Konten dari Pengguna

27 Bisnis yang Terancam Hilang Karena Pesatnya Teknologi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bisnis yang terancam hilang karena teknologi. Sumber: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bisnis yang terancam hilang karena teknologi. Sumber: Unsplash.

Gelombang digitalisasi mengubah cara bisnis beroperasi secara keseluruhan. Akibatnya, ada sebagian bisnis yang terancam hilang karena model operasionalnya tidak lagi relevan dengan tuntutan zaman.

Dikutip dari laman Investopedia, adanya kemajuan teknologi membuat hidup banyak orang menjadi lebih baik. Tetapi kondisi ini juga turut mengorbankan sebagian kecil lini kehidupan. Sektor-sektor bisnis yang mengandalkan proses manual dan perantara fisik paling rentan terpengaruh pada perubahan ini.

Daftar Bisnis yang Terancam Hilang

Ilustrasi bisnis yang terancam hilang karena teknologi. Sumber: Unsplash.

Menurut situs investopedia.com, kapso.in, dan futuristspeaker.com, ada beberapa bisnis yang terancam hilang di masa depan. Berikut daftar lengkapnya:

1. Media Cetak (Koran, Majalah, dan Jasa Percetakan)

Masyarakat kini lebih suka membaca berita dan artikel dari media digital yang dapat diakses melalui internet. Sebab, platform online menyediakan informasi secara cepat, mudah, dan gratis.

Akibatnya, permintaan media cetak, seperti koran dan majalah pun semakin menurun. Banyak jasa percetakan juga terancam karena beralih ke format digital.

2. Penjual Buku

Era e-book membuat toko buku fisik mulai sepi pembeli. Banyak orang memilih membaca e-book yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.

Platform online juga menawarkan harga yang lebih murah dan banyak pilihan. Oleh karena itu, bisnis penjual buku konvensional semakin terancam.

3. Penjual CD/DVD/Kaset

Layanan streaming kini sudah menjadi pilihan utama untuk mendengarkan musik atau menonton film. Platform Spotify, Netflix, dan YouTube menawarkan akses mudah ke jutaan konten.

Akhirnya, format fisik CD, DVD, dan kaset tidak lagi dibutuhkan. Bisnis yang menjual barang-barang ini pun mulai tergerus zaman.

4. Agen Perjalanan Konvensional

Pelanggan kini bisa merencanakan liburan sendiri tanpa bantuan agen. Mereka dapat memesan tiket dan hotel secara langsung melalui situs online.

Banyak platform traveling, seperti Traveloka dan Tiket.com, juga menyediakan berbagai pilihan dengan harga kompetitif. Hal ini mengakibatkan peran agen perjalanan konvensional semakin berkurang.

5. Jasa Angkutan Umum Konvensional (Kondektur)

Transportasi ojek dan taksi online menawarkan kemudahan dan kenyamanan. Penumpang tidak perlu menunggu lama dan bisa memesan lewat aplikasi.

Bisnis ini juga lebih efisien karena tidak memerlukan kondektur. Akibatnya, profesi kondektur angkutan umum mulai terancam.

6. Sopir Taksi dan Transportasi

Masa depan transportasi akan diisi oleh kendaraan otonom atau tanpa sopir. Teknologi ini sedang dikembangkan dan diprediksi akan menjadi alat transportasi utama.

Kendaraan otonom diklaim lebih aman dan efisien. Jika ini terjadi, pekerjaan pengemudi taksi dan transportasi akan tergantikan.

7. Jasa Kurir Surat

Penggunaan email dan aplikasi chatting kini menjadi pilihan utama untuk berkirim pesan. Akhirnya pengiriman surat fisik tidak begitu lagi dibutuhkan. Profesi kurir surat tradisional saat ini hanya diperlukan untuk mengirim dokumen penting dan paket.

8. Pialang dan Analis Keuangan

Perkembangan teknologi membuat investasi bisa dilakukan mandiri. Berbagai aplikasi online menyediakan informasi pasar dan trading secara langsung.

Algoritma berbasis AI mampu menganalisis data keuangan dengan cepat. Akibatnya, peran pialang dan analis keuangan semakin tergantikan oleh teknologi.

9. Warung Telekomunikasi (Wartel)

Kehadiran telepon seluler membuat wartel menjadi bisnis yang tidak relevan lagi. Setiap orang memiliki ponsel pribadi yang bisa digunakan kapan saja dan di mana saja.

Layanan telepon seluler juga semakin murah dengan beragam pilihan paket. Oleh karena itu, saat ini bisnis wartel hampir tidak ditemukan lagi.

10. Warung Internet (Warnet)

Semakin banyak tempat menyediakan Wi-Fi gratis dan orang-orang juga memiliki paket kuota data. Akhirnya kebutuhan akan warnet untuk mengakses internet menurun.

Orang-orang lebih memilih menggunakan ponsel atau laptop pribadi. Kecuali untuk game online, warnet kini bukan lagi pilihan utama.

11. Penyewa Film (Rental)

Layanan streaming film sudah sangat mudah diakses. Platform ini menawarkan banyak pilihan film dan serial yang bisa ditonton kapan saja.

Hal ini membuat format DVD atau VCD menjadi usang. Oleh karena itu, bisnis penyewaan film kini hampir punah.

12. Rental PlayStation

Ponsel pintar menawarkan berbagai game yang seru dan bisa diunduh secara gratis. Banyak anak muda lebih memilih bermain di ponsel mereka atau memiliki konsol pribadi. Minat orang untuk datang ke tempat rental PlayStation pun menjadi berkurang dan bisnis ini mulai ditinggalkan.

13. Jasa Fotokopi

Saat ini banyak dokumen disimpan dalam bentuk digital di komputer atau layanan cloud. Dokumen berbentuk digital ini lebih mudah dibagikan daripada versi cetak.

Kebutuhan untuk mencetak atau menyalin dokumen fisik pun semakin menurun. Selain itu, banyak kantor sudah memiliki printer atau mesin fotokopi sendiri, jadi mereka tidak perlu lagi pergi ke jasa fotokopi.

Baca juga: 3 Prospek Kerja Bisnis Digital yang Menjanjikan untuk Membangun Karier

14. Kasir dan Petugas Tiket

Peralatan self-checkout sudah mulai banyak ditemukan di supermarket. Teknologi pemesanan tiket online juga semakin banyak digunakan di bioskop atau stasiun.

Akhirnya, peran kasir dan petugas tiket tradisional tidak lagi diperlukan. Dengan teknologi, pembeli dapat membayar atau mencetak tiket mereka sendiri.

15. Juru Parkir

Banyak tempat parkir sudah menggunakan sistem otomatis, seperti gerbang dengan sensor. Pengendara cukup memindai kartu atau mengambil tiket untuk masuk dan keluar. Jasa juru parkir manusia pun semakin tidak diperlukan.

16. Petugas Tol

Pemerintah sudah mulai menerapkan sistem pembayaran elektronik di jalan tol. Pengemudi hanya perlu menempelkan kartu e-toll untuk membayar, tanpa perlu berinteraksi dengan petugas. Profesi petugas tol akan semakin terancam karena digantikan oleh teknologi.

17. Petugas SPBU

Beberapa negara maju sudah mulai menggunakan pompa bensin self-service. Pengemudi bisa mengisi bensin sendiri, kemudian membayar melalui mesin.

Konsep ini membuat petugas SPBU manusia tidak lagi diperlukan. Besar kemungkinan, sistem ini juga akan mulai diterapkan di Indonesia.

18. Operator Pabrik Telepon (PABX)

Sistem PABX (Private Automatic Branch Exchange) dulu digunakan untuk mengatur telepon di kantor. Kini, sistem ini mulai digantikan oleh aplikasi telepon online. Banyak perusahaan beralih ke aplikasi Skype atau Zoom yang lebih murah dan praktis.

19. Penjual Peta Fisik

Aplikasi navigasi Google Maps atau Waze sudah menjadi alat utama untuk menunjukkan arah. Aplikasi ini menawarkan informasi rute yang akurat. Karena fungsinya sudah tergantikan, peta fisik tidak lagi diperlukan.

20. Layanan TV Kabel

Banyak orang sekarang beralih ke layanan streaming, seperti Netflix, HBO Go, atau Disney+ Hotstar. Layanan ini menawarkan ribuan film dan acara yang dapat ditonton kapan saja. Dampaknya, permintaan terhadap layanan TV kabel konvensional menurun drastis.

21. Penyedia Panggilan Telepon Rumah (Landline)

Dahulu, telepon rumah menjadi alat komunikasi utama. Namun, kini semua orang memiliki ponsel yang bisa dibawa ke mana-mana.

Ponsel masa kini juga menawarkan layanan yang lebih lengkap, seperti aplikasi pesan singkat dan akses internet. Oleh karena itu, bisnis penyedia telepon rumah semakin ditinggalkan.

22. Jasa Pengetikan

Dulu, banyak orang menggunakan jasa pengetikan untuk mengerjakan tugas atau dokumen. Sekarang, hampir setiap orang memiliki komputer atau laptop pribadi.

Ditambah lagi, perangkat lunak Microsoft Word dan Google Docs sangat mudah digunakan. Jasa pengetikan pun tidak lagi diperlukan.

23. Pencucian Foto

Kamera digital dan ponsel pintar kini bisa menghasilkan foto dengan kualitas tinggi. Foto-foto tersebut bisa disimpan di komputer atau dibagikan melalui media sosial.

Kebutuhan untuk mencetak foto semakin jarang. Bisnis pencucian foto tradisional pun terancam.

24. Jual Beli Mesin Fax

Mesin faks dulu digunakan untuk mengirim dokumen melalui telepon. Namun, kini peran mesin faks sudah tergantikan oleh email dan aplikasi pesan instan. Kedua teknologi ini dianggap lebih cepat dan efisien.

25. Jasa Perbaikan Jam Mekanik

Saat ini, orang-orang lebih banyak menggunakan jam tangan pintar atau jam digital. Jam tangan mekanik yang memerlukan perawatan khusus semakin jarang digunakan. Akibatnya, jasa perbaikan jam mekanik perlahan semakin menghilang.

26. Agen Rekrutmen

Perusahaan kini semakin mengandalkan platform rekrutmen online dan media sosial untuk menemukan kandidat yang sesuai. Dengan adanya algoritma pencocokan, perusahaan bisa langsung menjaring kandidat yang dibutuhkan tanpa perlu bantuan agen rekrutmen.

27. Call Center

Banyak perusahaan menggunakan chatbot dan asisten virtual untuk melayani pelanggan. Teknologi ini dapat merespon otomatis setiap pertanyaan, permintaan informasi, keluhan, bahkan bisa beroperasi 24 jam. Permintaan akan peran call center tradisional pun semakin menurun.

(FHK)

Baca juga: 4 Ide Bisnis Modal di bawah 1 Juta, Cocok untuk Anak Muda