12 Rukun Shalat Sesuai Sunnah Rasulullah dalam Ajaran Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai kewajiban utama yang harus dilakukan setiap Muslim, ibadah shalat dalam Islam memiliki kedudukan yang mulia. Mengingat pentingnya ibadah tersebut, umat Muslim wajib mengetahui rukun shalat yang baik dan benar.
Rukun adalah perkara pokok yang tidak boleh ditinggalkan. Yang dimaksud rukun shalat ialah bacaan dan gerakan yang wajib dilakukan saat shalat. Apabila salah satunya ditinggalkan, shalat yang dikerjaan seseorang tidak sah.
Untuk mengetahui rukun shalat ada berapa, berikut jumlahnya yang wajib diketahui oleh umat Muslim berdasarkan Alquran dan hadits.
Rukun Shalat dalam Ajaran Islam
Ustadz Abdul Kadir Nuhuyanan dalam buku Panduan Sholat Lengkap & Praktis Sesuai Petunjuk Rasulullah SAW menjelaskan, rukun shalat yang penting diketahui umat Muslim ada 12, yaitu:
Niat
Niat adalah ketetapan dalam hati yang ditujukan untuk melakukan suatu perbuatan. Niat shalat bisa dilakukan bersamaan dengan takbiratul ikhram.
Berdiri tegak atau duduk bagi yang tak mampu
Mengutip buku Panduan Shalat Lengkap oleh Sa'id bin Ali bin Wahaf al-Qahthani, rukun shalat ini berdasarkan sabda Rasulullah yang artinya:
“Shalatlah dengan berdiri, jika kamu tidak bisa maka shalatlah dengan duduk, dan jika tidak sanggup juga maka shalatlah dengan berbaring.” (HR. Bukhari)
Takbiratul ihram dengan membaca Allahu akbar
Rasulullah SAW bersabda, “kunci shalat adalah bersuci. Yang mengharamkan adalah takbir dan yang menghalalkannya adalah salam.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi)
Maknanya, apabila seseorang meninggalkan rukun takbiratul ihram, maka shalatnya menjadi tidak sah.
Membaca surat Al Fatihah
Dalam surat Al Fatihah terdapat sebelas tasydid atau syiddah, jika seseorang meninggalkan salah satu huruf dan tidak mengulanginya lagi, maka shalatnya tidak sah. Hal tersebut didasarkan hadits dari Ubadah bin Shamit, bahwa Rasulullah bersabda:
“Tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Al- Fatihah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ruku’ serta tuma’ninah
Pada dasarnya, semua rukun shalat telah dijelaskan dalam Alquran. Salah satu firman Allah yang menjelaksan ruku’ dalam shalat adalah surat Al Hajj ayat 77, yang berbunyi:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ارْكَعُوْا وَاسْجُدُوْا وَاعْبُدُوْا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ ۚ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu; dan berbuatlah kebaikan, agar kamu beruntung.
Adapun yang dimaksud dari tuma’ninah ialah berhenti sebentar ketika akan berpindah dari satu rukun ke rukun berikutnya. Tuma’ninah dapat dilakukan dengan tenang atas dzikir dan doa yang dibaca pada saat itu.
I’tidal serta tuma’ninah
Rasulullah SAW bersabda kepada orang yang shalatnya kurang baik, “Bangkitlah sehingga engkau benar-benar berdiri dengan i’tidal.” (HR. Bukhari)
Sujud dua kali serta tuma’ninah
Menurut hadits yang dikutip dari buku Sifat Shalat Nabi S.A.W oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, Rasulullah mengerjakan sujudnya di atas tujuh tulang. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang artinya:
Dari Ibnu Abbas bercerita bahwa Rasulullah bersabda, “Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang: di atas dahi, kemudian beliau mengisyaratkan tangannya ke hidung, dua tangan, dua lulut dan dua jari kedua kaki.” (HR. Bukhari no. 812 dan Muslim no 490)
Duduk antara dua sujud serta tuma’ninah.
Dalil yang menerangkan rukun shalat ini ialah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari. Rasulullah SAW bersabda, “Sehingga engkau benar-benar tuma’ninah dalam duduk.” (HR. Bukhari)
Duduk tasyahud akhir serta tuma’ninah.
Dikutip dari buku Seri Fiqih Kehidupan 3 : Shalat oleh Ahmad Sarwat, saat mengerjakan tasyahud umat Muslim diharuskan membaca bacaan At- tahiyaatul. Sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadits Imam Bukhari dan Muslim berikut:
“Apabila salah seorang antara kalian duduk (tasyahud) dalam shalat, ucapkanlah 'at tahiyatu lillah'.” (HR. Bukhari no. 831 dan Muslim no. 402)
Membaca tasyahud akhir dengan bersholawat kepada Nabi SAW.
Sholawat kepada Nabi Muhammad merupakan perintah Allah dalam surat Al Ahzab ayat 56 yang artinya:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Sholawat dalam tasyahud akhir dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila salah seorang di antara kalian shalat, hendaklah ia memulai dengan memuliakan dan menyanjung Rabbnya Yang Mahaagung lagi Mahamulia, dan ‘hendaklah ia bershalawat’ kepada Nabi SAW, kemudian ia berdoa dengan apa yang ia inginkan.” (HR. Imam Ahmad dan Abu Dawud)
Mengucapkan salam dengan menoleh kanan dan kiri
Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Amir bin Saad. Dalam hadits itu ia bercerita, “Aku pernah melihat Rasulullah mengucapkan salam ke kanan dan ke kirinya, sehingga aku sempat melihat warna putih pipinya.” (HR. Muslim)
Tertib
Mengerjakan rukun shalat dari awal sampai akhir sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah kepada umatnya. Rasulullah SAW bersabda, “shalatlah kalian seperti kalian melihatku mengerjakan shalat.” (HR. Bukhari)
(IPT)
