2 Kultum Akhir Ramadhan yang Menyentuh Hati

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjelang akhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan muhasabah diri agar tidak menyia-nyiakan sisa hari yang penuh berkah. Di samping itu, dianjurkan pula untuk memperbaiki kualitas diri dan memohon ampunan Allah SWT.
Sebagai bahan renungan, umat Islam dapat mendengarkan kultum akhir Ramadhan yang berisi nasihat agar semangat beribadah sampai hari kemenangan tiba. Jika butuh referensi, simak ragam contohnya dalam artikel berikut ini!
Contoh Kultum Akhir Ramadhan
Dikutip dari berbagai sumber, berikut contoh kultum akhir Ramadhan yang menyentuh dan dapat dijadikan sebagai referensi.
Contoh 1
Ramaikan Masjid, Raih Kebajikan
Jamaah yang dicintai Allah,
Menjelang akhir Ramadhan, tepatnya mendekati hari Lebaran, umat Islam umumnya berbondong-bondong menuju pusat perbelanjaan (mal). Bahkan, jauh-jauh hari, rencana belanja itu sudah ditetapkan sedemikian rupa. Sehingga suasana belanja pun terasa sangat antusias dan meriah, seolah-olah tidak ada waktu belanja lagi.
Mal-mal pun tampak penuh sesak. Akan tetapi, semua itu tidak mengurangi semangat berbelanja. Ditambah dengan iming-iming diskon dan lain-lainnya, mal pun menjadi tempat favorit mengisi akhir-akhir Ramadhan, utamanya pada malam hari.
Sementara itu, kian menuju akhir Ramadhan, masjid yang semestinya dimakmurkan dengan itikaf dan berbagai kegiatan ibadah lainnya, justru semakin lengang, sepi. Semangat awal Ramadhan seolah lenyap tanpa jejak.
Inilah yang ironis. Justru pada 10 malam terakhir para malaikat Allah turun dari langit mendoakan hamba-hambanya yang sujud, yang menangis dengan linangan air matanya, yang keningnya merapat ke lantai dan tangan-tangan mereka menengadah ke langit guna meminta ampunan. Justru waktu paling mulia ini banyak ditinggalkan karena banyak hati-hati manusia masih tertambat di mal.
Hadirin yang berbahagia ...
Padahal, Rasulullah berkali-kali meminta kita menghindari pasar dan mal. Sabda beliau, "Negeri yang paling dicintai Allah adalah masjid-masjidnya." (HR. Muslim). Sayangnya, masih banyak kaum Muslim sering lalai dan tak memiliki manajemen waktu yang baik.
Seharusnya belanja dilakukan sebelum masuknya hari-hari istimewa di penghujung Ramadhan, justru pada saat hari-hari penuh berkah mereka sibuk menghadiri mal-mal dan meninggalkan tempat-tempat yang paling disukai Allah dan para malaikatnya, yakni masjid.
Dalam al-Quran surah an-Nur ayat 37, Allah berfirman,
رِجَالٌ لَّا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَن ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ ﴿٣٧﴾
"Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang."
Semoga kita semua tidak mudah tergoda oleh urusan duniawi, dan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang terus semangat meramaikan masjid dengan ibadah hingga akhir Ramadhan nanti. Aamiin.
Sumber: Buku Kumpulan Kultum Terlengkap & Terbaik Sepanjang Tahun (2020) oleh A.R. Shohibul Ulum.
Contoh 2
Renungan Di Penghujung Ramadhan
Oleh: Usman Hadi Suhendra, S.Fil.I.
Bulan Ramadhan 1433 H akan segera meninggalkan kaum mu'minin dan mu'minat. Hampir satu bulan melalui perintah Shaum Ramadhan telah mendidik umat Islam menjadi manusia yang memiliki karakter muttaqien. Inilah tujuan luhur pelaksanaan Shaum Ramadhan, sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam surat al-Baqarah ayat 183.
Selama Bulan Ramadhan, seluruh kaum muslimin telah dididik untuk memegang prinsip kejujuran, tanggung jawab, serta kepekaan sosial, seperti shalat berjamaah di masjid, membaca al-Qur'an, dan mengendalikan hawa nafsu.
Namun ketika menjelang akhir Ramadhan, kita harus bertanya kepada diri masing-masing: masihkah kebiasaan positif selama Ramadhan akan tetap dipertahankan? Atau setelah Ramadhan, kita akan kembali meninggalkan masjid dan meletakkan al-Qur'an tanpa membacanya?
Jangan sampai shaum yang telah dilaksanakan hanya tinggal kenangan sebagai rutinitas tanpa makna. Jangan sampai kita menjadi muslim yang tidak mampu meraih hikmah dari shaum kecuali lapar dan dahaga saja, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak memperoleh apa-apa dari puasanya itu kecuali hanya lapar dan dahaga saja."
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah kepada kita untuk memegang teguh perintah-Nya, sehingga berakhirnya Ramadhan menjadikan keimanan dan ketaqwaan kita lebih baik dan sempurna.
Sumber: Kanwil Kemenag Sumatera Selatan
Menjelang Lebaran, tradisi mudik kembali menjadi perjalanan yang penuh makna untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga. Melalui semangat #KebaikanBersama, kumparan menghadirkan beragam informasi seputar mudik, dari kondisi rute perjalanan, tips mudik, hingga rekomendasi kuliner khas daerah.
Temukan info selengkapnya di kum.pr/mudik2026
(FHK)
Baca juga: 6 Contoh Undangan Halal Bihalal Idul Fitri via Surat dan WA
