3 Contoh Khutbah tentang Isra Miraj yang Penuh Makna dan Hikmah

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 13 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Isra Miraj merupakan salah satu hari besar bagi umat Islam yang diperingati setiap 27 Rajab. Peristiwa ini menceritakan perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina hingga mencapai Sidratul Muntaha.
Peristiwa tersebut bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang menjadi dasar penetapan sholat lima waktu bagi umat Islam. Karena sarat akan makna dan pelajaran, kisah Isra Miraj kerap dijadikan sebagai materi dalam khutbah Jumat.
Melalui materi tersebut, umat Islam diajak untuk semakin memahami dan meneguhkan kewajiban menjalankan sholat lima waktu sesuai perintah Allah SWT. Bagi yang bertugas sebagai khatib, berikut contoh khutbah tentang Isra Miraj yang bisa dijadikan referensi.
Contoh Khutbah tentang Isra Miraj
Khutbah merupakan bagian penting dari rangkaian ibadah sholat Jumat yang wajib disimak oleh laki-laki Muslim. Dalam khutbah ini, khatib menyampaikan ceramah keagamaan dengan beragam tema, salah satunya peristiwa Isra Miraj.
Sebagai inspirasi, berikut beberapa contoh khutbah tentang Isra Miraj yang bisa digunakan.
Contoh Khutbah 1
Empat Pelajaran dari Peristiwa Isra Miraj
Sumber: Kumpulan Naskah Khutbah Jum’at: Membangun Bangsa karya Dr. H. A. Rusdiana, MM (2025)
Assalamualaikum Wr.wb
الْحَمْدُ للهِ الْحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانَا سُبل السلام، وَأَفْهَمنَا بِشَرِيعَةِ النَّبي الكريم، أشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شريك له، ذو الجلال والإكرام، وأشهد أن سَيِّدَنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللهُمَّ صَلَّ وَ سَلَّم وَبَارِك عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آله وأصحابه والتابعين بإحسان إلى يَوْمِ الدِّينِ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَأَيُّهَا الإِخْوَانِ، أَوْصَيْكُمْ وَ نَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمُ: أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمُ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، ى يَا أَيُّهَا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يا ) الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ صَدَقَ اللَّهُ الْعَظِي
Jamaah shalat Jumat hafidzakumullah,
Alhamdulillah pada kesempatan yang berbahagia ini kita masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk beribadah di bulan Rajab yang mulia ini. Pada kesempatan ini kita kembali memperingati peristiwa besar dan istimewa, yaitu peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Karena itu, sebagai umat Islam, kita perlu memahami makna Isra Miraj, kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW, serta pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa tersebut.
Isra Miraj merupakan peristiwa istimewa ketika Allah SWT memuliakan Nabi Muhammad SAW dengan perjalanan bersama Malaikat Jibril dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina. Perjalanan tersebut kemudian dilanjutkan hingga Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT, Sang Pencipta alam semesta. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata'ala dalam surat Isra' ayat 1:
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.
Lantas, pelajaran apa yang dapat kita ambil dari peringatan Isra Miraj? Ali Muhammad Ash-Shalabi dalam Sirah Nabawiyah menjelaskan bahwa terdapat beberapa hikmah penting dari peristiwa agung tersebut.
Pertama, Isra Miraj merupakan bentuk kemuliaan dan keistimewaan yang Allah SWT berikan kepada Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini terjadi setelah Nabi mengalami masa duka mendalam dengan wafatnya Khadijah dan Abu Thalib, sehingga Allah SWT menguatkan hati beliau dengan memperlihatkan langsung kebesaran-Nya agar tetap teguh dalam menyebarkan agama Islam.
Kedua, Isra Miraj menjadi dasar ditetapkannya kewajiban sholat lima waktu bagi setiap Muslim. Melalui sholat yang dijalankan dengan khusyuk, seorang hamba akan senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT, sehingga terdorong untuk menjauhi perbuatan tercela dan lebih mudah melakukan kebaikan demi mengagungkan keesaan serta kebesaran-Nya.
Ketiga, Isra Miraj merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW melalui perjalanan dari Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa ini menjadi pelajaran bahwa umat Islam didorong untuk mandiri, terus belajar, bangkit, dan meningkatkan kemampuan, tidak hanya dalam bidang agama, tetapi juga sosial, ekonomi, serta sains dan teknologi sebagai bagian dari kemajuan peradaban.
Keempat, Isra Miraj menegaskan kedudukan dua masjid suci umat Islam, yaitu Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha. Hal ini mengingatkan bahwa Masjidil Aqsha merupakan bagian dari kesucian umat Islam, sehingga membelanya sesuai kemampuan, baik melalui dukungan moral, bantuan kemanusiaan, maupun doa, menjadi bentuk kepedulian terhadap agama.
Mari kita jadikan peristiwa Isra Miraj sebagai momentum untuk memperkuat ketakwaan dan kerendahan hati kepada Allah SWT. Semoga kita senantiasa mampu mengambil hikmah dari peristiwa ini dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Allahumma aamin.
Khutbah ke II
الْحَمْدُ اللَّهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشَّكْرُ لَهُ عَلى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ وَأَشْهَدُ أن لا إله إلا اللهُ وَاللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيْدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا أَمَّا بَعْدُ فَيا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ فِيمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرِ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَى بِمَلا يُكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِي يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلَّوْا عَلَيْهِ وَسَلَّمُوا تَسْلِيمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ وَعَلَى على آل سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى انْبِيائِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِينَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ الْخُلْفَاءِ الرَّاشِدِينَ أَبِي بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلَى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِي التَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانِ اليَوْمِ الدِّينِ وَارْضِ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ الْأَحْيَاءُ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اللهم أعز الإسلام والمُسْلِمِينَ وَأَذِلَّ الشَّرْكَ وَالمُشْرِكِينَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحَدِيَّة وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّينَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ المُسْلِمِينَ وَ دَمْرُ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاغْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا البَلاء وَالوَبَاءَ وَالزَّلازِل وَالمِحْنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ وَالمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطْنَ عَنْ بَلَدِنَا انْدُونِيْسِيًّا خَاصَّةً وَسَائِرِ الْبُلْدَانِ الْمُسْلِمِينَ عَامَّةُ يَا رَبُّ الْعَالَمِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا . رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ عِبَادَ اللَّهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللَّهَ العَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدُكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ
Contoh Khutbah 2
Peristiwa Isra Miraj
Sumber: Buku Materi Khutbah Jumat Sepanjang Tahun oleh Muhammad Khatib (2018)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Alhamdulillah, segala puji kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan nikmat-Nya, terutama nikmat iman dan Islam. Atas karunia-Nya pula, kita dapat berkumpul di majelis yang mulia ini untuk menunaikan kewajiban salat Jumat.
Pada kesempatan ini, sebagai khatib, saya mengajak diri saya pribadi dan seluruh jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi seluruh larangan-Nya.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Para ulama menjelaskan bahwa pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, Nabi Muhammad SAW mengalami peristiwa besar, yaitu Isra Miraj. Peristiwa ini terjadi ketika Rasulullah tengah berada dalam masa duka setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib, dua sosok yang setia mendukung perjuangan dakwah beliau di jalan Allah.
Dalam keadaan tersebut, Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad SAW pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, yang dikenal sebagai peristiwa Isra. Pada malam yang sama, beliau kemudian diangkat menuju Sidratul Muntaha dalam peristiwa Miraj.
Dalam perjalanan Miraj itulah, Nabi Muhammad SAW menerima perintah untuk menunaikan salat wajib lima waktu sehari semalam, yang juga menjadi kewajiban bagi seluruh umatnya. Dalam hal ini, Allah SWT berfirman:
وَأَقِيمُوا الصَّلَوَةَ وَاتُوا الزَّكَوةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
Artinya: "Dan, dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk." (QS. Al-Baqarah [2]: 43)
Kaum Muslimin rahimakumullah,
Salat lima waktu memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Ia diibaratkan sebagai tiang penyangga dalam sebuah bangunan, yang tanpanya bangunan tidak akan berdiri kokoh. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Mu’adz bin Jabal:
رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ وَعَمُوْدُهُ الصَّلَاةُ وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الْجِهَادُ.
Artinya: "Pokok semua perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Selain sebagai tiang agama, sholat lima waktu juga merupakan salah satu rukun Islam. Keimanan seorang Muslim tidak akan sempurna tanpa melaksanakan sholat secara konsisten.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Sholat bukan sekadar kewajiban, tetapi juga kebutuhan rohani bagi seorang hamba. Sebagaimana tubuh membutuhkan makan dan minum, jiwa pun memerlukan ketenangan yang diperoleh melalui dzikir kepada Allah SWT, salah satunya dengan menunaikan salat.
Orang yang menjaga sholat akan merasakan ketentraman dalam hidupnya, sedangkan mereka yang meninggalkannya sering kali kehilangan ketenangan, meskipun memiliki kelimpahan harta. Sebab, di dalam sholat terdapat dzikrullah yang menenangkan hati.
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menjaga sholat dan tidak meninggalkannya dalam keadaan apa pun. Gunakan waktu yang masih diberikan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan bertaubat sebelum kesempatan itu berakhir.
Demikian khutbah Jumat ini disampaikan. Semoga dapat menambah pemahaman dan keimanan kita dalam memaknai peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW serta meneguhkan komitmen untuk menjaga sholat lima waktu. Aamiin.
Contoh Khutbah 3
Hidupkan Kembali Spirit Isra Miraj
Sumber: Laman Dewan Masjid Digital Indonesia (DMDI)
إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ,
أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا.
وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا.
اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا،
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى :
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ
(QS al-Isra' [17]: 9)
Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, pada hari yang mulia ini kita kembali dipertemukan di tempat yang mulia bersama orang-orang yang insyaallah dimuliakan-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Marilah kita senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menaati seluruh perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang memiliki derajat tinggi di sisi Allah SWT.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Setiap tanggal 27 Rajab, umat Islam diingatkan pada peristiwa agung Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Peristiwa luar biasa ini menjadi ujian keimanan bagi kaum Muslimin pada masa itu, karena rangkaiannya berada di luar jangkauan akal manusia. Tidak sedikit yang meragukan dan bahkan berpaling dari iman, sementara kaum musyrik Quraisy memanfaatkan keadaan tersebut untuk menggoyahkan keyakinan umat Islam.
Di tengah situasi itu, Abu Bakar ra tampil dengan keimanan yang kokoh. Ia membenarkan sepenuhnya apa yang disampaikan Rasulullah SAW dan menegaskan bahwa tidak ada yang mustahil bagi kekuasaan Allah SWT. Keteguhan iman Abu Bakar ra inilah yang kemudian membuat Rasulullah SAW memberinya gelar ash-Shiddiq.
Sikap Abu Bakar ash-Shiddiq ra menjadi teladan bagi umat Islam dalam menjaga keimanan, terutama ketika dihadapkan pada keraguan, tekanan, dan arus opini yang menyesatkan.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Tidak lama setelah peristiwa Isra Miraj, peradaban Islam mulai tegak di Madinah al-Munawwarah. Isra Miraj menjadi pembeda antara mereka yang benar-benar beriman dan mereka yang hanya berpura-pura beriman. Dari sinilah lahir generasi yang siap berhijrah, berjuang, dan menegakkan masyarakat Islam atas perintah Allah SWT.
Dalam peristiwa Isra Miraj, Rasulullah SAW menyinggahi dua masjid suci umat Islam, yaitu Masjidil Haram di Makkah dan Masjid al-Aqsha di Palestina. Kedua tempat ini memiliki kedudukan yang sangat mulia, terlebih Masjid al-Aqsha yang saat ini berada dalam kondisi terjajah.
Tentang Baitul Maqdis, Ibnu Abbas ra menuturkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Para nabi tinggal di Syam. Tidak ada sejengkal pun kota Baitul Maqdis kecuali seorang nabi atau malaikat pernah berdoa atau berdiri di sana." (HR at-Tirmidzi)
Sejarah mencatat bahwa Baitul Maqdis merupakan wilayah kaum Muslimin yang dibebaskan oleh pasukan Islam di bawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab. Komitmen menjaga Palestina juga ditunjukkan oleh Sultan Abdul Hamid II yang dengan tegas menolak segala upaya penyerahan tanah Palestina, meskipun dengan imbalan harta yang sangat besar.
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah pada 28 Rajab 1342 H menjadi titik awal perpecahan umat Islam. Sejak saat itu, kaum Muslimin kehilangan pelindung, tercerai-berai, dan mudah dikuasai oleh musuh-musuhnya. Penderitaan umat Islam pun terjadi di berbagai penjuru dunia, termasuk di bumi Palestina yang diberkahi Allah SWT.
Oleh karena itu, peristiwa Isra Miraj seharusnya menjadi momentum untuk membangkitkan kembali kesadaran, keimanan, dan semangat perjuangan umat Islam. Selama lebih dari 14 abad, Daulah Islamiyah telah menjadi pelindung dan pemersatu umat, dimulai dari Khulafaur Rasyidin hingga Khilafah Utsmaniyah.
Melalui perenungan Isra Miraj, umat Islam diajak untuk semakin menguatkan iman kepada Allah SWT dan meningkatkan semangat menegakkan syariat Islam secara menyeluruh, dengan harapan terwujudnya kembali kepemimpinan Islam sesuai manhaj kenabian, atas izin dan pertolongan Allah SWT.
Ingatlah firman Allah SWT:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْٓا اَنْصَارَ اللّٰهِ كَمَا قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ لِلْحَوَارِيّٖنَ مَنْ اَنْصَارِيْٓ اِلَى اللّٰهِ ۗقَالَ الْحَوَارِيُّوْنَ نَحْنُ اَنْصَارُ اللّٰهِ فَاٰمَنَتْ طَّاۤىِٕفَةٌ مِّنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ وَكَفَرَتْ طَّاۤىِٕفَةٌ ۚفَاَيَّدْنَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا عَلٰى عَدُوِّهِمْ فَاَصْبَحُوْا ظَاهِرِيْنَ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?' Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: 'Kamilah penolong-penolong agama Allah', lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang."
Khutbah II
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا
أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Baca juga: Susunan Acara Isra Miraj di Sekolah dengan Berbagai Kegiatan
(RK)
