tak malu menjadikan pemuda hanya sebagai kedokmu?

8. Pemuda Itu: JR oleh Suryani

Dalam barisan

pemuda hebat

berselempang cinta anak negeri

memimpin dengan gagah

mengayuh roda bersama

bahu membahu

berkarya penuh hasrat

kaki kaki bergerak

dari pelosok bergolak

mengemban tugas hati nurani

sabar dan bijak

lembut dan tegas

kehalusan budi pekerti

langkah membuncah

dalam kejayaan berkarya

demi tanah air tercinta

majulah Indonesiaku

9. Aku Pemuda oleh Muhammad Mahfudz

Aku adalah seorang pemuda

Giat, teguh, dan konsisten dalam bekerja

Bekerja untuk keluarga

Bekerja demi kedaulatan bangsa

Di tanah Indonesia aku terlahir

Tanah yang indah dan berjuta-juta kekayaannya

Aku adalah pemuda

Siap menjadi generasi penerus bangsa

Penerus para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan

Demi menjaga kedaulatan dan keamanan Indonesia Raya

Aku adalah pemuda

Kan menjadi penerus bangsa Indonesia

Untuk menjadikannya negara semakin jaya

Melindungi warisan budaya dan adat istiadat

Dari rebutan negara tetangga

Aku adalah pemuda

Mengingat sejarah dan menatap masa depan cerah

Masa depan yang siap berjuang demi negara

Berperang dalam era milenial

Aku adalah pemuda

Siap berjuang mati-matian untuk kemajuan Indonesia tercinta

10. Pemuda Tempat Bersandar oleh Arora Yumna

Kilau mentari remaja menggetar semesta

Alun rayuan pesisir tenggara bernada

Negeri kaya ini repas tiada kuasa

Para pemuka jadikan rakyat tak bermua

Di sini, di atas tanah rempah ini

Kulihat air mata orang buta

Kudengar suara hati orang tuli

dan kurasakan harapan wanita tanpa tangan

Kita putra ibu pertiwi

Lahir dan tumbuh dalam buainya

Hidup menikmati hasil buminya

Tapi budi balasan tak pernah ada

Hanya perdebatan keruh antara salah atau benar

Sebagai hiasan dari hari-hari anak negeri

Tanpa sadar merekalah tempat bersandar

Di atas kertas ini aku berpuisi

Sebagai putra asuhan sang ibu pertiwi

Kita tak terlalu muda untuk membangun bangsa

Maka berdirilah dimuka jadikan negeri kita perkasa

11. Kami Pemuda yang Melangit Biru oleh Endang Ade Rustandi

Bertarung bersama waktu

mengalahkan ego

mengesampingkan diam

bertolak belakang dengan ingin

kami pemuda, selalu dalam barisan siaga

melangit biru bersama mimpi-mimpi

membumikan semangat

menggelorakan rasa

Bergelut dengan gelombang fatamorgana

menjaga hidup penuh makna

mengamankan asa

sebagai kekuatan yang terjaga

kami pemuda, selalu menjaga muruah cita-cita

ingin kami selalu melangit biru bersama rida-Nya

Kami pemuda yang melangit biru

menjaga amanah bangsa

mempertahankan merdeka untuk semesta

12. Hai Pemuda, Tidak Boleh Titik oleh Gangsar Lintas Damai

Hai kau!

Iya kau pemuda!

Mengapa kau terhempas dalam singularitas

Berhenti berjuang bungkam teredam

Terpaku nyaman mati diikat gravitasi

Tak malukah kau meneropong sejarah?

Kala ladang perjuagnan adalah hidup dan mati

Darah bertumpah menyuburkan derita

Deretan kejadian tersusun dalam dan mengakar

Menguatkan batang-batang persatuan

Menahan angin yang menghempas tangkai harapan

Hingga terbenamlah badai pernjajahan dan terbitlah bunga kemerdekaan

Mungkin perang telah usai, tapi perjuangan tak selesai

Biarkan senjata menjadi pena

Biarkan bising aminisi menjadi riuh orasi

Biarkan dentuman menjadi kemarahan

Pemuda tak boleh lelah melanjutkan deretan huruf sejarah

Penuhi lembar dengan perjuangan dan cinta

Goreskan kisah menghias prestasi bangsa

Tetaplah bertahan hingga tak mampu lagi menyerah

Pemuda boleh menulis koma

Pemuda boleh menulis tanda tanya

Dan pemuda boleh menulis tanda seru

Tetapi...

Tangan pemuda tak pernah boleh menulis tanda titik

(NSF)