2 Cara Menggunakan Pupuk NPK pada Tanaman yang Benar

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pupuk NPK adalah jenis pupuk yang mengandung beberapa unsur makromineral, yaitu nitrogen, fosfor, dan kalium. Makromineral dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah banyak untuk mendukung pertumbuhan.
Dikutip dari Pengantar Nutrisi Tanaman oleh Danner Sagala, dkk., (2022: 131), pupuk NPK termasuk kategori pupuk majemuk, yakni pupuk yang mengandung lebih dari satu macam unsur hara. Di pasaran, pupuk NPK telah dibuat dengan kadar dan kombinasi unsur hara yang beraneka ragam.
Pemberian pupuk NPK bermanfaat untuk menggantikan hilangnya unsur hara di dalam tanah dan memenuhi kebutuhan mineral sehingga produktivitas tanaman dapat meningkat. Adapun beberapa tujuan pemupukan dengan pupuk NPK, yaitu:
Melengkapi penyediaan unsur hara secara alami yang ada di dalam tanah untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
Menggantikan unsur hara yang hilang karena terangkut dengan hasil panen, pencucian, dan sebagainya.
Memperbaiki kondisi tanah yang kurang baik atau mempertahankan kondisi tanah yang sudah baik untuk pertumbuhan tanaman.
Pemupukan merupakan proses penting dalam budidaya tanaman. Karenanya, penting untuk mengetahui cara menggunakan pupuk NPK yang benar agar tidak salah langkah dalam pemupukan. Untuk memahami lebih jelas, simak informasinya di bawah ini.
Cara Menggunakan Pupuk NPK
Pemberian pupuk NPK umumnya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu melalui akar tanaman dengan sistem tabur dan kocor. Adapun cara menggunakan pupuk NPK dengan benar, yaitu:
1. Pemupukan dengan Sistem Tabur
Proses pemupukan dilakukan dengan cara menaburkan pupuk NPK ke dalam parit kecil yang sudah digali. Berikut langkah-langkahnya:
Gali tanah di sekeliling tanaman dengan kedalaman 5-7 cm hingga tercipta parit kecil.
Taburkan sekitar 1-2 sendok makan pupuk NPK atau sesuai usia tanaman ke dalam parit tersebut secara merata.
Tutup kembali parit dengan tanah agar pupuk tertimbun sempurna, kemudian siram dengan air.
Baca Juga: Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun Kering yang Mudah Dilakukan
2. Cara Menggunakan Pupuk NPK dengan Sistem Kocor
Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan melarutkan pupuk NPK terlebih dahulu. Kemudian disiramkan secara merata ke seluruh perakaran tanaman.
Dikutip dari Petunjuk Teknis Cara Menanam Sayuran Metode Urban Farming oleh Rini Mastuti (2021: 14), cara ini dikenal dengan sistem kocor dan lebih disarankan untuk pemupukan tanaman karena akar bisa langsung menyerap nutrisi pupuk yang sudah larut. Berikut langkah-langkahnya:
Larutkan pupuk NPK dan air dengan perbandingan 10:1. Jika menggunakan 1o gram pupuk NPK, siapkan ember berisi 1 liter air.
Campur pupuk dan air kemudian aduk larutan hingga seluruh bulir pupuk larut sempurna.
Setelah tecampur, gunakan cangkir atau gayung kecil untuk mengambil larutan pupuk.
Lakukan penyiraman atau pengocoran secara merata ke seluruh perakaran tanaman.
Jika tanaman berada di dalam polybag, siramkan larutan pupuk hanya setengah cangkir atau sebanyak 250 ml pada setiap polybag.
Usahakan saat penyiraman tidak boleh terkena batang tanaman karena dapat menyebabkan batang terbakar dan lama-kelamaan membusuk.
Lakukan pemupukan secara rutin sebanyak 1 kali seminggu.
(SFR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu pupuk NPK?

Apa itu pupuk NPK?
Pupuk NPK adalah jenis pupuk yang mengandung beberapa unsur makromineral, yaitu nitrogen, fosfor, dan kalium.
Apa yang dimaksud dengan pupuk majemuk?

Apa yang dimaksud dengan pupuk majemuk?
Pupuk majemuk yakni pupuk yang mengandung lebih dari satu macam unsur hara.
Apa manfaat pupuk NPK?

Apa manfaat pupuk NPK?
Pemberian pupuk NPK bermanfaat untuk menggantikan kehilangan unsur hara di dalam tanah dan memenuhi kebutuhan mineral sehingga produktivitas tanaman menjadi meningkat.
