3 Contoh Monolog Singkat tentang Kisah Cinta yang Mudah Dihafal

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Secara umum, pengertian monolog adalah percakapan satu arah yang tidak mengandung unsur dialog. Contoh yang paling sering ditemui adalah pidato.
Monolog dapat dilakukan dengan teks pendek dan panjang seperti dalam pementasan teater. Dalam bermonolog, Anda boleh membawakan berbagai tema, seperti kisah romansa, isu lingkungan, dan hal lainnya.
Pengertian Monolog
Mengutip buku Tabungan dari Monolog, dalam lingkup seni, khususnya seni teater, monolog adalah lakon tunggal. Artinya, hanya ada satu aktor yang bercerita mengenai apa pun tanpa ditemani pemeran lain. Banyak juga pementasan teater yang diawali dengan monolog terlebih dahulu.
Monolog merupakan salah satu media penyalur aspirasi yang efektif. Dramawan ternama seperti Putu Wijaya sangat sering menampilkan monolog yang mengkritik kondisi Indonesia di era tertentu.
Ada juga beberapa seniman dengan kreativitas tinggi yang dapat bermonolog secara spontan tanpa teks. Tapi, jika ingin menyuguhkan pertunjukkan menakjubkan, naskah monolog perlu dipersiapkan.
3 Contoh Monolog Singkat
Teks monolog singkat sangat cocok digunakan seorang pemula yang sedang belajar bermonolog sebelum naik level dengan teks yang lebih panjang. Di bawah ini adalah contoh monolog singkat tentang percintaan yang dikutip dari buku Monolog karya Sinta W.
Pangeran Berkuda Besi
Kala itu...
Kau lewatiku yang tengah jalan menuju kampus
Ku lihat kau mengendarai kuda besimu
Bergetar hatiku setengah mampus
Bahagia walau tak terlihat aku ada di sisimu
Begitu terus...
Beberapa hari dan minggu ku perhatikan selalu
Pemuda tampan dengan jaket kelabu
Rambut hitam yang sangat legam
Mata coklat hangat bangkitkan semangat
Lalu..
Beberapa bulan waktu lalu
Semangatku kendur hingga kurasa harapan hancur dan lebur
Lewat dirimu dengan kuda besi itu
Bersama wanita yang entah siapa dia yang tak ingin ku tau tentangnya.
Hujan Rindu
Merindu berakibat sendu
Kala langit kelabu
Kala hujan jatuhkan airmu
Pergi sudah matahariku
Aku rindu sungguh
Setiap tetes menggenang
Tak pernah lupa ku kenang
Tiap rasa yang timbul karena senang
Tak pernah risau sebab jiwa selalu tenang
Wahai segala bayang
Oleh hujan
Ia hadirkan usapan kerinduan
Buatku menerus kecanduan
Oleh segala angan
Mungkin belum waktunya
Bertemu pemilik nama
Berjumpa pemilik suara
Bersapa pemilik raga
Tapi nanti kita pasti kan bersua.
Wujud Suara
Bermandikan kata-kata
Mencoba tuangkan sedikit rasa
Karena bibir tak mampu wujudkan suara
Terciptalah puisi yang kadang termakan sepi
Sambil menggigit jari di kala sendiri
Hirup harum semerbak hangatnya kopi
Temaram dinginnya pekat malam
Tak jadikan senyumku padam
Walau kadang ku senyum juga muram
Ku pandang lembar putih yang kan ku gores dengan pena
Ku ambil amplop barang selembar saja
Besok pagi ku hantar surat ini pada Pak Pos
Memohon harap kau buka puisi sederhana itu.
(DAF)
