Konten dari Pengguna

15 Hadits tentang Kehidupan untuk Menjadi Pedoman Umat Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alquran dan Tasbih. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Alquran dan Tasbih. Foto: Freepik

Hadits atau dalam bahasa Arab disebut Al-Hadits (sunnah) merupakan perkataan, perbuatan, ketetapan, dan persetujuan Rasulullah SAW yang digunakan sebagai landasan syariat Islam. Sementara menurut istilah, hadits adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun ketetapan.

Khabib Basori menerangkan melalui bukunya yang berjudul Hadis-Hadis Pilihan untuk Remaja, hadits dapat dibedakan menjadi dua yaitu hadits qudsi dan hadis nabawi. Hadits qudsi berisi firman Allah SWT tetapi disampaikan melalui lisan Nabi Muhammad SAW. Sedangkan hadits nabawi merupakan hadits yang lafalnya sepenuhnya dari Nabi Muhammad SAW.

Hadist merupakan pedoman hidup bagi umat Muslim di dunia setelah kitab suci Alquran. Dengan berpedoman pada Alquran dan hadits, hidup umat Islam akan terjamin kemaslahatannya dan mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Adapun beberapa hadits tentang kehidupan berdasarkan sabda Rasulullah SAW sebagaimana menukil dari buku Kumpulan 70 Hadits-Hadits Pilihan karya Dr. Muhammad Murtaza bin Aish Muhammad berikut ini.

Hadits tentang Kehidupan Berdasarkan Sabda Rasulullah SAW

Alquran dan Tasbih. Foto: Freepik
  1. "Tidaklah suatu kegalauan, kesedihan, kebimbangan, kekalutan yang menimpa seorang mukmin atau bahkan tertusuk duri sekalipun, melainkan karenanya Allah akan menggugurkan dosa-dosanya."(HR Bukhari dan Muslim)

  2. "Ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan kesulitan bersama kemudahan." (HR Tirmidzi).

  3. "Pupuslah keputusasaan karena apa yang ada pada diri orang lain." (HR. Ibnu Majah).

  4. "Bangunlah pagi hari untuk mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhanmu. Sesungguhnya pada pagi hari terdapat barakah dan keberuntungan." (HR. At-Thabrani dan Al-Bazzar).

  5. "Tidaklah termasuk golongan kami, orang yang memukul-mukul pipinya dan mencabik-cabik bajunya ketika (tertimpa musibah), serta berseru dengan seruan jahiliyah." (HR. Bukhari dan Muslim).

  6. "Barangsiapa datang kepada tukang ramal kemudian menanyakan sesuatu dan dia mempercayainya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari." (HR. Muslim).

  7. "Barangsiapa membaca alquran dan mengamalkan isi kandungannya, maka kedua orangtuanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat, yang sinarnya lebih terang daripada cahaya matahari jika sekiranya matahari itu berada di rumah-rumah kamu di dunia ini. Bagaimana menurut perkiraan kalian mengenai orang yang mengamalkannya sendiri?" (HR. Abu Daud)

  8. "Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak." (HR. Ahmad).

  9. "Demi Allah, tidaklah kehidupan dunia dibandingkan akhirat melainkan hanya seperti salah satu dari kalian mencelupkan tangannya ke dalam lautan, maka silahkan dilihat apa yang dibawa oleh jarinya." (HR. Muslim).

  10. "Kerjakanlah urusan duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya. Dan laksanakanlah urusan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok." (HR. Ibnu Asakir).

  11. "Kerjakanlah urusan duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya. Dan laksanakanlah urusan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok." (HR. Ibnu Asakir).

  12. "Sungguh kamu sekalian akan mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka masuk ke dalam sarang biawak, niscaya kamu sekalian akan mengikuti mereka." (HR. Muslim).

  13. "Seandainya anak cucu adam mempunyai harta sepuluh lembah, tentu dia masih ingin memiliki yang ketiga. Padahal yang mengisi perut anak cucu adam itu hanyalah tanah." (HR. Muslim)

  14. "Saad bin Abi Waqqash berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah saw., 'Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?' Nabi saw. menjawab, 'Para nabi, kemudian yang menyerupai mereka, dan yang menyerupai mereka. Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya tipis (lemah), dia diuji sesuai dengan itu (ringan); dan bila imannya kokoh, dia diuji sesuai itu (keras). Seorang diuji terus-menerus sehingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa-dosa’" (HR. Bukhari).

  15. "Barangsiapa yang memegang kuasa tentang sesuatu urusan kaum muslimin, lalu dia memberikan suatu tugas kepada seseorang, sedangkan dia mengetahui bahwa ada orang yang lebih baik daripada orang itu, dia telah mengkhianati Allah, RasulNya dan kaum muslimin." (HR. Al-Hakim).

(NDA)