2 Khutbah Jumat 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sepuluh malam terakhir Ramadhan dikenal sebagai waktu yang istimewa dalam Islam. Pada masa inilah terdapat malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Karena keutamaan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal ibadah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Pesan tentang sepuluh hari terakhir Ramadhan ini bisa disampaikan lewat khutbah Jumat.
Biasanya, khatib akan mengingatkan umat tentang pentingnya memanfaatkan sisa Ramadhan dengan baik. Lalu, jemaah juga akan diajak untuk meraih keberkahan yang tersimpan di malam istimewa ini.
Jika butuh referensi, simak contoh khutbah Jumat 10 hari terakhir bulan Ramadhan selengkapnya di bawah ini!
Khutbah Jumat 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan
Berikut ini adalah beberapa khutbah Jumat yang dapat dijadikan referensi, sebagaimana yang dihimpun dari buku Kumpulan Kultum Setahun karya Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub.
Khutbah 1
Hadirin, jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah Ta’ala.
Marilah memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan semesta alam yang senantiasa melimpahkan nikmat serta rahmat-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, sosok teladan yang telah membawa umat manusia dari masa kegelapan menuju cahaya terang benderang.
Alhamdulillah, Ramadhan kini telah sampai pada penghujungnya. Umat Islam sedang berada pada sepuluh hari terakhir bulan yang penuh keberkahan ini. Pada masa tersebut, Rasulullah SAW memberikan teladan dengan meningkatkan ibadah, salah satunya melalui amalan itikaf.
Itikaf merupakan ibadah dengan berdiam diri di dalam masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan ini dilakukan dengan memperbanyak ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta berdoa.
Dalam sebuah riwayat dari Aisyah Radhiyallahu Anha, ia berkata, "Bahwa Nabi Muhammad SAW beritikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkannya. Kemudian para istrinya beritikaf sepeninggal beliau."
Hadirin yang dirahmati Allah,
Orang yang sedang beritikaf dianjurkan untuk tetap berada di dalam masjid. Keluar dari masjid hanya diperbolehkan untuk keperluan yang memang tidak dapat dilakukan di dalamnya, seperti berwudhu, mandi junub, buang hajat, atau memenuhi kebutuhan makan dan minum.
Selama menjalani itikaf, seorang Muslim hendaknya memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah. Aktivitas seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, salat sunnah, serta berdoa menjadi amalan utama yang sebaiknya dilakukan. Sebaliknya, terlalu banyak berbincang atau melakukan hal-hal yang tidak berkaitan dengan ibadah sebaiknya dihindari. Hal tersebut dapat mengurangi tujuan utama dari itikaf, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain itu, itikaf juga memiliki batasan tertentu. Salah satunya adalah larangan mencampuri istri selama menjalani itikaf. Ketentuan ini disebutkan dalam firman Allah SWT:
“… tetapi janganlah kamu campuri mereka itu sedang kamu beritikaf dalam masjid …” (QS. Al-Baqarah: 187).
Hadirin yang berbahagia,
Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan kesempatan berharga untuk memperbanyak amal saleh. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan untuk mengisi sisa Ramadhan dengan amal terbaik serta menerima seluruh ibadah yang telah dilakukan.
Khutbah 2
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kesempatan merasakan keberkahan bulan Ramadhan. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, teladan bagi umat dalam menjalankan ibadah, termasuk dalam memperbanyak salat, puasa, dan membaca Al-Qur’an.
Hadirin, jamaah Jumat hafidhakumullah
Pada sepuluh hari terakhir Ramadhan terdapat malam yang sangat mulia, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadar ayat 1–5:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar."
Ayat tersebut menunjukkan betapa besar karunia yang Allah berikan kepada umat Islam. Ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah SWT.
Para ulama memang memiliki perbedaan pendapat mengenai waktu pasti terjadinya malam tersebut. Namun Rasulullah SAW memberikan petunjuk agar umat Islam mencarinya pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Hadirin, jamaah shalat Jumat yang berbahagia
Di antara tanda-tanda yang sering dikaitkan dengan datangnya Lailatul Qadar, antara lain suasana malam yang terasa tenang, angin yang sejuk, serta perasaan damai di dalam hati. Karena itu, setiap Muslim dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan. Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika berharap bertemu Lailatul Qadar adalah:
اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ اَلْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka mengampuni maka ampunilah aku."
Semoga Allah SWT memberikan kesempatan meraih kemuliaan Lailatul Qadar serta menerima seluruh amal ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadhan.
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.
Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026.
Baca Juga: 10 Ceramah Singkat Ramadhan dan Judulnya sebagai Referensi
(SA)
