Konten dari Pengguna

15 Contoh Pantun Perkenalan yang Cocok untuk Mencairkan Suasana

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Adu pantun, Sumber: Flickr
zoom-in-whitePerbesar
Adu pantun, Sumber: Flickr

Indonesia memiliki kebudayaan seni yang sangat beragam, salah satunya adalah pantun. Ini merupakan salah satu jenis puisi lama yang dikenal secara luas di Nusantara.

John Gawa menjelaskan dalam buku Kebijakan dalam 1001 Pantun, pantun melatih seseorang untuk berpikir tentang makna kata sebelum diucapkan. Pantun mengajarkan bahwa suatu kata bisa memiliki keterkaitan dengan kata lainnya.

Selain itu, pantun juga menyampaikan nilai-nilai dan amanat sosial yang bisa dipetik masyarakat. Itu mengapa pantun seringkali digunakan dalam sebuah pergaulan dan acara hiburan.

Dalam lingkup sosial, pantun bisa digunakan untuk memperkenalkan diri kepada lawan bicara. Memperkenalkan diri menggunakan pantun dapat membuat suasana menjadi cair jika dilakukan dengan benar.

Agar bisa merangkai dan berpantun dengan benar, Anda bisa mempelajari contoh pantun perkenalan berikut ini.

Perkenalan diri, Sumber: Pexels

Contoh Pantun Perkenalan

Berikut adalah kumpulan contoh pantun perkenalan yang dikutip dari buku Pantun dan Puisi Lama Melayu oleh Eko Sugiarto.

Contoh 1

Bangun pagi langsung olahraga

Lari-lari keliling kota

Kalau boleh aku bertanya

Nona cantik siapa yang punya?

Contoh 2

Sayang kayu ditetak-tetak

Mentak kayu dekat beranda

Saya Abdul orangnya kadal

Banyak disukai gadis ataupun janda

Contoh 3

Biji saga diketuk-ketuk

Buah manggis di tual-tual

Kami bertiga si bujang lapuk

Dari Bugis kami berasal

Contoh 4

Nama saya Bobi

Lahir di Jambi

Suka Serabi

Gak punya hobi

Contoh 5

Nama saya Anita

Dari Purwakarta

Gede di Jakarta

Suka naik kereta

Contoh 6

Anak keling pulang berobat

Ambil kawat di atas peti

Kalau betul mau bersahabat

Jangan dibuat setengah hati

Contoh 7

Terkukur digulai lemak

Batang padi dibelah dua

Biarlah kita dimarahi emak

Asal jadi kita berdua

Contoh 8

Minta daun diberi daun

Dalam daun buah bidara

Minta pantun diberi pantun

Dalam pantun kita bicara

Contoh 9

Jika tidak karena bulan

Bilakan air pasang pagi hari

Jika tidak karena tuan

Manakah saya datang kemari

Contoh 10

Sawah mengering penuh jerami

Kurang air dari seberang

Tidaklah puas di hati kami

Hendak bertemu dinda seorang

Contoh 11

Gelang emas di atas peti

Ambil lampu padam pelita

Alangkah puas rasanya hati

Jika dapat bertemu mata

Contoh 12

Buah delima di atas atap

Jambu dipetik dimakan tamu

Sudahlah lama saya berharap

Baru sekarang bisa bertemu

Contoh 13

Dari mana hendak ke mana

Dari kota hendak ke udik

Kalau boleh abang bertanya

Siapa nama adik yang cantik

Contoh 14

Buah Mangga dibungkus rapat

Padi di ladang dimakan kuda

Dua tiga bisa kudapat

Tapi tidak seperti adinda

Contoh 15

Anak lebah main di rawa

Ikan sepat di dalam karang

Rasa badan tiada bernyawa

Sebelum dapat dinda seorang.

(ADB)