Konten dari Pengguna

3 Ceramah Singkat tentang Ikhlas dan Dalilnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ceramah singkat tentang ikhlas. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ceramah singkat tentang ikhlas. Foto: Unsplash

Ikhlas adalah salah satu sikap yang diperintahkan oleh Allah SWT. 3 contoh ceramah singkat tentang ikhlas dalam artikel ini dapat menjadi pilihan untuk belajar ikhlas.

Perasaan ikhlas perlu untuk terus dipupuk dalam hati. Allah memerintahkan manusia untuk tetap ikhlas meskipun ketika ada hal yang tidak disukai terjadi. Hal ini tercantum dalam firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 216 yang berbunyi:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Arti: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

Ceramah Tentang Ikhlas

Ilustrasi ceramah singkat tentang ikhlas. Foto: Unsplash

Beberapa contoh ceramah singkat tentang ikhlas di bawah ini dapat dibaca dalam berbagai suasana, seperti pengajian, forum diskusi, lomba pidato Islam, dan lain-lain. Dikutip dari buku Materi Tausiyah Ustadz Gaul Ceramah Inspiratif, Segar Dan Menghibur oleh Ibnu Mas'ad Masjhur (2020), di bawah ini 3 ceramah singkat tentang ikhlas:

Contoh Ceramah tentang Ikhlas 1

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillahirrahmanirahim…

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin wassholatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursaliin sayyidina wamaulana Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in, amma ba’du.

Pertama-tama marilah Kita panjatkan puji syukur kehadirat Ilahi Rabbi yang telah memberikan beribu-ribu kenikmatan. Sehingga pada hari ini dapat berkumpul tanpa satu halangan apa pun untuk hadir di acara yang Insyaallah dimuliakan oleh Allah SWT.

Sholawat serta salam semoga terlimpahlan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah banyak mengajarkan kepada Kita tentang keikhlasan. Ikhlas merupakan salah satu sunahnya, oleh sebab itu sebagai umat Muslim harus senatiasa mengikutinya.

Ikhlas adalah amaliah hati yang tingkatannya sangat tinggi. Berbeda dengan sabar, ikhlas akan terlihat setelah terjadinya suatu amal. Orang yang ikhlas dalam beramal adalah mereka yang merasa seolah-olah tidak melakukan amal itu.

Ikhlas bisa dianalogikan dengan bekerja tanpa meminta upah. Saking tingginya amalan ini, ibadah yang mengharapkan surga belum terhitung ikhlas sebab masih mengharapkan upah dari Allah. Namun, tingkatan tersebut sudah sangat tinggi dibandingkan dengan orang awam.

Bukan berarti beramal dengan mengharap surga dan takut neraka tidak baik. Imam Ghazali menjelaskan bahwa beramal mengharapkan surga hukumnya sah dan bagus serta berfedah diterimanya suatu amal.

Imam Ghazali juga menyebutkan hakikat ikhlas adalah kemurnian niat dari hal-hal yang dapat mengotorinya. Shalat ya shalat saja, makan ya makan saja, pergi ya pergi saja. Begitu pun ibadah, ibadah ya ibadah saja tanpa memikirkan hal-hal lain.

Allah SWT berfirman pada surat Al Bayyinah ayat 5: “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”

Dari ayat tersebut, Kita tahu bahwa betapa tingginya derajat sifat ikhlas. Dengan ikhlas, semua orang dengan profesinya masing-masing telah menjadi sufi, atau orang yang memiliki hati yang bersih. Seorang pedagang akan menjadi pedagang yang baik dan jujur, seorang petani menjadi petani yang baik, dan seorang pejabat menjadi pejabat yang baik, dan seterusnya.

Imam Al Ghazali mengatakan, “Semua manusia akan rusak, kecuali manusia yang berilmu. Semua manusia berilmu akan rusak, kecuali yang mengamalkan ilmunya. Semua manusia berilmu yang mengamalkan ilmunya akan rusak, kecuali yang ikhlas. Dan orang-orang yang ikhlas pun masih dalam keadaan kekhawatiran yang besar.”

Dari ungkapan tersebut, terlihat jelas bahwa semua ilmu dan amal akan sia-sia jika di dalamnya tidak ada sifat ikhlas. Ilmu dan amal tidak dapat dibanggakan. Bagaimana mau dibanggakan, sedangkan yang ikhlas saja masih dalam keadaan khawatir yang besar.

Jadi, mari mulai saat ini Kita tanamkan rasa ikhlas ke mana pun kita pergi. Contohnya saja jangan lupa mengantongi ikhlas. Seperti saat ini, kalau kita sedang membawa uang, mari sisihkan ke kotak amal.

Bukan begitu, Sahabat? Ikhlas itu, tanpa melihat besar kecilnya jumlah uang yang diberikan. Kita praktikkan ya, nanti.

Ambil uang di dompet, tanpa melihat. Lalu masukkan ke dalam kotak amal. Jangan meraba-raba besaran uangnya, jangan juga diingat-ingat tadi uang lebih kecil ditaruh di atas atau bawah ya.

Ingat pesan Imam Al Ghazali, sifat ikhlas mempunyai prinsip dan hakikat. Jika sudah mencari-cari alasan, prinsip tersebut akan hilang.

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga ada manfaat yang bisa diambil untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca juga: 2 Contoh Pidato tentang Kebersihan Lingkungan Singkat

Contoh Ceramah tentang Ikhlas 2

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirobbil aalamiin wabihi nastainu ala umuriddunya waadin waala alihi wasohbihi ajmain. Ama badu.

Pertama-tama marilah kita ucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, semoga kita senantiasa dalam perlindungan-Nya. Selawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, sebagai suri tauladan kita dalam menjalani kehidupan ini. Alhamdulillah kita semua dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah.

Pada kesempatan yang berbahagia saat ini, saya ingin menyampaikan ceramah mengenai ikhlas. Mungkin semua orang sudah mengerti apa itu ikhlas. Seringkali orang mengartikan ikhlas dengan melakukan segala sesuatu tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Dalam ajaran agama Islam, ikhlas dilakukan karena Allah SWT. Ikhlas sendiri banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya ikhlas dalam bekerja, ikhlas membantu orang lain, dan ikhlas dalam beribadah.

Contoh ikhlas dalam beribadah, misalnya kita melakukan salat bukan untuk pamer atau mendapatkan pujian dari orang lain. Tetapi niat kita beribadah harus karena Allah SWT. Dengan niat kepada Allah kita akan menjadi pribadi yang lebih bahagia lagi.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah.

Kita harus menerapkan rasa ikhlas ini dalam kehidupan sehari-hari. Jangan mengharapkan imbalan apapun atas apa yang telah kita lakukan.

Cukup sampai di sini ceramah hari ini. Semoga kita diberi umur panjang untuk kembali berhadap-hadapan pada Ramadhan berikutnya.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Contoh Ceramah tentang Ikhlas 3

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirobbil aalamiin wabihi nastainu ala umuriddunya waadin waala alihi wasohbihi ajmain. Ama badu.

Pertama-tama marilah kita ucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, semoga kita senantiasa dalam perlindungan-Nya. Selawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, sebagai suri tauladan kita dalam menjalani kehidupan ini. Alhamdulillah kita semua dapat berkumpul di sini dalam keadaan sehat.

Sesungguhnya dalam pendidikan tarbiyah Ramadhan ini, adanya pembelajaran tentang ikhlas sangat bermanfaat dalam mewujudkan kebahagiaan manusia baik di dunia maupun akhirat.

Setiap hari kita juga diingatkan untuk selalu ikhlas, ikhlas, dan ikhlas dalam melakukan segala sesuatu. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam beberapa hadis.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa yang melaksanakan shaum Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya.” (HR. Bukhari)

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa melakukan salat malam pada bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan pahala maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. An-Nasa’i).

Ketahuilah ikhlas benar-benar sumber dari bahagia. Jadi jika kalian ingin bahagia maka lakukan segala sesuatu dengan rasa ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Demikian ceramah singkat dari saya, apabila ada kurangnya mohon maaf.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

(TAR)

Baca juga: 2 Contoh Puisi Bertema Lingkungan untuk Referensi