2 Doa Buka Puasa Qadha yang Bisa Dilafalkan Umat Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Allah SWT mewajibkan puasa di bulan Ramadhan kepada seluruh umat Islam yang sudah baligh dan berakal sehat. Kendati demikian, Islam memberikan keringanan bagi siapa saja yang berhalangan menunaikan. Ia bisa menggantinya dengan puasa qadha di luar bulan Ramadhan.
Mengutip Panduan Terlengkap Ibadah Muslim "Sehari-Hari" susunan KH. Muhammad Habibillah, puasa qadha adalah puasa yang dilakukan oleh seseorang untuk mengganti puasa wajib yang tertinggal karena alasan tertentu. Misalnya sakit, dalam perjalanan, atau hal lain yang dibolehkan oleh syar'i.
Dalam menjalankan puasa qadha, terdapat sejumlah etika yang baik dilakukan yakni membaca niat dan doa buka puasa. Mengutip Dahsyatnya 7 Puasa Wajib, Sunnah, & Thibbun Nabawi oleh Maryam Kinanthi, membaca doa buka puasa termasuk dalam adab sunnah berpuasa bersamaan dengan menyegerakan berbuka.
Sejatinya, lafal doa buka puasa qadha sama dengan doa puasa wajib Ramadhan. Terkait doa tersebut, ada beberapa versi yang dijelaskan dalam hadist. Pertama yang menggunakan awalan Allahumma laka shumtu dan yang kedua memakai Dzahaba dzhoma'u.
Merujuk NU Online, kedua doa ini sama-sama shahih karena memiliki makna kebaikan dan rasa syukur. Berikut lafal doa buka puasa qadha yang dapat dilafalkan umat Islam.
Baca Juga: Puasa Qadha Boleh Hari Apa Saja? Begini Ketentuannya
Doa Buka Puasa Qadha
اَللّٰهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa'alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.
Artinya: "Ya Allah karenaMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmatMu, Ya Allah yang Tuhan Maha Pengasih," (HR Bukhari dan Muslim).
Doa buka puasa lainnya
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabadh dhoma-u wabtalatil uruqu wa tsabatal ajru insyaa-allah.
Artinya: "Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah." (HR. Bukhari dan Muslim).
Keutamaan dan Manfaat Puasa
Puasa memiliki berbagai manfaat, baik untuk kesehatan maupun spiritual, berikut di antaranya:
Manfaat Puasa secara Spiritual
1. Meningkatkan ketakwaan dan kemudahan rezeki
Puasa merupakan salah satu cara untuk meningkatkan ketakwaan bagi seorang Muslim. Sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Baqarah ayat 183, Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa."
Sementara itu, bagi orang yang bertakwa dan menunaikan puasa, Allah akan sangat sangat bermurah hati kepadanya. "Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupi(keperluan)nya." (QS. At Talaq 2-3).
2. Mendapatkan petunjuk/perlindungan pada hari kiamat
Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa puasa dan Al-Quran dapat menjadi penolong seorang hamba di akhirat kelak. Hal ini sebagaimana tertuang dalam sebuah hadist yang berbunyi, “Pada hari kiamat, ibadah puasa dan Al Quran dapat memberi syafaat kepada para hamba Allah." (HR. Ahmad).
3. Masuk ke Surga dengan pintu khusus
Ar-Royyan merupakan nama pintu surga khusus bagi orang-orang yang berpuasa. Orang yang berpuasa akan memasuki surga melalui pintu ini dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut, kecuali mereka.
"Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka" (HR. Bukhari)
Baca juga: Niat Puasa Ganti Ramadhan karena Haid dan Tata Cara Membayarnya
Manfaat Puasa untuk Kesehatan
Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu'aim, "Berpuasalah maka kamu akan sehat." Berikut sederet manfaat puasa bagi kesehatan.
1. Perlindungan terhadap fungsi ginjal
Ketika berpuasa, konsumsi air menjadi terkendali sehingga efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal mencapai 1000-12.000 ml osmosis/kg air. Dalam keadaan tertentu hal ini akan memberi perlindungan terhadap fungsi ginjal.
2. Menyehatkan persendian
Sebuah penelitian membuktikan bahwa puasa bisa mengurangi radang sendi dan meningkatkan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.
3. Menguatkan otak
The National Institute for Aging melakukan percobaan pada binatang. Tikus diberi makanan dengan kalori minimum, dan hasilnya justru berumur dua kali lebih panjang.
Tikus yang puasa (sengaja tidak diberi makan) ternyata lebih sensitif terhadap insulin dan tak perlu banyak memproduksi hormon tersebut. Insulin dalam kadar tinggi biasanya dihubungkan dengan lemahnya otak dan diabetes. Insulin dihasilkan untuk mengendalikan kadar gula setelah makan.
Percobaan selanjutnya dilakukan pada manusia, dan ternyata dapat melindungi jantung, sistem peredaran darah, dan melindungi otak dari penyakit tua seperti Alzheimer.
(ANS)
Frequently Asked Question Section
Apa manfaat spiritual berpuasa?

Apa manfaat spiritual berpuasa?
Salah satunya bisa masuk surga melalui pintu khusus yakni Ar-Royyan. Orang yang berpuasa akan memasuki surga melalui pintu ini dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut, kecuali mereka.
Apakah berpuasa dapat menyehatkan persendian?

Apakah berpuasa dapat menyehatkan persendian?
Sebuah penelitian membuktikan bahwa puasa bisa memberikan efek membaiknya radang sendi dan peningkatan kemampuan sel penetral dalam membasmi bakteri.
Apa saja tiga golongan yang doanya tidak ditolak?

Apa saja tiga golongan yang doanya tidak ditolak?
"Ada tiga golongan orang yang tidak akan ditolak doa mereka, orang yang berpuasa hingga berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang dizalimi." (HR Tarmizi).
