Konten dari Pengguna

2 Cara Menghitung Bunga Deposit, Lengkap dengan Rumus dan Contohnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menghitung bunga deposito. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menghitung bunga deposito. Foto: Pexels

Ada 2 cara menghitung bunga deposit berjangka, yaitu berdasarkan total pendapatan per bulan dan total pendapatan per jatuh tempo. Cara ini bisa digunakan untuk mengetahui total bunga yang diperoleh atas investasi deposito.

Mengutip buku Akuntansi Perbankan dan Keuangan Mikro SMK/MAK Kelas XI oleh Fatkhudin Aziz, deposito adalah simpanan berjangka yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian antara nasabah dengan pihak bank.

Deposito menjadi salah satu opsi investasi yang banyak dipilih karena dianggap lebih aman dan mudah dikelola. Saat Anda menyimpan uang dalam bentuk deposito, bank memberikan bunga sebagai imbalan atas dana yang disetorkan. Lalu, bagaimana cara menghitung bunganya?

2 Cara Menghitung Bunga Deposit per Bulan

Ilustrasi menghitung bunga deposit. Foto: Pexels

Berikut adalah beberapa cara menghitung bunga deposito untuk mengetahui keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

1. Cara Menghitung Bunga Deposit Berdasarkan Total Pendapatan per Bulan

Metode pertama untuk menghitung bunga deposito adalah dengan mengetahui total pendapatan yang Anda terima setiap bulan. Berikut rumusnya:

  • Total Bunga Deposito = (Jumlah Setoran x Suku Bunga x 80% x 30 hari) : 365 hari

Sebagai catatan, angka 80% dalam rumus tersebut mengacu pada persentase pendapatan setelah pajak, yaitu 100% dikurangi 20%.

Contoh perhitungan:

Jika Anda ingin menyetor deposito senilai Rp50.000.000 selama 12 bulan dengan suku bunga 4% dan pajak sebesar 20%, maka perhitungan berdasarkan pendapatan per bulan adalah sebagai berikut:

Total bunga = (jumlah setoran x suku bunga x 80% x 30 hari) : 365 hari

Total bunga = Rp50.000.000 x 4% x 80% x 30 hari) : 365 hari = Rp131.506

Dari hasil perhitungan tersebut, Anda akan mendapatkan keuntungan bersih sebesar Rp131.506 setiap bulan.

2. Cara Menghitung Bunga Deposit Berdasarkan Total Pendapatan per Jatuh Tempo

Ilustrasi menghitung bunga deposito. Foto: Pexels

Cara kedua untuk menghitung bunga deposito adalah berdasarkan total pendapatan yang Anda terima setiap kali jatuh tempo. Berikut rumusnya:

  • Total Bunga Deposito = Jumlah Setoran + (Keuntungan Bunga Deposito – Jumlah Pajak Deposito)

Untuk menghitung keuntungan bunga deposito, gunakan rumus berikut:

  • Keuntungan Bunga Deposito = (Jumlah Setoran x Suku Bunga x Jumlah Tenor) : 365 hari

Selanjutnya, besaran pajak deposito dapat dihitung dengan rumus berikut:

  • Jumlah Pajak Deposito = Keuntungan Bunga Deposito x Tarif Pajak

Agar lebih jelas, berikut contoh perhitungannya:

Katakanlah Anda ingin menyetorkan deposito sebesar Rp50.000.000 selama 12 bulan, dengan suku bunga sebesar 3% dan pajak senilai 20%.

Pertama, hitung keuntungan bunga deposito sebagai berikut:

Keuntungan bunga deposito = (jumlah setoran x suku bunga x jumlah tenor) : 365 hari

Keuntungan bunga deposito = (Rp50.000.000 x 3% x 180 hari) : 365 hari = Rp739.726

Selanjutnya, hitung jumlah potongan pajak:

Jumlah pajak deposito = keuntungan bunga deposito x tarif pajak

Jumlah pajak deposito = Rp739.726 x 20% = Rp147.945

Setelah mengetahui keuntungan bunga deposito dan jumlah pajak yang harus dibayarkan, Anda dapat menghitung total bunga deposito sebagai berikut:

Total bunga deposito = jumlah setoran + (keuntungan bunga deposito - jumlah pajak deposito)

Total bunga deposito = Rp50.000.000 + (Rp739.726 - Rp147.945) = Rp50.647.781

Jadi, total pendapatan Anda saat jatuh tempo adalah sebesar Rp50.647.781.

Itulah beberapa cara menghitung bunga deposit beserta contohnya yang bisa dipahami. Cara di atas bisa digunakan untuk menghitung total pendapatan dari deposito dan merencanakan investasi Anda dengan lebih baik.

(SFR)