Konten dari Pengguna

2 Cerita tentang Hari Raya Idul Fitri untuk Anak SD

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cerita tentang Hari Raya Idul Fitri untuk anak SD. Foto: Vitaly Gariev/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cerita tentang Hari Raya Idul Fitri untuk anak SD. Foto: Vitaly Gariev/Unsplash

Usai libur Hari Raya Idul Fitri, siswa SD biasanya mendapat tugas menceritakan pengalamannya selama liburan. Tugas ini bertujuan melatih kemampuan menulis sekaligus membantu siswa menyusun cerita secara runtut dan mudah dipahami.

Dalam tugasnya, siswa dapat mengangkat berbagai momen berkesan, mulai dari takbiran, salat Id, hingga silaturahmi bersama keluarga. Menurut tips dalam buku Cara Mudah Menghadapi UAS 2007 SD susunan Tim Matrix Media Litereta, cerita sebaiknya disusun secara terperinci sesuai pengalaman yang dialami, agar mudah dipahami oleh pembaca.

Sebagai referensi, simak contoh cerita tentang Hari Raya Idul Fitri untuk anak SD berikut ini!

Contoh Cerita tentang Hari Raya Idul Fitri untuk Anak SD

Ilustrasi cerita tentang Hari Raya Idul Fitri untuk anak SD. Foto: Evgeni Tcherkasski/Unsplash

Berikut beberapa contoh cerita tentang Hari Raya Idul Fitri untuk anak SD yang bisa dijadikan referensi:

1. Kegiatanku di Hari Pertama Idul Fitri

Pada hari pertama Lebaran, kegiatanku dimulai dengan melaksanakan salat Id. Setelah selesai salat, aku melakukan tradisi sungkeman atau bersalam-salaman dengan ayah, bunda, dan kakak di rumah.

Sebelum berangkat untuk silaturahmi ke tempat lain, aku makan di rumah terlebih dahulu karena bunda sudah memasak banyak sekali hidangan khas Lebaran, seperti opor dan rendang. Banyak juga tetangga yang datang berkunjung ke rumah untuk bersalam-salaman dan makan bersama.

Setelah itu, aku berangkat ke rumah nenek untuk bersilaturahmi dengan nenek serta om-tante. Aku juga menyempatkan diri berkunjung ke rumah sepupu-sepupu untuk saling bermaaf-maafan. Bagi saudara-saudara yang rumahnya jauh, aku hanya bisa bersilaturahmi melalui video call.

Demikianlah cerita pengalamanku, tetap semangat ya teman-teman semua. Sampai jumpa!

Sumber: YouTube Divya

2. Keseharianku saat Libur Lebaran

Aku dan keluarga bangun sekitar pukul 05.30 pagi untuk mandi, sarapan, dan bersiap melaksanakan salat Id. Setelah selesai salat, kami bersalaman dengan tetangga di masjid lalu pulang ke rumah untuk bermaaf-maafan dengan keluarga inti.

Setelah itu, kami berkeliling ke rumah saudara terdekat. Siangnya, kami menunggu kedatangan keluarga besar di rumah untuk makan ketupat bersama.

Aku tidak perlu pergi ke rumah nenek, karena nenek sudah menginap di rumahku. Rumah nenek memang sangat jauh, makanya beliau menginap sejak beberapa hari sebelum Lebaran.

Pada malam setelah Lebaran, kami menyempatkan diri jalan-jalan ke pasar malam sebelum akhirnya pulang. Kemudian, di hari kedua Lebaran, aku pergi ke rumah kakaknya nenek untuk bersilaturahmi, bermaaf-maafan, dan saling bertukar cerita. Setelah dari sana, kami sekeluarga mampir ke mall untuk makan siang dan lanjut menonton bioskop sampai malam hari sebelum kembali ke rumah.

Lalu, di hari ketiga Lebaran, aku berkunjung ke rumah kakaknya mama. Setelah selesai bersilaturahmi, kami melanjutkan perjalanan ke salah satu restoran untuk makan bersama berdasarkan rekomendasi dari adiknya mama.

Sumber: YouTube Keysyaa

Baca Juga: 45 Ucapan Halal Bihalal di Kantor yang Sopan dan Berkesan

(NSF)