Konten dari Pengguna

13 Puisi tentang Malam yang Menyentuh Hati

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Malam. Foto: unspalsh.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Malam. Foto: unspalsh.com

Puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang dapat menjadi tempat mencurahkan perasaan, ide, dan gagasan penulisnya. Pengungkapan bahasa dalam puisi kebanyakan menggunakan makna-makna simbolis, sehingga pembaca kerap menafsirkannya berbeda-beda.

Mengutip buku Apresiasi Sastra Indonesia karya Dina Gasong, secara etimologis, puisi terikat oleh ritme, rima, serta susunan bait, dan larik. Namun, seiring berjalannya waktu, puisi menjadi semakin bebas dan tidak banyak terikat oleh kaidah rima dan ritme, serta terbentuk sesuai dengan kehendak penulis.

Ada banyak tema dan objek yang bisa diangkat dalam sebuah puisi, salah satunya adalah malam. Puisi dengan tema malam dapat berisi ungkapan atau ekspresi perasaan penulis mengenai ketenangan, kesunyian, dan kesendirian.

Ilustrasi Malam. Foto: unspalsh.com

Puisi tentang Malam yang Menyentuh Hati

Disadur dari buku Kumpulan Puisi oleh Sri Damayanti, Kota, Kita, Malam oleh Isbedy Setiawan, dan Puisi Pelukan Hujan oleh Senandika Amaya, berikut kumpulan puisi tentang malam yang menyentuh hati.

1. Rembulan Malam

Wahai sang malam

Yang dihiasi ribuan bintang

Yang diterangi indahnya rembulan

Di malam yang gelap dan sunyi sepi

Rembulan hadir membawa cahaya

Bintang bertaburan dengan kilauan cahaya sungguh mempesona

Setiap malam datang kau selalu hadir dihiasi bintang, diterangi rembulan

Kau pun hadirkan kesunyian

Dan kesunyian itu ku lalui dengan kelipan bintang dan cahaya

Cahaya rembulan dan bintang menemani malam yang larut

Entah kenapa ada kesepian di hatiku saat ini

Padahal bulan menyapa dengan indah

Bintang pun berkedip kedip mengajak bercanda

Sang malam

Peluk aku

Peluk aku dalam sepi sayapmu

Biarkan aku terlelap sejenak

Disaksikan cahaya bintang dan terangnya rembulan

2. Kebaikan 1001 Malam

Pernah berhenti tuk bertanya

Tentang malam kebaikan

Malam yang akan dipenuhi beribu pahala

Meratapi akan kesalahan yang pernah kulakukan

Sungguh merana jika ku mengulang memori

Ku tak ingin malam ini berakhir

Menemui malam ini yang tak pernah terulang kembali

Di saat semua telah berhenti

Sejak ku bermimpi

Terasa begitu nyata jika ku merindukan malam ini

Menjemput kebaikan 1001 malam

Hanya lewat ucapan

Indah pada waktunya

Ku selalu berkata

Antara doa dan harapan

3. Kerinduan Malam

Senja yang akan pergi

Mengapit malam yang sedang menanti

Perlahan ku katakan rindu ini

Di dermaga hatimu yang menanti

Aku sang perindu

Yang berlaku resah nan pilu

Ku disini mengalunkan rindu

Aku disini memuja sosokmu

Setiap detik degup nadiku hanya ada panggilanmu

Malam yang perlahan mengintip

Terasa begitu panjang waktu berlalu

Hingga layu harapanku

Menanti bayangmu memeluk rindu

4. Selamat Malam Kekasih Hati

Petang ini

Bulan bersinar itu menyapaku

Termangu sendirian di beranda sunyi

Akrab dengan sepi

Dipelukan malam

Hembusan angin mengetuk bujur sukmaku

Menyentuh segenggam rindu

Rindu yang lama terpendam

Kemudian

Mulut pun terucap

“Selamat Malam Kekasih Hati”

Kubisikkan kepada hembusan angin yang lewat

Dan ku titipkan salam rindu selalu

Untukmu, sosok yang kurindukan

5. Sudut Malam

Aku memandang sebuah sudut

Wajahmu yang menawan

Di mataku bayangmu tak pernah hilang

Sudut yang ku tatap di malam ini sebagai saksi

Ucapanmu membuatku luluh

Bagai ranting kering yang mudah jatuh

Di sudut malam itu bayangmu datang

Walaupun itu hanyalah sebuah kenangan

6. Bagaimana Jika Aku Tak Sanggup?

Aku tahu malam ini kau tak akan datang lagi

tapi aku akan terus menanti

bahkan saat kutahu sakit itu pasti

bukan karena aku sengaja ingin melukai diri

hanya saja kamu begitu candu untuk kurindui.

Jangan menjanjikan apapun padaku

bukan itu yang akan membuatku menunggu

tak ada yang mengharuskanmu membuktikan

aku paham cinta selalu layak diperjuangkan.

Aku menangis sepanjang malam

bagaimana jika aku tak sanggup

kehilanganmu?

7. Harapku Membeku

Rindu ini tiba-tiba menyergap

menyeruak dalam sunyi yang gelap

tak berhenti kulantunkan harap

suatu saat dalam satu atap

Aku masih saja lupa, selalu

mengingatmu sepanjang waktu

lalu diam-diam merindu

sakitnya - kau bukan milikku

Sudah malam

mari larut dalam pejam

kamu mungkin akan terus diam

sementara aku mencintai terlalu dalam

8. Hingga Sulit Melepaskan

Maaf, tak ada puisi malam ini

hatiku hanya sedang ingin sendiri

kerumitan ini begitu sulit kuakhiri

namun juga tak bisa memutuskan pergi.

Sini mendekat, kuberi tahu sesuatu

di hatiku, kupahat namamu sebagai kekasih

bukan agar kau membalas rasaku

hanya memberitahu bahwa semuanya "masih"

Jangan mencintaiku berlebihan

cukup kita saling melengkapkan

agar tetap saling membutuhkan

hingga sulit untuk saling melepaskan

9. Malam di Kotamu

Malam ini aku di kotamu

Ketika kau di lain waktu

Ingin ku kalung serantai kata

Leher jenjangmu kaubawa juga

Menelusuri kota lain

Di waktu yang beda

Serantai kata kusematkan

Di tugu simpang kota ini

Dan jika kau pulang

Kau akan ingat padaku

Dan serantai katakata

Lalu kau kalungkan

Di leher berjenjangmu

Bagai boneka yang kuhadiahi

Saat ulang tahunmu

Tanganmu kurekatkan di awan-awan

Terbang melayang

10. Kota Asing

Selamat malam, kota yang kurindu kini dalam pelukku

Lalu jalan, lelampu, simpang tiga, dan taman di tengah kota

Bagai lembar buku terbuka minta ditulis

Mungkin kisah perjalananmu atau cemas dan kesal

Sebagai malam aku melihatmu

Terbenam di ini kota

Mandi lelampu, basah oleh jalan yang tak sahabat

Kau memanggil kerabat, tapi tak juga ada tangan yang ingin menyalamimu

Kota ini amat asing sesepi saat tanpa kawan

11. Kerinduan Malam

Warna senja yang merona

Mengisyaratkan malam akan tiba

Hewan malam mulai menyuarakan lagu

Saat temaram mulai muncul

Sunyi pun terdengar senyap

Didampingi lampu lentera

Aku terbaring dalam kesunyian

Perasaan rindu yang tak tersampaikan

Semakin dalam

12. Sepertiga Malam

Di sepertiga malam ini

Terbuka luas menghampar

Rembulan tersenyum bersama bintang

Hatiku beranak ragu

Kulangitkan doa di saat banyak mata terlelap

Salahkah bila aku memaksakan meminta kepadamu mengenai ia di sepertiga malam

Di sepertiga malam ini

Saat yang pas mencurahkan semua harapan

Dalam doa aku meminta

Supaya sang pencipta merestui semua pintaku

13. Curah Malam

Bicaralah pada langit yang sepi

Mengenai hikayat malam

Dan dengar tak perlu kamu mengerti

Bicaralah pada angin yang sepi

Dan ingat, tidak aku minta kau mengakui

Bicaralah pada gelapnya ini

Akan raibnya beberapa mimpi

Dan jangan sampai kau kembali

Karena aku tidak peduli lagi

(EAR)