Konten dari Pengguna

3 Cara Menghitung Berat Badan Ideal untuk Pria dan Wanita

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi berat badan ibu hamil Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berat badan ibu hamil Foto: Shutter Stock

Memiliki berat badan ideal merupakan impian bagi sebagian besar orang. Tidak hanya enak dipandang, berat badan ideal juga bisa mengindikasikan baik buruknya kondisi kesehatan.

Untuk mencapai hal tersebut, seseorang perlu melakukan diet khusus. Ini bisa dilakukan dengan menaikkan atau menurunkan berat badan yang disesuaikan dengan tinggi badannya

Mengutip buku 17 Alternatif untuk Langsing karya Rita Ramayulis, dkk., cara menghitung berat badan ideal bisa dilakukan dengan tiga rumus. Apa sajakah itu? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.

Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Ada tiga rumus yang bisa digunakan untuk menghitung berat badan ideal, yakni Broca Indext, Body Mass Index, dan Lorentz Index.

1. Broca Index

Rumus broca ditemukan pertama kali oleh Pierre Paul Broca. Perhitungannya dibedakan dibedakan menjadi dua versi, yakni pria dan wanita. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut:

  • Berat badan ideal pria = [tinggi badan (cm) – 100] – [(tinggi badan (cm) – 100) x 10%]

  • Berat badan ideal wanita = [tinggi badan (cm) – 100] – [(tinggi badan (cm) – 100) x 15%]

Ilustrasi berat badan anak. Foto: Shutter Stock

Misalnya, seorang pria memiliki tinggi badan 175 cm. Maka dapat dihitung: BB Ideal = (175-100) - [(175-100) x 10%] = 75-7,5 = 67,5 kg.

Kemudian, seorang wanita memiliki tinggi badan 154 cm. Maka dapat dihitung: BB Ideal = (154-100)-[(154-100) x 15%) = 54-8,1= 45,9 kg.

2. Body Mass Index (BMI)

Body Mass Index (BMI) menggunakan berat dan tinggi badan sebagai parameter pengukurnya. Hasil perhitungan akan dibagi menjadi beberapa klasifikasi. Mengutip buku BMI Classification Percentile And Cut Off Points (2021) oleh Weir dan Jan, berikut uraiannya:

  • < 16,5 poin= kekurangan berat badan yang parah.

  • < 18,5 poin= berat badan kurang.

  • 18,5-24,9 poin= berat badan normal.

  • 25,0-29,9 poin= terlalu gemuk.

  • 30,0-34,9 poin= obesitas kelas I.

  • 35,0-39,9 poin= obesitas kelas II.

  • >40 poin = obesitas kelas III.

Ilustrasi timbangan berat badan naik. Foto: Shutter Stock

Adapun rumusnya adalah sebagai berikut: BMI = Berat Badan : (Tinggi Badan x Tinggi Badan)

Catatan: ubah tinggi badan dalam satuan meter (m).

Misalnya, seorang pria memiliki tinggi badan 175 cm dan berat badan 70 kg. Maka, BMI Indeks = 70 : (1,75 x 1,75) = 22,85. Dari perhitungan BMI dapat diketahui bahwa pria tersebut memiliki berat badan yang normal.

3. Lorentz Index

Hampir sama dengan Broca, Lorentz Index juga hanya mengandalkan tinggi badan untuk mengetahui berat badan ideal seseorang. Berikut rumusnya:

  • BB Ideal Wanita = [Tinggi (cm) - 100] - [Tinggi (cm) - 150] : 2

  • BB Ideal Pria= [Tinggi (cm) - 100] - [Tinggi (cm) - 150] : 4

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa saja rumus yang bisa digunakan untuk menghitung berat badan ideal?

chevron-down

Broca Indext, Body Mass Index, dan Lorentz Index.

Siapa penemu rumus broca index?

chevron-down

Rumus broca ditemukan pertama kali ditemukan oleh Pierre Paul Broca.

Bagaimana rumus BMI?

chevron-down

BMI = Berat Badan : (Tinggi Badan x Tinggi Badan)