Konten dari Pengguna

15 Hadits tentang Takwa yang Bisa Dijadikan Pedoman Hidup

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi takwa. Foto: pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi takwa. Foto: pixabay

Secara bahasa, takwa berarti menjaga. Sedangkan secara istilah, takwa adalah bentuk penjagaan diri seorang hamba terhadap kemurkaan Allah SWT dengan cara menjalankan semua perintah dan menjauhi semua larangan-Nya.

Al-Hafizh Ibnu Rajab dalam buku Quantum Takwa pernah berkata bahwa sejatinya takwa adalah penjagaan diri terhadap sesuatu yang sifatnya mengkhawatirkan. Takwa dapat dijadikan sebagai landasan utama bagi seorang Muslim untuk meraih ridha dan ampunan-Nya.

Dalam Surat Al-Maidah ayat 96, umat Muslim diperintahkan untuk bertakwa kepada Allah. “Bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kalian dikumpulkan!”

Perintah untuk bertakwa tidak hanya dijelaskan dalam dalil Alquran, melainkan juga as-sunnah. Agar lebih memahaminya, berikut kumpulan hadits tentang takwa selengkapnya yang bisa Anda simak.

Kumpulan Hadits tentang Takwa

Dirangkum dari buku Metafora Hikmah: Perumpamaan dalam Alquran karya Abi Abdullah At- Tirmidzi (2003) dan sumber lain, inilah kumpulan hadits tentang takwa yang bisa dijadikan pedoman dalam menjalani hidup:

Ilustrasi takwa. Foto: pixabay
  • Dari Annas dari Nabi Muhammad SAW bahwa Allah SWT berfirman: “Akulah yang berhak atas takwa (sekalian hamba). Maka barang siapa bertakwa kepada-Ku dan tidak menjadikan sesembahan lain bersama-Ku, aku berhak untuk memberikan ampunan kepadanya.” (HR. Ahmad)

  • Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu hanya disebut sebagai orang-orang yang bertakwa lantaran mereka meninggalkan perkara yang tidak ada dosa padanya dalam rangka menjaga diri dari perkara yang ada dosa padanya.” (HR. At-Tirmidzi)

  • Abu Dzar dan Mu'adz bin Jabal meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabd: “Bertakwalah kepada Allah bagaimana pun keadaanmu! Ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik yang akan menghapusnya! Bergaul lah dengan orang-orang dengan akhlak yang baik.” (HR. At-Tirmidzi)

  • “Bertakwalah kalian kepada Allah Rabb kalian , kerjakanlah shalat lima waktu , berpuasalah di bulan Ramadhan, bayarkanlah zakat harta kalian , dan taatilah pemegang urusan kalian , niscaya kalian masuk surga Rabb kalian!” (HR. At-Tirmidzi)

  • “Shalat yang lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at selanjutnya, dari Ramadhan ke Ramadhan selanjutnya, semua itu menghapus dosa diantara rentang waktu tersebut selama dosa besar dijauhi.”

Ilustrasi takwa. Foto: pixabay
  • “Dari Abi Najih Al-Irbadh bin Sariyah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW menasihati kami dengan sebuah pesan yang membuat hati takut dan air mata berlinang. Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, wejanganmu ini seakan nasihat terakhir. Berilah kami nasihat.’ Rasulullah menjawab, ‘Aku berpesan kepadamu untuk bertakwa kepada Allah, patuh, dan taat sekali pun seorang budak Habsyi menjadi pemerintahmu.’” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

  • Sahabat Adi berkata, ia mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda, "Takutlah kepada api meski hanya dengan (sedekah) sobekan kurma. Siapa saja yang tidak menemukan sobekan kurma, maka bisa dengan kalimat yang baik." (HR Bukhari).

  • “Rasulullah SAW berdiri di tengah hari Tasyriq. Ia menyeru, ‘Wahai manusia, Tuhanmu satu. Nenek moyangmu juga satu. Ketahuilah, tidak ada kelebihan bangsa Arab di atas bangsa ajam (bangsa non-Arab), tidak ada kelebihan bangsa ajam di atas bangsa Arab, tidak ada kelebihan bangsa kulit hitam di atas bangsa kulit merah, dan tidak ada kelebihan bangsa kulit merah di atas kulit hitam kecuali sebab ketakwaannya kepada Allah. Kamu semua dari Nabi Adam. Nabi Adam dari tanah.” (Musnad Abdullah Ibnul Mubarak).

  • Rasulullah SAW pernah ditanya perihal ‘Siapakah yang dimaksud dengan keluarganya?’ ‘Siapa saja yang bertakwa,’ jawab Rasulullah SAW.” (HR Baihaqi).

  • Abu Dzar a menuturkan bahwa Rasulullah pernah berpesan kepadanya, "Aku wasiatkan kepadamu untuk bertakwa kepada Allah dalam urusanmu yang rahasia maupun yang terang terangan. Jika kamu berdoa, berdoalah dengan baik! Janganlah kamu meminta sesuatu apa pun kepada orang lain! Jangan kamu menyimpan amanat ; dan janganlah kamu memberi keputusan di antara dua orang!" (HR. Ahmad)

Ilustrasi takwa. Foto: pixabay
  • Abu Hurairah menyatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda, "Aku wasiatkan kamu untuk bertakwa kepada Allah dan bertakbir setiap mendapati tanah yang tinggi!" (HR. Ahmad)

  • Salah satu doa Nabi berbunyi, "Ya Allah, datangkan untuk diriku ketakwaannya! Sucikanlah ia, sesungguhnya Engkaulah yang terbaik yang menyucikannya! Engkaulah penolong dan penguasanya." (HR. Ahmad)

  • Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram pun jelas. Di antara keduanya adalah perkara-perkara syubhat yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang. Maka barangsiapa memelihara diri dari yang syubhat, sungguh dia telah membersihkan agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa mengambil yang syubhat dia pun mengambil yang haram."

  • Nabi SAW bersabda: “Aku wasiatkan kamu untuk bertakwa kepada Allah, karena sesungguhnya takwa adalah pokok semua urusan. Hendaklah kamu berjihad, karena sesungguhnya jihad itu adalah ruhbaniyah (bakti total kepada Allah) di dalam Islam. Hendaklah kamu berdzikir kepada Allah dan membaca Alquran, karena sesungguhnya (jika kamu seperti itu) ruhmu di langit sementara dzikirmu di bumi.” (HR. Bukhari)

  • Rasulullah SAW bersabda: "Takutlah terjerumus kepada perkara-perkara haram, niscaya kamu menjadi manusia yang paling ahli ibadah; ridhalah kepada pembagian Allah untukmu, niscaya kamu menjadi manusia yang paling kaya; berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya kamu menjadi orang yang beriman (dengan iman yang sempurna); cintailah lain sebagaimana kamu mencintai dirimu orang sendiri, niscaya kamu menjadi orang yang ber-Islam (dengan Islam yang sempurna); dan janganlah kamu banyak tertawa karena sesungguhnya banyak tertawa itu mematikan hati.”

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu takwa?

chevron-down

Takwa adalah penjagaan diri seorang hamba terhadap kemurkaan Allah SWT dengan cara menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

Apa fungsi takwa bagi umat Muslim?

chevron-down

Agar bisa mendapat ridha Allah SWT beserta ampunan-Nya.

Apakah umat Muslim wajib memiliki takwa?

chevron-down

Allah SWT berfirman: “Bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kalian dikumpulkan!” (QS. Al-Maidah: 96)