2 Contoh Liturgi Ibadah Natal yang Lengkap

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Natal bukan sekadar perayaan suka cita mengenang kelahiran Yesus Kristus. Lebih jauh, hari ini merupakan momen untuk mensyukuri dan menghayati pesan yang dibawa Sang Juru Selamat ke dunia.
Penghayatan ini biasanya dilakukan umat saat berlangsungnya liturgi ibadah Natal di gereja. Merujuk pada laman Learn Religions, liturgi adalah persembahan umat kepada Tuhan yang dilakukan secara khidmat.
Liturgi memiliki rangkaian atau susunan tertentu, mulai dari pembukaan, menyanyikan lagu, puji-pujian, khotbah, hingga pemberkatan. Untuk memahami pelaksanaannya dengan baik, simak contoh liturgi ibadah Natal di bawah ini.
Contoh Liturgi Ibadah Natal
Pada dasarnya, liturgi ibadah Natal memiliki rangkaian yang hampir serupa. Berikut beberapa contoh lengkapnya:
Contoh 1
Mengutip laman GKE Kalawa Kapuas dalam rangkaian liturgi Natal pada 2023, berikut ini contoh penyusunannya:
1. Panggilan beribadah dan jemaat diminta berdiri
Pada sesi ini, liturgos atau pendeta akan mengucapkan beberapa kalimat yang disahuti jemaatnya. Berikut ucapannya:
Liturgos: Haleluya! Berbahagialah orang, yang hatinya takut akan Tuhan. Haleluya! Berbahagialah orang, yang menyukai segala titah-Nya.
Jemaat: Anak-cucunya berkuasa di bumi, generasinya dilimpahi berkat. Di rumahnya ada harta kekayaan, kebajikannya tetap selamanya.
Liturgos: Di dalam gelap terbit terang baginya kasih sayang memenuhi hatinya. Mujur orang yang menaruh belas kasih, yang setulus hati mau meminjamkan.
Liturgos + jemaat: Haleluya! Berbahagialah orang, yang hatinya takut akan Tuhan. Haleluya! Berbahagialah orang, yang menyukai segala titah-Nya.
2. Menyanyikan lagu “Hai Mari Berhimpun”
Hai mari, berhimpun, dan bersuka ria! Hai mari semua ke Betlehem!
Lihat yang lahir, raja bala sorga!
Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
Terang yang ilahi, Allah yang sejati, t'lah turun menjadi manusia.
Allah sendiri dalam rupa insan!
Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia
Sembah dan puji dia, tuhanmu!
Gembala dipanggil, dari padang raya, menuju palungannya yang rendah
Kita pun turut bergegas ke sana!
Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
3. Votum dan Salam
Pertolongan kepada kita adalah dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai saudara sekalian. Amin
4. Menyanyikan lagu “Sungguh Mulia”
Sungguh mulia berkarunia
Hari Natal yang kudus
Duka berakhir Kristus tlah lahir
Mari bernyanyi dengan merdu
Sungguh mulia berkarunia
Hari Natal yang kudus
Damai Ilahi nyata kembali
Mari bernyanyi dengan merdu
Sungguh mulia berkarunia
Hari Natal yang kudus
Sambut semua pujian sorga
Mari bernyanyi dengan merdu
Sambut semua pujian sorga
Mari bernyanyi dengan merdu
Mari bernyanyi dengan merdu
5. Doa Natal oleh pendeta
6. Puji-pujian
7. Pembacaan Alkitab
Yesaya 9: 1 - 5
Lukas 2: 1 - 7
8. Puji-pujian
9. Penyalaan lilin Natal
Saat lilin dinyalakan, jemaat diminta berdiri dan menyanyikan “Malam Kudus”, berikut liriknya:
Malam kudus, sunyi senyap; dunia terlelap
Hanya dua berjaga terus ayah bunda mesra dan kudus
Anak tidur tenang
Anak tidur tenang
Malam kudus, sunyi senyap
Kabar baik menggegap; bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya
"Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!"
Malam kudus, sunyi senyap
Kurnia dan berkat tercermin bagi kami terus di wajah-Mu
Ya Anak kudus, cinta kasih kekal, cinta kasih kekal
10. Menyanyikan pujian “Yesus Lahir”
B'ritakanlah pada dunia
Kabar sukacita
C'ritakanlah pada semua
Yesus lahir kedunia
S'luruh umat manusia
Bersukacita
Menyambut Dia sang raja
Lahir kedunia jadi manusia
Surga bumi bersuka
Menyembah Dia
Tinggikanlah nama-Nya
Yesus Tuhan Raja
11. Khotbah Natal
12. Puji-pujian
13. Doa syafaat
14. Puji-pujian
15. Persembahan syukur
Pengantar persembahan berbunyi, “Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!”
Setelah itu, membaca doa dan menyanyikan lagu persembahan, yakni “Kandang Domba itu Rumah-Nya”, berikut liriknya:
Kandang domba itu rumah-Nya, palungan hewan petiduran-Nya, lahir dari Bunda Maria Pangeran Mahamulia.
Aku pun hendak ke Betlehem, supaya ‘ku melihat-Nya di tempat yang hina rendah, Pangeran Mahamulia.
Bintang indah, hai tunjukkanlah di mana Yesus dan palungan-Nya. Hai gembala, bangun segera menengok Jurus’lamatmu.
Hai malaikat, pujilah terus kemuliaan Allah yang kudus. Bayi itulah Sang Penebus dan Jurus’lamat dunia.
Aku kaya oleh miskin-Mu, selamat oleh hidup suciMu, ‘ku dibasuh oleh darah-Mu, bahagia oleh salib-Mu.
16. Berkat
Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, memelihara hati dan pikiran saudara dalam pengetahuan akan kasih Allah dan Anak-Nya, Yesus Kristus Tuhan kita. Berkat Allah Yang Maha Kasih menyertai saudara sekalian.
Contoh 2
Berikut contoh rangkaiannya yang diambil dari liturgi ibadah Natal GKJ Klaten pada 2021:
1. Pembukaan
Tuhan memberimu tanda seorang perawan yang akan mengandung serta melahirkan seorang anak laki laki, namanya akan disebut Imanuel yang berarti Allah beserta kita.
Tetapi engkau Betlehem, darimu akan bangkit seorang yang akan memerintah Israel yang sudah ada sejak dahulu kala sekarang dan selamanya.
Bagi kita seorang anak telah lahir, untuk kita seorang putra diberikan dan pemerintahan ada di atas bahunya. Namanya akan disebut penasihat ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai.
2. Menyanyikan lagu “Besar Setia-Mu”
3. Narasi
Pada mulanya adalah Cinta Allah yang merajut semesta. Cinta yang membentuk simfoni dalam alunan kedamaian di dunia. Semua tercipta karena Cinta-Nya, semua terpelihara dalam kasih-Nya, semua berjalan pada alurnya sebagai mestinya.
Semua hidup dalam hangat rengkuhan-Nya. Cinta hadir dalam terang Sang Surya, lewat titik embun yang perlahan menguap. Lewat tunas muda yang tumbuh dan mekarnya pucuk bunga. Lewat kicau burung dalam hempasan gelombang.
Juga lewat lahirnya Anak Manusia, sebagai tanda kasih-Nya pada kita. Patutlah kita angkat suara puji Dia, karena karya Cinta-Nya bagi semesta. Sambutlah dan sembahlah, berhimpun dan bersukaria!
4. Menyanyikan lagu “Hai Mari Berhimpun”
Hai mari, berhimpun, dan bersuka ria! Hai mari semua ke Betlehem!
Lihat yang lahir, raja bala sorga!
Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
Terang yang ilahi, Allah yang sejati, t'lah turun menjadi manusia.
Allah sendiri dalam rupa insan!
Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia
Sembah dan puji dia, tuhanmu!
Gembala dipanggil, dari padang raya, menuju palungannya yang rendah
Kita pun turut bergegas ke sana!
Sembah dan puji Dia, sembah dan puji Dia
Sembah dan puji Dia, Tuhanmu!
5. Votum dan salam
Penolong kita adalah Tuhan yang menciptakan langit, bumi dan segala isinya, dan yang merengkuh kerapuan ciptaan dalam kasih-Nya. Amin.
6. Pengakuan dosa (umat duduk)
Dalam harmoni yang indah Sang Pencipta di semesta, ciptaan tersemai penuh cinta. Sampai akhirnya keberdosaan menjatuhkan kita dari kasih-Nya. Hanya ada kerapuhan dan kesedihan, semua cinta terasa menghilang.
Kecewa menghampiri, marah tak jarang ditemui, sakit hati tak sanggup dihindari, hingga akhirnya luka selalu setia menemani. Hidup terasa dipenuhi dengan kecewa dan iri hati.
Terombang-ambing oleh hantaman dosa, gentar menghadap rasa takut. Tanpa sadar luka dalam diri melahirkan luka bagi yang lain, kehendak hati menjadi pandu dalam bercucap dan berujar, Tuhanku, ampunilah!
7. Berita anugerah (umat berdiri)
Aku lemah, namun masih saja bertahan, aku rapuh, namun merasakan rengkuhan penuh, hatiku patah, namun tak hilang arah, dalam kehancuran ku rasakan penguatan. Bagi setiap kita yang lemah, patah, hancur dan rapuh, tersedia baginya Berita Anugerah di dalam Roma 5:4-5 yang demikian firman-Nya:
“dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.”
8. Umat menyanyikan lagu “Gita Sorga Bergema”
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!
Damai dan sejahtera turun dalam dunia."
Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,
Permaklumkan Kabar Baik; Lahir Kristus, T'rang ajaib!
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!"
Yang di sorga disembah Kristus, Raja yang baka,
lahir dalam dunia dan Maria bundaNya.
Dalam daging dikenal Firman Allah yang kekal;
dalam Anak yang kecil nyatalah Imanuel!
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!"
Raja Damai yang besar, Suraya Hidup yang benar,
menyembuhkan dunia di naungan sayapNya,
tak memandang diriNya, bahkan maut dit'rimaNya,
lahir untuk memberi hidup baru abadi!
Gita sorga bergema, "Lahir Raja mulia!"
9. Pelayanan firman (umat duduk)
Bacaan pertama: Yesaya 62:6-12
Bacaan tanggapan: Mazmur 97
Bacaan kedua: Titus 3:4-7
Bacaan Injil: Yohanes1:1-14.
Khotbah sesuai tema yang dibawakan
10. Pengakuan iman Rasuli
Bersama dengan umat Allah di sepanjang masa, mari kita ikrarkan dan kita teguhkan kembali akan apa yang kita imani dengan bersama mengucapkan Pengakuan Iman Rasuli.
11. Pengutusan dan berkat
Sang Bapa pencipta langit dan bumi, Sang Anak yang menjadi daging di dalam Tuhan Yesus Kristus, Roh Kudus Sang Penuntun, akan menyertai perjalanan hidup kita untuk mewartakan Damai Sejahtera di dunia sampai penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan pernyataan kemulian Allah yang Maha besar. Amin.
(DEL)
