15 Amalan Bulan Rabiul Akhir yang Bisa Dilakukan Umat Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rabiul akhir adalah bulan keempat dalam kalender Hijriah. Bulan ini dianggap istimewa karena berbagai keutamaannya. Oleh sebab itu, banyak umat Islam berlomba-lomba memperbanyak amalan bulan Rabiul Akhir.
Dikutip dari buku Agenda Harian Muslimah (2014) oleh Tri Maya, sebenarnya tidak ada amalan tertentu yang dikhususkan pada bulan Rabiul Akhir. Namun, bulan ini bisa dijadikan bulan istimewa dengan banyak melakukan amal kebaikan.
Amalan Bulan Rabiul Akhir
Berikut amalan bulan Rabiul Akhir yang bisa dilakukan umat Islam untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT:
1. Shalat Sunnah Rawatib
Shalat sunnah rawatib adalah shalat sunnah yang mengiringi shalat wajib lima waktu, baik yang dikerjakan sebelum (qabliyah) maupun sesudah (ba'diyah). Shalat ini terdiri dari 12 rakaat dalam sehari, yaitu 2 rakaat sebelum Subuh, 4 rakaat sebelum dan 2 rakaat sesudah Dzuhur, 2 rakaat sesudah Maghrib, dan 2 rakaat sesudah Isya.
Amalan ini sangat dianjurkan karena dapat menyempurnakan shalat wajib yang mungkin kurang. Rutin melakukan shalat rawatib, terutama di bulan Rabiul Akhir, akan mendekatkan diri kepada Allah dan mendapat pahala yang besar.
2. Shalat Tahajud
Shalat tahajud adalah shalat sunnah yang dilakukan di sepertiga malam terakhir setelah tidur. Waktu terbaiknya adalah antara tengah malam hingga sebelum waktu Subuh.
Mengerjakan shalat ini sangat istimewa karena pada waktu tahajud, Allah SWT turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa hamba-Nya. Jumlah rakaatnya bisa 2, 4, 6, 8, atau lebih sesuai kemampuan.
3. Shalat Dhuha
Shalat dhuha dilakukan pada pagi hari antara terbitnya matahari hingga sebelum waktu Dzuhur. Waktu terbaiknya adalah ketika matahari sudah tinggi, sekitar pukul 09.00-11.00.
Jumlah rakaatnya mulai dari 2 rakaat hingga 12 rakaat dengan kelipatan 2. Shalat dhuha memiliki banyak keutamaan, salah satunya sebagai pelengkap sedekah dan mendatangkan rezeki serta keberkahan dalam hidup.
4. Membaca Al-Quran
Membaca Al-Quran adalah amalan yang sangat mulia dan mendapat pahala berlipat ganda. Setiap huruf yang dibaca akan mendapat 10 kebaikan, bahkan lebih jika dibaca dengan khusyuk.
Usahakan untuk membaca Al-Quran setiap hari, meski hanya beberapa ayat. Al-Quran akan menjadi pemberi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat.
5. Dzikir Pagi dan Petang
Dzikir pagi dilakukan setelah shalat Subuh hingga matahari terbit, sedangkan dzikir petang dilakukan setelah shalat Ashar hingga Maghrib. Dzikir-dzikir ini meliputi bacaan Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, dan berbagai tasbih serta doa.
Amalan Rabiul Akhr ini berfungsi sebagai perlindungan dari gangguan setan dan marabahaya. Dzikir pagi petang juga memberikan ketenangan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
6. Memperbanyak Istighfar
Istighfar adalah memohon ampunan kepada Allah atas segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Bacaan istighfar yang paling utama adalah "Astaghfirullahal 'azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atubu ilaih".
Memperbanyak istighfar dapat menghapus dosa, mendatangkan rezeki, dan memudahkan segala urusan. Istighfar dapat dilakukan kapan saja, khususnya di waktu-waktu mustajab, seperti sepertiga malam terakhir.
7. Shalawat atas Nabi Muhammad SAW
Membaca shalawat adalah bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Shalawat yang paling utama adalah "Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad".
Setiap kali kita membaca shalawat satu kali, Allah akan membalasnya dengan 10 kebaikan. Rasulullah juga akan membalas shalawat kita dan mendoakan kebaikan untuk kita.
8. Puasa Sunnah
Menjalankan puasa sunnah sebagai amalan bulan Rabiul Akhir memiliki pahala yang sangat besar dan dapat menghapus dosa-dosa kecil. Puasa sunnah memiliki banyak jenis, seperti puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh, dan puasa Daud.
Selain itu, puasa juga bermanfaat untuk kesehatan jasmani dan rohani. Puasa melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, dan meningkatkan ketakwaan. Lakukan puasa sunnah sesuai kemampuan tanpa memaksakan diri.
9. Sedekah
Sedekah adalah memberikan sebagian harta kepada orang yang membutuhkan dengan ikhlas. Sedekah tidak harus berupa uang, tetapi bisa juga berupa makanan, pakaian, bahkan sekadar senyuman.
Amalan ini dapat menghapus dosa, menolak bala, dan memperpanjang umur. Sedekah juga akan menjadi tabungan akhirat yang pahalanya berlipat ganda.
10. Silaturahmi dengan Kerabat
Silaturahmi berarti menjalin hubungan baik dengan keluarga, kerabat, tetangga, dan teman. Islam sangat menganjurkan untuk menjaga hubungan dengan kerabat meskipun mereka berbuat tidak baik kepada kita.
Silaturahmi dapat memperpanjang umur, memperluas rezeki, dan mendatangkan keberkahan. Bentuk silaturahmi bisa dengan mengunjungi, menelepon, atau sekadar menanyakan kabar.
11. Menuntut Ilmu dengan Kajian dan Bacaan
Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim, baik ilmu agama maupun ilmu dunia yang bermanfaat. Kajian bisa dilakukan dengan menghadiri pengajian, membaca buku-buku islami, atau mengikuti kelas online.
Ilmu yang dipelajari harus diamalkan agar menjadi berkah dan bermanfaat. Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu dan beriman.
12. Berbuat Baik Kepada Orang Tua
Berbakti kepada orang tua adalah perintah Allah yang disebutkan setelah perintah menyembah-Nya. Bentuk bakti bisa dengan menaati perintah yang tidak melanggar syariat, berbicara lemah lembut, dan mendoakan kebaikan untuk mereka.
Ridha Allah SWT tergantung pada ridha orang tua. Jika orang tua sudah meninggal, kita tetap bisa berbakti dengan mendoakan dan bersedekah atas nama mereka.
13. Menjaga Lisan dan Hati
Menjaga lisan berarti tidak berkata-kata yang tidak bermanfaat, tidak menggunjing, tidak berbohong, dan tidak menyakiti orang lain dengan perkataan. Hati juga harus dijaga dari sifat-sifat tercela seperti dengki, hasud, takabbur, dan buruk sangka.
Lisan dan hati adalah dua anggota tubuh yang paling sering menyebabkan manusia masuk neraka. Berbicaralah yang baik atau diam, dan selalu berpikir positif kepada Allah dan sesama manusia.
14. Memanjatkan Doa-doa Kebaikan untuk Diri Sendiri dan Umat
Berdoa menghubungkan seorang hamba langsung dengan Allah SWT. Doa terbaik adalah yang sesuai dengan Al-Qur'an dan sunnah, seperti doa-doa yang diajarkan Rasulullah.
Selain mendoakan kebaikan untuk diri sendiri, sangat dianjurkan untuk mendoakan kebaikan bagi sesama muslim dan umat manusia secara umum. Waktu-waktu mustajab untuk berdoa antara lain sepertiga malam terakhir, antara Maghrib dan Isya, serta saat turun hujan.
15. Memberi Makan Orang Lain
Memberi makan orang lain merupakan salah satu amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Orang lain yang dimaksud antara lain keluarga, tetangga, fakir miskin, atau siapa saja yang membutuhkan.
Rasulullah SAW bersabda bahwa memberi makan satu orang mukmin hingga kenyang sama pahalanya dengan memerdekakan satu budak. Memberi makan juga menciptakan ikatan persaudaraan dan kasih sayang antar sesama manusia.
Baca juga: Bulan Rabiul Awal: Pengertian, Amalan, dan Keutamaan
Keistimewaan Bulan Rabiul Akhir
Bulan Rabiul Akhir memiliki beberapa keistimewaan yang perlu diketahui dan dihayati umat Islam sebagai berikut:
1. Bulan Bersejarah dalam Islam
Bulan Rabiul Akhir menyimpan berbagai peristiwa bersejarah penting dalam Islam, seperti turunnya Surat Al-Hasyr, Perang Najran, pengusiran kaum Yahudi Bani Nadir, serta Perang Al-Ghabah dan Al-Ghamar. Peristiwa-peristiwa ini mengingatkan umat Islam akan pengorbanan dan ketabahan yang diperlukan dalam menyebarkan ajaran Islam.
2. Turunnya Wahyu Al-Qur'an
Salah satu peristiwa besar dalam bulan Rabiul Akhir adalah turunnya Surat Al-Hasyr dilatarbelakangi oleh upaya pembunuhan Rasulullah yang dilakukan oleh kaum Yahudi Bani Nadhir. Surat ini mengandung pelajaran penting tentang keadilan Allah SWT dan konsekuensi bagi mereka yang memusuhi Islam.
Turunnya wahyu di bulan ini menunjukkan Allah SWT senantiasa melindungi Rasul-Nya dan memberikan petunjuk kepada umat Islam di saat-saat penting.
3. Mengingat Wafatnya Ulama Besar
Mengutip laman Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAZ), salah satu keutamaan bulan Rabiul Akhir adalah terjadinya beberapa peristiwa penting, seperti wafatnya Sayyidina Abdul Qadir Al-Jailani, seorang ulama besar sangat berpengaruh dalam pengembangan ajaran tasawuf.
Dengan memahami perjuangan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam, umat Muslim dapat memetik hikmah untuk terus berjuang dalam menegakkan kebenaran dan kebaikan di bulan Rabiul Akhir ini.
4. Waktu yang Baik untuk Memperbanyak Amal Saleh
Selama bulan Rabiul Akhir, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, baik yang bersifat ibadah ritual maupun sosial. Dengan memperbanyak ibadah dan amalan sunnah di bulan Rabiul Akhir, umat Islam dapat meningkatkan ketakwaan dan keimanan mereka kepada Allah SWT.
Meskipun tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan, semangat berlomba dalam kebaikan tetap harus dijaga sepanjang bulan ini.
(FHK)
Baca juga: 5 Keistimewaan Bulan Rabiul Awal yang Wajib Diketahui Umat Islam
