Konten dari Pengguna

2 Khutbah Jumat Bulan Rajab 2026 untuk Referensi Khatib

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi khutbah Jumat bulan Rajab. Foto: Unsplash/MasjidPogungRaya
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi khutbah Jumat bulan Rajab. Foto: Unsplash/MasjidPogungRaya

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam yang sarat dengan keutamaan. Pada bulan ini, Allah SWT akan melipatgandakan pahala bagi umat Islam yang memperbanyak amal ibadah dan kebaikan.

Karena itu, memasuki bulan Rajab, khatib biasanya mengingatkan jemaah salat Jumat untuk memperbanyak amal ibadah. Hal ini disampaikan melalui khutbah Jumat dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami.

Sebagai referensi, artikel ini membagikan contoh teks khutbah Jumat bulan Rajab 2026 yang dapat direnungkan maknanya.

Contoh Khutbah Jumat Bulan Rajab 2026

Ilustrasi khutbah Jumat bulan Rajab. Foto: unsplash.com/NilsHuenerfuerst.

Dalam khutbah Jumat, khatib biasanya menyampaikan nasihat, ajakan, dan ilmu yang bermanfaat. Materi yang disampaikan umumnya menyesuaikan dengan momen yang sedang berlangsung. Misalnya, pada saat bulan Rajab, khatib akan menekankan keutamaan bulan tersebut.

Berikut contoh khutbah Jumat bulan Rajab 2026 yang bisa dijadikan referensi untuk disampaikan pada jemaah:

1. Hikmah Bulan Rajab

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَفَقَنَا لِأَدَاءِ الْجَمْعِ وَالْجَمَاعَةِ وَهَدَانَا إِلَى سَبِيلِ اكْتِسَابِ اكْمَلِ السَّعَادَاتِ اشْهَدُ أَنْ لا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ رَبُّ الْأَرَضِينَ وَالسَّمَوَاتِ وَاشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولَهُ الْمُوَيَدُ بِأَفْضَلِ الْآيَاتِ وَالْمُعْجِزَاتِ اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْمَخْلُوقَاتِ ، صَلَاةً تنجينا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالْافَاتِ وَعَلَى الهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ مَا تَعَاقَبَ الْأَوْقَاتِ وَالسَّاعَاتِ.

امَّا بَعْدُ : فَيَا عِبَادَ اللَّهِ أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بتقوى اللهِ وَافْعَلُوا الْخَيْرَاتِ وَاجْتَنِبُوا عَنِ السَّيِّئَاتِ وَحَافِظُوا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُورِ الجَمْعِ وَالْجَمَاعَاتِ .

Hadirin jamaah Jum'ah rahimakumullah

Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah atas lim-pahan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga pada hari ini kita bisa menjalankan kewajiban ibadah shalat Jum'at. Untuk mewujudkan rasa syukur tersebut, marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah, dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya, sekecil apa pun.

Hadirin jamaah Jum'ah rahimakumullah

Ada seluruh keluarga orang yang mencintai Rajab, yang jatuh cinta kepada Allah. serupa ditegaskan dalam firman-Nya:

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS Taubat: 36)

Empat bulan haram yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah: bulan Zulka'dah, Zulhijjah, Muharram dan rajab. Empat bulan ini disebut haram, karena adanya larangan berbuat aniaya dan peperangan pada bulan-bulan tersebut.

Hadirin jamaah Jum'ah rahimakumullah

Bulan Rajab memang bulan mulia, namun keagungannya tidak berarti apa-apa jika tidak diisi dengan amal ibadah. Dalam hal ini, banyak hadits yang menjelaskan bahwa amalan utama di bulan Rajab adalah berpuasa sunnah. Orang yang berpuasa pada hari pertama bulan Rajab, maka dihapuslah dosanya setahun yang lalu, pada hari kedua akan dihapus dosanya sebulan yang lalu, dan hari ketiga akan dihapus dosanya seminggu yang lalu.

Jika bulan ini bulannya Allah, maka sudah seharus kita sebagai hamba-Nya serta memuliakan bulan rajab dengan amalan puasa dan amalan-amalan lainnya. Selain itu, bulan rajab juga bisa disebut bulan persiapan menyambut datangnya bulan Ramadhan. Dengan menjalankan amal kebaikan di bulan ini, kita berharap saat Ramadhan tiba, hati dan jiwa kita benar-benar bersih. Sehingga kita bisa khusyu' dalam menjalankan ibadah.

Rajab adalah bulan yang dekat dengan bulan Ramadhan. Antara Rajab dan Ramadhan hanya dipisahkan dengan Sya'ban. Di antara kebiasaan para ulama dahulu, mereka menyiapkan diri menyambut bulan Ramadhan sejak bulan Rajab.

Demikian khotbah yang saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga ada guna dan manfaatnya bagi kita sekalin. Semuga Allah senantiasa melimpahkan hidayah-Nya, sehingga kita bisa mengisi hari-hari rajab dengan amal ketaatan. Amin.

بارك الله فيك وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلْ مِنِّي وَمِنكُمُ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ العليم . أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَ اسْتَغْفِرُ الله العَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَ المُسلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرحيمُ .

Sumber: Materi Khutbah Jumat Sepanjang Tahun oleh muhammad Khatib, S. Pd. I

2. Keutamaan Beribadah di Bulan Rajab

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ إنَّـكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

قَالَ اللهُ تَعَالَى: أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

Jamah salat Jumat yang dimuliakan Allah

Hadirin Jamaah salat Jumat yang insya Allah selalu berada dalam naungan rahmat dan hidayah Allah SWT, kita tak henti-hentinya memuji dan bersyukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan kita iman dan Islam, karunia yang sangat besar yang Dia berikan kepada hamba-Nya. Tentu saja, kita bersyukur atas nikmat ini. Semua pujian hanya milik Allah, Alhamdulillah. Tidak pantas bagi manusia untuk mengharapkan pujian dan merasa berjasa.

Pada kesempatan yang mulia ini, selaku khatib mengajak semua orang yang hadir untuk terus meningkatkan keimanan dan ketak-waan kita kepada Allah Swt. Keimanan berarti kita senantiasa sela-lu berusaha untuk menghadirkan Allah dalam setiap situasi dan ke-adaan dengan berzikir dan melakukan segala perintah-Nya. Takwa berarti kita senantiasa melibatkan Allah dalam setiap masalah yang kita hadapi dengan berdoa, memohon pertolongan, dan meminta bantuan dari-Nya.

Selanjutnya, salawat serta salam semoga selalu tercurah tak henti-hentinya kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya dan para sahabatnya.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Imam Ghazali dalam kitabnya Mukasyafatul Qulub, mengisah-kan bahwa ada seorang perempuan di Baitul Maqdis yang rajin beribadah dan selalu membaca surat Al-Ikhlas hingga 12.000 kali setiap harinya selama bulan Rajab. Tidak dijelaskan secara rinci bagaimana perempuan tersebut melakukan amalannya itu. Akan tetapi, jumlah ayat surat Al-Ikhlas yang hanya 4 ayat tentu tidak lah sulit untuk melaksanakannya.

Selama melaksanakan keistiqamahannya itu, perempuan tersebut selalu mengenakan pakaian (selimut) yang terbuat dari bulu kambing atau kain wol. Pakaian tersebut adalah pakaian yang paling sederhana pada waktu itu.

Hal ini juga menunjukkan bahwa perempuan tersebut benar-benar mengagungkan bulan Rajab, serta ingin mendekatkan diri dengan Allah dengan tidak memakai pakaian yang mewah. Perempuan itu istiqamah melakukan amalannya setiap bulan Rajab hingga kematian menjemputnya.

Hingga pada suatu hari, perempuan ter-sebut sakit keras dan berwasiat kepada sang anak laki-lakinya. Jika kelak dia meninggal, supaya dikuburkan dan dikafani dengan kain atau pakaian yang selau dikenakan untuk berzikir.

Akan tetapi wasiat itu tidak dilaksanakan oleh sang anak, karena ketika ibunya meninggal sang anak mengafani jenazahnya dengan kain dan pakaian yang mahal, bukan dengan pakaian yang biasa digunakan untuk berzikir yang terbuat dari bulu kambing.

Jamaah Jumat yang mati Allah

Akhirnya pada suatu malam, sang anak laki-laki tersebut bermimpi bertemu sang ibu dalam keadaan marah. Ibunya berkata, "Wahai anakku, aku tidak rida kepadamu, karena kamu tidak melaksanakan wasiatku".

Mendapatkan mimpi seperti itu, sang anak kaget dan ketakutan. Kemudian dia segera bergegas mengambil selimut dari bulu domba milik ibunya untuk dikuburkan bersamanya. Kemudian sang anak bergegas ke pemakaman sang ibu, dan menggali lagi kuburannya. Akan tetapi betapa kagetnya sang anak, ketika tidak mendapati jenazah ibunya di dalam kuburan tersebut.

Melihat hal tersebut, dia bingung dan takut. Jangan-jangan jenazah ibunya tidak ada akibat kesalahannya yang tidak melaksanakan wasiatnya. Sang anak masih bingung dan sedih, karena jenazah ibunya tidak ada di dalam kuburnya.

Tiba-tiba dia mendengar suara yang berkata, "Tidakkah engkau tahu, bahwa barangsiapa taat dan beribadah kepada kami di bulan Rajab, maka dia tidak akan kami tinggalkan sendirian di dalam kuburnya."

Mendengar hal itu, dia masih sedih dan menyesal karena tidak melaksanakan wasiat terakhir ibunya, akan tetapi dia juga bahagia karena dia tahu di mana jenazah sang ibu, yaitu berada di samping sang pencipta berkah keistiqamahannya dalam berzikir dan beribadah.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Inilah salah satu kisah, yang menjelaskan tentang keutamaan zikir dan istiqamah beribadah di bulan Rajab. Bahwa Allah SWT, tidak akan meninggalkan jasad orang-orang yang istiqamah berzikir dan beribadah kepada-Nya dikuburan sendirian.

Karena bulan Rajab adalah bulan Allah Swt., yang besar, dan bulan kemuliaan. Dimana dalam bulan ini perang dengan orang-orang kafir juga dilarang. Dan juga banyak ladang pahala untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Menutup khutbah ini mari kita mempersiapkan diri untuk me-nyambut datangnya bulan Rajab dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan, meningkatkan kualitas amalan wajib dan memper-banyak amalan-amalan sunah dan berdoa agar diberi keberkahan dan dapat melompati bulan Ramadhan. "Allahumma baarik lana fii Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan."

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Demikian khutbah ini disampaikan. Semoga kita senantiasa mampu mengambil hikmah di setiap kejadian untuk menempa kita menjadi manusia-manusia ahluttaqwa dan ahlul maghfirah sehingga digolongkan dalam kelompok manusia yang mendapat kebaikan, baik kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat. Amin.

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّلِحَتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ لا

بارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ

وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ

وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتِهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ

وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالمُسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Sumber: Mutiara Khutbah Jumat: Kisah-Kisah Berhikmah Pembangun Jiwa oleh Ridhoul Wahidi

Baca Juga: Berapa Hari Puasa Rajab Dianjurkan? Ini Informasinya

(NSF)