Konten dari Pengguna

3 Cerita Liburan Hari Raya Idul Fitri yang Berkesan untuk Tugas Sekolah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi anak belajar di sekolah. Foto: MAYA LAB/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak belajar di sekolah. Foto: MAYA LAB/Shutterstock

Setelah libur Lebaran, siswa biasanya diminta oleh guru untuk menceritakan pengalaman liburannya. Melalui tugas ini, siswa diajak untuk mengingat kembali momen-momen berkesan selama Hari Raya Idul Fitri untuk dibacakan di depan kelas.

Selain melatih kemampuan menulis, kegiatan ini juga membantu siswa belajar menyusun cerita secara runtut serta meningkatkan rasa percaya diri saat berbicara. Tidak perlu mengangkat cerita yang rumit atau panjang, siswa dapat menuliskan berbagai aktivitas sehari-hari selama masa liburan.

Mulai dari suasana di rumah, malam takbiran, pelaksanaan salat Id, hingga momen silaturahmi bersama keluarga dan tetangga. Agar lebih mudah menyusun karangan yang menarik, berikut beberapa ide cerita liburan Hari Raya Idul Fitri yang bisa dijadikan inspirasi.

3 Cerita Liburan Hari Raya Idul Fitri

Ilustrasi Libur Lebaran. Foto: Kemenparekraf RI

Dirangkum dari kanal YouTube Guru Penyemangat dan Fadill Muhammad, berikut tiga contoh cerita libur Lebaran yang bisa menjadi referensi untuk mengerjakan tugas sekolah dengan lebih mudah dan terstruktur:

1. Cerita Liburan ke Taman Bunga

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Liburan Idulfitri tahun ini terasa cukup panjang dan penuh rasa syukur. Meskipun kami sekeluarga tidak mudik, alhamdulillah kami tetap bisa menikmati waktu bersama dengan berlibur ke tempat wisata di daerah sendiri.

Pada hari pertama hingga ketiga Idulfitri, kami belum pergi berlibur karena masih disibukkan dengan kegiatan silaturahmi. Kami mengunjungi rumah tetangga, teman, guru, serta sanak saudara yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.

Memasuki hari berikutnya, saya melihat sebuah taman bunga yang menarik melalui Instagram. Tempat tersebut memiliki banyak spot foto yang indah, mulai dari tema ala Jepang, nuansa Korea, hingga area bermain dan kolam renang untuk anak-anak, bahkan tersedia kebun jeruk dan stroberi yang bisa dipetik langsung oleh pengunjung.

Karena merasa tertarik, kami pun memutuskan untuk berkunjung ke taman bunga tersebut. Jaraknya sekitar 15 km dari rumah, dengan waktu tempuh kurang lebih 25–30 menit, dan kami berangkat pada pukul 16.00 sore agar tidak kepanasan.

Sesampainya di lokasi, kami langsung membeli tiket masuk dan menikmati suasana taman yang ramai pengunjung. Berbagai jenis bunga tampak tertata rapi di atas bedengan, dengan jalan setapak yang sudah disusun rapi sehingga pengunjung tidak diperbolehkan menginjak atau memetik bunga sembarangan.

Harga tiket masuknya cukup terjangkau, yaitu Rp 10.000 per orang. Sementara itu, untuk memetik stroberi, kami dikenakan biaya Rp 30.000, namun kami bisa membawa pulang hasil petikan hingga maksimal 2 kg.

Saya pun ditemani kakak saat memetik stroberi di kebun tersebut. Rasanya manis dengan sedikit asam, dan pengalaman memetik langsung dari kebunnya terasa sangat menyenangkan.

Setelah itu, kami mengabadikan momen dengan berfoto di beberapa spot menarik yang tersedia. Menjelang pukul 17.30 sore, kami pun kembali pulang dengan hati yang senang dan kenangan indah bersama keluarga.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

2. Cerita Liburan ke Rumah Nenek

Ilustrasi Nenek dan Cucu. Foto: Shutterstock

Pada pagi hari Idulfitri, saya bersama keluarga melaksanakan salat Id berjamaah di masjid dekat rumah. Setelah itu, kami mengikuti kegiatan halal bihalal dan bersilaturahmi ke beberapa rumah tetangga di sekitar tempat tinggal kami.

Menjelang siang, saya bersama keluarga dan kakak berangkat menuju rumah nenek untuk berlibur. Jaraknya sekitar 30 km yang biasanya ditempuh dalam waktu 45 menit hingga 1 jam. Namun karena suasana Lebaran, jalanan menjadi cukup padat oleh masyarakat yang juga sedang bersilaturahmi.

Kami berangkat menggunakan sepeda motor, saya berboncengan dengan kakak, sementara ayah dan ibu menggunakan motor lainnya. Sebelum berangkat, kami telah menyiapkan bekal seperti makanan, camilan, oleh-oleh, dan pakaian ganti karena berencana menginap beberapa hari di rumah nenek.

Setelah hampir satu jam perjalanan, akhirnya kami tiba di rumah nenek. Nenek sudah menunggu di depan pintu dengan senyum hangat, dan kami pun langsung bersalaman sambil mengucapkan mohon maaf lahir dan batin.

Rasa lelah selama perjalanan terbayar dengan sambutan nenek yang penuh kasih. Nenek juga telah menyiapkan minuman segar berupa jus jeruk dingin yang sangat menyegarkan, lalu saya pun bercerita tentang kegiatan selama bulan Ramadan.

Setelah salat Zuhur, saya dan kakak beristirahat karena kelelahan. Sementara itu, menjelang sore hari, ayah dan ibu pamit pulang untuk melanjutkan silaturahmi, sedangkan saya dan kakak tetap menginap di rumah nenek.

Selama di sana, kami menikmati suasana pedesaan yang asri dan menyenangkan. Kami sering berjalan-jalan ke kebun dan bermain di sekitar rumah nenek yang dikelilingi pepohonan.

Salah satu momen yang paling seru dan lucu adalah ketika kami mendengar suara seperti durian jatuh. Setelah kami cari, ternyata bukan durian, melainkan kelapa kering yang jatuh dari pohon, namun tak lama kemudian kami benar-benar menemukan durian matang yang rasanya sangat lezat.

Liburan ke rumah nenek menjadi pengalaman yang sederhana namun sangat berkesan. Selain hemat, liburan seperti ini juga bisa mempererat kebersamaan dengan keluarga.

Terima kasih.

3. Cerita Liburan Bersama Keluarga dan Teman

Ilustrasi anak bermain bersama teman sebaya. Foto: Shutter Stock

Pada hari pertama Idulfitri, saya bangun lebih awal untuk melaksanakan salat Subuh. Setelah itu, saya bersiap-siap untuk melaksanakan salat Idulfitri di masjid yang tidak jauh dari rumah.

Setelah salat Id, saya dan keluarga pergi ke rumah nenek untuk bersilaturahmi. Di sana kami saling bermaafan, bersalaman, dan juga berfoto bersama untuk mengabadikan momen bahagia tersebut.

Menjelang siang, saya melaksanakan salat Zuhur, kemudian kami melanjutkan perjalanan ke rumah kakek. Setelah itu, kami pulang ke rumah untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan kegiatan lainnya.

Sore harinya, saya pergi berziarah ke makam keluarga. Setelah itu, saya kembali ke rumah, makan, mandi, dan melaksanakan salat Asar serta Magrib.

Malam harinya, setelah salat Isya, saya menonton televisi sejenak. Setelah itu, saya bersiap-siap untuk tidur dengan menggosok gigi agar esok hari bisa bangun dengan segar untuk menyambut hari kedua Lebaran.

Pada hari kedua, saya bersama teman-teman berkeliling ke rumah-rumah warga untuk bersilaturahmi. Kami saling bermaafan dan menikmati suasana Lebaran yang penuh kehangatan, lalu pulang ke rumah masing-masing.

Di hari ketiga, saya dan keluarga mengunjungi rumah paman dan saudara lainnya. Setelah pulang dan melaksanakan salat Asar, saya bermain sepak bola bersama teman-teman di lapangan hingga menjelang sore.

Setelah itu, saya pulang ke rumah untuk mandi, makan, dan melaksanakan salat Magrib. Malam harinya diisi dengan mengobrol bersama teman, salat Isya, lalu menonton televisi dan bermain ponsel sebelum akhirnya tidur.

Pada hari keempat, teman saya dari sekolah datang ke rumah untuk bersilaturahmi. Dan kami pun mengobrol bersama, saling bermaafan, serta berbagi cerita tentang pengalaman liburan masing-masing dengan penuh kehangatan.

Demikianlah cerita liburan saya selama Hari Raya Idulfitri. Liburan ini terasa sangat menyenangkan karena bisa berkumpul bersama keluarga dan teman-teman.

Baca Juga: 5 Contoh Cerita Liburan ke Pantai Singkat dan Menarik

(ANB)