Konten dari Pengguna

3 Contoh Monolog Singkat tentang Kisah Cinta yang Mudah Dihafal

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi contoh monolog singkat. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi contoh monolog singkat. Foto: Unsplash

Secara umum, pengertian monolog adalah percakapan satu arah yang tidak mengandung unsur dialog. Contoh yang paling sering ditemui adalah pidato.

Monolog dapat dilakukan dengan teks pendek dan panjang seperti dalam pementasan teater. Dalam bermonolog, Anda boleh membawakan berbagai tema, seperti kisah romansa, isu lingkungan, dan hal lainnya.

Pengertian Monolog

Mengutip buku Tabungan dari Monolog, dalam lingkup seni, khususnya seni teater, monolog adalah lakon tunggal. Artinya, hanya ada satu aktor yang bercerita mengenai apa pun tanpa ditemani pemeran lain. Banyak juga pementasan teater yang diawali dengan monolog terlebih dahulu.

Monolog merupakan salah satu media penyalur aspirasi yang efektif. Dramawan ternama seperti Putu Wijaya sangat sering menampilkan monolog yang mengkritik kondisi Indonesia di era tertentu.

Ada juga beberapa seniman dengan kreativitas tinggi yang dapat bermonolog secara spontan tanpa teks. Tapi, jika ingin menyuguhkan pertunjukkan menakjubkan, naskah monolog perlu dipersiapkan.

Contoh monolog. Foto: Unsplash

3 Contoh Monolog Singkat

Teks monolog singkat sangat cocok digunakan seorang pemula yang sedang belajar bermonolog sebelum naik level dengan teks yang lebih panjang. Di bawah ini adalah contoh monolog singkat tentang percintaan yang dikutip dari buku Monolog karya Sinta W.

Pangeran Berkuda Besi

Kala itu...

Kau lewatiku yang tengah jalan menuju kampus

Ku lihat kau mengendarai kuda besimu

Bergetar hatiku setengah mampus

Bahagia walau tak terlihat aku ada di sisimu

Begitu terus...

Beberapa hari dan minggu ku perhatikan selalu

Pemuda tampan dengan jaket kelabu

Rambut hitam yang sangat legam

Mata coklat hangat bangkitkan semangat

Lalu..

Beberapa bulan waktu lalu

Semangatku kendur hingga kurasa harapan hancur dan lebur

Lewat dirimu dengan kuda besi itu

Bersama wanita yang entah siapa dia yang tak ingin ku tau tentangnya.

Ilustrasi naskah monolog

Hujan Rindu

Merindu berakibat sendu

Kala langit kelabu

Kala hujan jatuhkan airmu

Pergi sudah matahariku

Aku rindu sungguh

Setiap tetes menggenang

Tak pernah lupa ku kenang

Tiap rasa yang timbul karena senang

Tak pernah risau sebab jiwa selalu tenang

Wahai segala bayang

Oleh hujan

Ia hadirkan usapan kerinduan

Buatku menerus kecanduan

Oleh segala angan

Mungkin belum waktunya

Bertemu pemilik nama

Berjumpa pemilik suara

Bersapa pemilik raga

Tapi nanti kita pasti kan bersua.

Wujud Suara

Bermandikan kata-kata

Mencoba tuangkan sedikit rasa

Karena bibir tak mampu wujudkan suara

Terciptalah puisi yang kadang termakan sepi

Sambil menggigit jari di kala sendiri

Hirup harum semerbak hangatnya kopi

Temaram dinginnya pekat malam

Tak jadikan senyumku padam

Walau kadang ku senyum juga muram

Ku pandang lembar putih yang kan ku gores dengan pena

Ku ambil amplop barang selembar saja

Besok pagi ku hantar surat ini pada Pak Pos

Memohon harap kau buka puisi sederhana itu.

(DAF)