14 Soundtrack Film Pengepungan Bukit Duri yang Menarik Perhatian

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Film Pengepungan di Bukit Duri adalah karya terbaru Joko Anwar telah dirilis pada 17 April 2025. Film ini mengangkat isu-isu yang masih relevan hingga saat ini, seperti masalah di bidang pendidikan dan isu rasisme.
Selain menyajikan cerita yang kuat, film ini juga disempurnakan oleh soundtrack yang emosional. Deretan lagu dalam film ini berhasil membangun atmosfer yang intens serta menegangkan untuk memperkuat pesan-pesan sosial yang ingin disampaikan.
Tak heran, banyak netizen yang mengungkapkan kekagumannya terhadap pemilihan musik dalam film ini. Jika penasaran dengan lagu-lagu yang digunakan, berikut ini soundtrack film Pengepungan di Bukit Duri yang berhasil mencuri perhatian publik.
Soundtrack Film Pengepungan Bukit Duri
Sejumlah musisi dan band turut mengisi OST dalam film Pengepungan di Bukit Duri. Berikut ini daftar soundtracknya yang dikutip dari laman Instagram Come and See Pictures:
Tony Merle - Get The F Up!
Amazing in Bed - Riot Girl
Negative Lovers - Shatter
Keenan Nasution - Nuansa Bening
Ape on the Roof - They Come From The Dark
Asian Express - Revolution’s Hum
Zeke Khaseli - Above the Crowd
Asian Express - Japanes Blue
Salim Lubis - Is It Worth (It Ain’t)
Tony Merle - Strangers, Unseen
Achmad Barakha Novriandra, Velyn Elsa, Khayla Khay - Terima kasih Guruku
Negative Lovers - It Takes Me Back
Paduan Suara SD YPPSB 3 Sangatta Utara - Di Timur Matahari
Negative Lovers - Rock & Folk
Sinopsis Pengepungan Bukit Berduri
Film hasil kolaborasi antara Come and See Pictures dengan Metro Goldwyn Meyer (MGM) ini berlatar di Indonesia pada tahun 2027. Saat itu, kondisi negara tengah terguncang karena meningkatnya diskriminasi dan rasisme.
Dalam keadaan sosial yang miris tersebut, seorang guru pengganti bernama Edwin yang diperankan oleh Morgan Oey, menerima penugasan di sebuah sekolah menengah bernama SMA Duri.
Penugasan tersebut ternyata menyimpan misi pribadi yang belum diketahui banyak orang. Diam-diam, Edwin sedang mencari keponakannya yang hilang.
SMA Duri Jakarta dikenal sebagai sekolah dengan siswa-siswa yang sulit diatur dan kerap membuat masalah. Tak jarang, beberapa di antara mereka terlibat dalam perundungan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar.
Karena itu, ketika Edwin mulai mengajar di sana, ia langsung menerapkan pendekatan yang tegas, terutama saat menghadapi Jefri, salah satu murid paling berpengaruh di kelas. Ia yakin cara tersebut adalah satu-satunya jalan untuk mengendalikan situasi sekaligus mencari informasi tentang keponakannya yang hilang.
Namun seiring waktu, ketegangan antara Edwin dan Jefri berkembang menjadi persoalan yang lebih dalam. Di tengah konflik yang semakin memanas, Edwin tak menyadari bahwa keselamatannya mulai terancam.
Saat kerusuhan kembali pecah di luar sekolah, ia bersama beberapa siswa lainnya terjebak di dalam gedung, dan memaksa mereka untuk bertahan hidup dalam situasi yang kian berbahaya.
Baca Juga: Film Pengepungan di Bukit Duri Tembus 370 Ribu Penonton dalam 4 Hari Tayang
(ANB)
