2 Kultum Ramadhan Hari ke-14 Singkat dan Penuh Makna

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kuliah tujuh menit (kultum) merupakan ceramah singkat yang berisi pesan keagamaan dan nasihat. Di bulan suci Ramadhan, kultum umumnya disampaikan setelah salat berjamaah atau sebelum waktu berbuka puasa.
Memasuki pertengahan bulan, isi materi yang disampaikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi jemaah. Misalnya di hari ke-14, kultum hendaknya fokus membahas keutamaan beribadah dan berpuasa di bulan Ramadhan.
Dengan begitu, jemaah diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadahnya di pertengahan sampai akhir bulan. Agar pesan yang disampaikan mudah dipahami, kultum bisa disusun secara runtut dan sistematis.
Seperti apa? Simak contoh kultum Ramadhan hari ke-14 selengkapnya dalam artikel berikut untuk dijadikan inspirasi!
Contoh Kultum Ramadhan Hari ke-14
Melalui pesan singkat tetapi penuh makna, kultum bisa menjadi pengingat agar semangat ibadah tidak semakin menurun. Mengutip buku Oase Ramadan oleh Prof. Dr. H.A. Rusdiana, MM., berikut beberapa contoh kultum Ramadhan hari ke-14 yang bisa dijadikan referensi:
1. Puasa Ramadhan Pelajaran Sabar
Marhaban ya Ramadhan! Kita sudah memasuki bulan yang penuh berkah dan ampunan ini. Pada kesempatan ini, saya ingin berbicara tentang sabar. Sabar merupakan sifat yang sangat penting dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (QS. Ali Imran: 200).
Ayat ini mengajarkan kita bahwa sabar dan keteguhan hati adalah kunci untuk mendapatkan keberuntungan.
Quraish Shihab memaknai ayat di atas, hukum bersabar adalah wajib. Setiap hamba yang tertimpa musibah maka wajib bersabar dari awal ujian datang hingga mendapatkan jalan keluarnya. Sabar merupakan tombak utama dalam iman, semakin tinggi kesabaran kita maka semakin tinggi pula iman kita.
Pertama: Makna Sabar adalah tindakan menahan diri dari hal-hal yang ingin dilakukan, menahan diri dari emosi, dan bertahan serta tidak mengeluh pada saat sulit atau sedang mengalami musibah. Untuk bisa sabar dibutuhkan kelapangan hati juga ketabahan, kedua hal tersebut merupakan satu kesatuan yang harus dilewati untuk bisa berada di jalan Allah.
Kualitas diri seseorang akan terbentuk dari seberapa kuatnya seseorang untuk tetap bersabar. Semakin sabar seorang hamba maka akan semakin kuat dalam melewati setiap cobaan. Sabar sendiri maknanya sangat luas, tidak hanya menahan diri dari hal-hal yang tidak sesuai aturan Allah SWT, namun juga menahan diri dari nafsu, menahan diri saat di beri kelapangan maupun tatkala dihadapkan dalam situasi yang sempit.
Ali bin Abi Thalib RA, menjelaskan bahwa "kesabaran dan keimanan sangat berkaitan erat ibarat kepala dan tubuh. Jika kepala manusia sudah tidak ada, maka tubuhnya tidak akan berfungsi. Demikian pula apabila kesabaran hilang maka imanpun akan ikut hilang". Sabar juga merupakan salah satu dari empat sifat utama para nabi dan rasul yang harus kita contoh.
Kedua. Melatih diri menjadi lebih tabah dan sabar. Selama Puasa pada bulan suci Ramadhan ini, kita dibiasakan menahan yang tidak baik dilakukan. Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan pentingnya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian kehidupan.
Beliau bersabda, yang artinya: "Tidaklah seorang muslim ditimpa suatu kesedihan, atau kesakitan, atau kesusahan, atau gangguan, atau kegelisahan, bahkan hanya disengat oleh duri, melainkan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dengannya." (HR. Bukhari)
Ketiga: Kita belajar bahwa setiap ujian dan cobaan yang kita alami adalah kesempatan untuk menghapus dosa-dosa kita jika kita sabar dan bersabar. Misalnya tidak boleh marah-marah, berburuk sangka, dan dianjurkan agar bersifat sabar atas segala perbuatan orang lain kepada kita.
Misalkan ada orang yang menggunjingkan kita, atau mungkin meruncing pada fitnah, tetapi kita tetap sabar karena kita dalam keadaan puasa. Hal ini hendaknya dapat menjadikan diri lebih tabah tidak hanya pada saat puasa dibulan suci Ramadhan ini namun hendaknya tetap sabar dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pegawai.
Keempat: Sabar Melatih hidup sederhana. Ketika waktu berbuka puasa tiba, saat minum dan makan sedikit saja, kita telah merasakan nikmatnya makanan yang sedikit tersebut, pikiran kita untuk makan banyak dan bermacam-macam sebetulnya hanya hawa nafsu saja. Dengan puasa Ramadhan kita hendaknya dapat menahan nafsu duniawi.
Oleh karena itu, mari kita coba untuk menjadi lebih sabar dalam menghadapi ujian-ujian kehidupan. Ingatlah bahwa setiap cobaan adalah sebuah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menghapus dosa-dosa kita. Semoga kita selalu diberikan kekuatan untuk sabar dan ikhlas dalam menjalani kehidupan ini.
Wallahu A'alam Bishowab.
2. Menggapai Maghfirah 10 Hari Kedua Ramadhan
Setelah berhasil melalui fase pertama yang sudah pasti cukup berat karena tubuh dan pikiran berusaha beradaptasi dengan kondisi saat puasa, maka 10 hari kedua Ramadhan ini mungkin akan terasa lebih ringan. Ini karena akhirnya tubuh sudah mulai terbiasa dengan aktivitas puasa yang menuntut seseorang untuk tidak makan dan minum dimulai sejak matahari terbit hingga saat matahari terbenam.
Untuk keutamaan 10 hari kedua Ramadhan seperti yang disebutkan dalam hadist bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Awal bulan Ramadhan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah dan akhirnya Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka)."
Pada fase kedua atau fase 10 hari kedua Ramadhan inilah Allah membukakan pintu magfirah atau ampunan yang seluas-luasnya. Karenanya, jangan sampai kita melewatkan hari-hari penuh ampunan yang telah dijanjikan oleh Allah SWT dengan sia-sia. Pada waktu-waktu inilah saat yang paling tepat untuk memperbanyak doa serta memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa-dosa yang telah kita lakukan di masa lalu agar diampuni dan dibebaskan dari hukuman.
Pertama: Perbanyaklah melakukan sholat malam, salah satu amalan yang bisa kita perbanyak di bulan penuh berkah ini adalah salat Tahajud. Sebenarnya Tahajud sah-sah saja jika dilakukan sehari-harinya di luar bulan puasa ini, hal itu karena salat sunah Tahajud memiliki keistimewaan dan keutamaan tersendiri.
Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu (RA), Nabi shallallahualaihi wa sallam (SAW) bersabda: "Allah Subhanahu wa Taala turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Kemudian Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku akan Aku ijabahi doanya, siapa yang meminta-Ku akan Aku beri dia, dan siapa yang minta ampunan kepada-Ku akan Aku ampuni dia." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud, dan lainnya).
Kedua: Berdoa, tilawah quran, Selain membaca tartil dan suara yang indah, Nabi juga berdoa ketika tilawah di tengah bacaan. Berdoa di tengah bacaan Al-Qur'an ini adalah Sunnah Nabi yang jarang diamalkan kecuali bagi yang mengetahui ilmu dan adab membaca Al- Qur'an.
Sebagaimana tersebut dalam hadits riwayat berikut: "Diriwayatkan dari sahabat Hudzaifah bahwa dia melakukan shalat malam di samping Rasulullah SAW. Beliau membaca surat ketika sampai pada ayat yang menerangkan azab, beliau berhenti dan meminta perlindungan. Ketika sampai pada ayat yang menerangkan rahmat beliau berhenti dan berdoa memohon rahmat. Ketika ruku' beliau membaca Subhana Rabbiyal 'Azhimi, dan ketika sujud beliau membaca Subhana Rabbiyal A'la". (HR an-Nasa'i).
Ketiga: Berdzikir karena pada 10 hari kedua Ramadhan ini merupakan kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT untuk mengurangi dosa-dosa yang telah kita perbuat. Dengan memohon ampunan dengan tulus dan bersungguh-sungguh serta bertobat dari hati yang terdalam Insya Allah pasti mendapatkan ampunan-Nya.
Keutamaan 10 Hari Kedua Ramadhan Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, dimana ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Awal bulan Ramadhan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka)."
Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu Anhu. Diceritakan bahwa Rasulullah SAW berkhutbah menjelang Ramadhan, diantara isi khutbah Baginda, "Siapa saja yang memberi berbuka kepada orang yang shaum/puasa dengan seteguk susu, sebiji kurma, atau seteguk air, dan siapa yang mengenyangkan orang shaum, maka ALLAH akan memberi minum dari telaga dengan satu tegukan, yang menyebabkan tidak haus sampai masuk syurga. Inilah bulan, yang awalnya adalah Rahmah, Pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan nar (pembebasan dari api neraka). Perbanyaklah melakukan 4 hal dalam bulan Ramadhan."
Wallahu A'alam Bishowab.
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.
Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026
Baca Juga: 2 Contoh Kultum Ramadhan Singkat untuk Anak SD
(NSF)
