Konten dari Pengguna

14 Puisi buat Hari Guru Nasional 2024, Penuh Makna dan Menyentuh Hati

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi Buat Hari Guru Nasional 2024 Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Buat Hari Guru Nasional 2024 Foto: Unsplash

Hari Guru Nasional adalah momen untuk menghormati jasa para guru yang telah mendidik dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pada momentum ini, ada banyak cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih, salah satunya adalah melalui puisi buat Hari Guru Nasional.

Dikutip dari laman Kemdikbud, peringatan Hari Guru Nasional (HGN) pada tahun 2024 mengusung tema 'Guru Hebat, Indonesia Kuat'. Momentum ini bisa dijadikan sebagai apresiasi kepada guru atas kontribusinya dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

Untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada guru, simak kumpulan puisi buat Hari Guru Nasional di bawah ini.

Puisi Buat Hari Guru Nasional

Ilustrasi Puisi Buat Hari Guru Nasional 2024 Foto: Unsplash

Dirangkum dari buku Seni Mengenal Puisi yang ditulis oleh Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari, puisi merupakan jenis karya sastra yang tersusun atas bahasa yang indah dan padat makna.

Selain itu, puisi merupakan bentuk ekspresi diri yang menggambarkan keresahan, imajinasi, kritik, pemikiran, pengalaman, kesenangan, nasehat, dan lain sebagainya.

Sebagai wujud rasa sayang dan bentuk ungkapan terima kasih kepada guru tercinta, berikut beberapa puisi buat Hari Guru Nasional 2024 yang dikutip buku Antologi Puisi & Cerpen Mutiara yang Kurindu (2021), Antologi Puisi untuk Guruku (2022), dan buku Selamat Hari Guru (2024).

1. Merajut Ilmu Membangun Generasi

Karya: Toto Sugiarto

Jiwa pendidik kobarkan nyali

Mengukir jiwa insan cendekia

Tumbuhkan potensi generasi baru

Pembawa panji Islam sejati

Pendidik sejati kuatkan hati

Membangun generasi merajut prestasi

Ilmu terpancar cerdaskan bangsa

Tumbuh kembang cerdas mulia

Pendidik generasi Islam terpadu

Berbekal iman dan ilmu menyatu

Qur'an dan sunah pandu mulia

Ikhlas dan ridha dalam beramal

2. Guru Penggerak Peradaban

Karya: Toto Sugiarto

Wajah ceria... semangat membara

Jiwa pejuang...kobarkan asa

Menanam benih peradaban maju

Guru sejati... selamatkan Negeri

Bumi bergetar menyambut Guru

Beramal saleh menoreh karya

Mencetak generasi ... cerdas mulia

Wujudkan negeri adil sejahtera

Wahai guru penggerak

Majulah menjunjung Hidayah

Sucikan diri melangkah pasti

Bumikan peradaban Islam terpadu

3. Oase (1)

Karya: Sri Widada

Engkaukah oase itu

Tempat aku belajar huruf dan angka?

Tempat aku belajar bahasa dan logika?

Tempat aku mengasah tata krama dan melembutkan etika?

Hingga setajam pisau sembilu dan selembut sutera.

Ku tak ingin...

Ketika kuhampiri dirimu

Ternyata hanya fatamorgana

Tak menyisakan harap dan cerita

Yang ada hanya danau kerontang tak berair

Daun-daun kering berserakan memenuhinya dasarnya

Lalu...

Aku tak tahu harus ke mana berlari dan mencari oase itu...

Engkaukah oase itu?

Penuhilah telagamu

Dengan mata air yang menghapus dahaga

Karena kuingin

Engkaulah oase itu.

4. Oase (2)

Karya: Sri Widada

Oase

Padamu aku belajar tentang cahaya

Cahaya yang menerangi setiap langkah

Cahaya yang sempurna dan menyempurnakan

Cahaya yang menebar rahmat, kedamaian dan kasih sayang

Padamu tak kudengar caci maki dan menyalahkan

Oase

Padamu kutemukan ruang pembelajaran yang luas dan mendalam

Seluas lautan sedalam samudra

Belajar mengelaborasi potensi dan mempersembahkannya pada dunia

Belajar merangkai asa dan cita

Oase...

Padamu kutemukan canda dan cerita

Penghapus penat dan jelaga paskamengembara

penyuplai energi pembangun motivasi

Oase...

Doaku selalu.

5. Pahlawan Tanpa Tanda Jasa: Kepada Guru-Guruku

Oleh: Marzuli Ridwan Al-bantany

Kau pahlawan, pejuang ilmu pengetahuan

Tak menuntut riang

Kau pahlawan, tanpa tanda jasa

Tersemat di dada

Telah tak berbilang sudah

Manusia-manusia berilmu kau lahirkan

Di kota, di kampung dan ceruk-ceruk desa

Kau tabah, ikhlas melukis senyum paling indah

Pada setiap resah yang menjengah

Berpantang kau ucap kata lelah

6. Guruku, Melali di Ujung Laman

Oleh: Adin

Bersamamu rekah yang berketayap di puncak malam

Tidak jua ranum di ujung pagi

Namun titis embun masih jua mampu hembuskan harap

Padamu yang masih igaukan fitri

Dalam dekap yang erat di buhul lelap

Langkah kakimu telah pecah di dalam lelap

Berkuubang segala lantang

Tentang suara yang yang tak jua pikirkan siang

Bertekak membentuk luka

Bertukak hingga kau tersiksa

Setelah riuh tengkujuh subuh

Kau masih hangat menyeduh tadah

Manis gula di ujung madah

Ada aku diselip dalam ratibmu

Senyummu tctap manis melati di ujung laman

Tingkahmu rentak zapin zaman berzaman

Segalamu adalah pedoman

7. Tentangmu Guruku

Oleh: Adin

Tentangmu

Sebatas menulis rindu di lembar buku

Adalah sendu

Sekadar bermadah kesah di mulut basah

Adalah salah

Tentangmu

Sekuntum mawar di tengah rimba

Semerbak aroma penuh serlah

8. Kasih yang Tak Bertuan

Oleh: Mhd Safuan

Jeritanmu sering kau lontarkan

Namun tak pernah terdengarkan

Dengan halus kau tutup jeritan itu

Di dalam sujud dan doamu yang penuh haru

Engkau mengadu akan kasih yang tak bertuan

Seolah engkau ingin melepaskan apa yang engkau rasakan

Namun engkau pandai menahan

Akan pahitnya kegundahan yang semakin menekan

Pujangga menerkam tapi kau tak pernah bungkam

Kau tegar walau sakit yang teramat dalam

Pengabdian yang kau berikan menggetarkan seluruh alam

Bahkan tak hirau walau badai bertubi menghantam

Kau tetap tampil bijak walau kasihmu tak bertuan

Meskipun nasehatmu tak banyak yang mendengarkan T

api jasamu takkan pernah terlupakan

Kasih seorang guru yang tak pernah bertuan

9. Perisai Langkah

Oleh: Nukhairunnisak

Terima kasih guruku

Hadirmu bak perisai langkah

Mengubur gelap pada masa

Menebas kejahilan di dinding waktu

Mengejar terang

Membawa petuah

Terima kasih guruku

Tiada kata yang bisa menyetara jasamu

Setiap momen bersamamu adalah rindu

Senyummu lentera di ruang bisu

Buku dan pensil yang kubawa

Sebagai jalan untuk kita beriring dengan sapa dan canda

Tingkahku penyebab amarahmu kadang kala

Namun nasehatmu selalu menjadi penghujung dialog kita

Doamu pelurus semangat

Iklasmu jadikan ilmu bermanfaat

Sumber pelita masa depan

Penyuluh tapak dari kesesatan

Terima kasih guruku

Kudekap kasihmu menuju mimpiku

Kubawa namamu di setiap sujudku

10. Terimakasih Guru

Oleh: Masrifa

Guru orang tua kedua ku

Di sekolah dia mengajarkan sopan santun kepada ku

Menasehati baik dan buruk suatu hal

Aku pergi mencari ilmu

Dia memberi ku cinta dan ilmu

Dia adalah pelita di hidupku

Tak pernah lelah di hadapan ku

Kau sembunyikan wajah lelah sedihmu

Seolah kau bahagia selalu

Kata-katamu penuh candu

Ku resapi dan kan kuingat selalu

Terimakasih atas semua pengorbananmu

Terima kasih atas semua jasa mu

Jasamu tak terukur

Kan selalu kukenang seumur hidupku

11. Mengabdi Tanpa Henti

Oleh: Mudmainah

Dalam sunyi kuriuhkan pinta sepenuh hati

Agar beban mengabdi tak lagi menjadi perih

Dalam sepi kuteriakkan cinta segenap rasa

Bukan karena ingin mengais nama

Tapi, demi putra-putri bangsa nan berharga

Mencoba berdamai dengan gemuruh isi kepala

Kebijakan silih berganti seiring pergantian purnama

Sedikit celah saja kami menjadi tersangka

Namun kami tidak goyah

Tawa mereka memberi napas panjang di setiap dahaga

Sejenak mengistirahatkan raga

Duduk bersama ilalang dan bebatuan

Meskipun mata ini terpejam

Dalam benak berkata

"Apa kabar mereka?"

12. Kilauan Lentera

Oleh: Zafirah Sawsan

Kala kebodohan membelenggu diri

Akan aksara yang tak dapat dimengerti

Engkau datang memberi arti

Dengan baswara bagai indurasmi

Harsa datang menghampiri

Terbaluti kilauan lentera suci

Saat engkau basmi buta aksara kami

Persistensi membimbing diri ini

Menjadikan diri berbudi pekerti

Kau lakukan semua tanpa pamrih

Terimakasih atas jasamu, Guru.

13. Lukisan Jiwa Sang Guru

Oleh: Wahyuni Budi Astuti

Sengatan mentari di terik siang

Mutiara bening basah menghias wajah

Jatuh bercucuran basahkan jiwa

Mata berbinar pancarkan keikhlasan

Ketika matahari bersembunyi di balik cakrawala

Cahaya lembut datang berbisik di gelap malam

Bagikan cahaya pada jiwa yang papa

Haus belaian tangan penuh kasih sayang

Jemari cantik liukkan gemulai pena

Goreskan rasa percikkan kesejukan

Lukisan indah menoreh kanvas kelas

Hadirkan suasana nyaman bahagia

Ayunkan kaki kuat tebarkan harapan

Hempaskan keterpurukan halau ketidakpastian

Hadirkan inspirasi dalam kesuraman

Melangkah seirama raih bintang di angkasa

14. Pahlawan Aksara

Oleh: Qonita Auliya

Dari masa menuju masa

Dari asa menjadi nyata

Tidak akan pernah hilang dalam sejarah

Para pahlawan tanpa tanda jasa

Ilmunya seluas samudera

Ketulusannya setulus cinta

Hidup tanpa kehadirannya

Kita berada dalam neraka buta aksara

Tak pernah lelah dalam berjasa

Dirinya selalu menjadi simbol kehidupan manusia

Terima kasih, wahai pahlawan aksara

Baca Juga: 50 Ucapan Hari Guru Aesthetic yang Berisi Harapan Baik

(SFN)