Konten dari Pengguna

3 Contoh Pemberian Penguatan dalam Pembelajaran

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi berikan 3 contoh pemberian penguatan dalam pembelajaran. Foto: Vitaly Gariev/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi berikan 3 contoh pemberian penguatan dalam pembelajaran. Foto: Vitaly Gariev/Unsplash

Pemberian penguatan dalam pembelajaran merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki guru untuk merespons perilaku siswa selama proses belajar mengajar. Dengan penguatan yang tepat, guru dapat mendorong siswa untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan perilaku positif di kelas.

Penguatan tersebut dapat diberikan dalam berbagai bentuk, baik secara verbal maupun nonverbal. Penerapannya pun dapat disesuaikan dengan situasi dan kebutuhan siswa saat pembelajaran.

Lalu, seperti apa penerapannya di kelas? Berikan 3 contoh pemberian penguatan dalam pembelajaran yang efektif untuk diterapkan oleh guru!

Berikan 3 Contoh Pemberian Penguatan dalam Pembelajaran!

Ilustrasi berikan 3 contoh pemberian penguatan dalam pembelajaran. Foto: Quilia/Unsplash

Mengutip buku E-Modul Keterampilan Memberikan Penguatan oleh Kadek Yudana, S.Pd., M.Pd., berikut 3 contoh pemberian penguatan dalam pembelajaran yang bisa guru terapkan:

  • Memberikan komentar, pujian, dukungan, atau dorongan yang mampu meningkatkan perilaku positif peserta didik. Apresiasi ini dapat disampaikan dalam bentuk kata, frasa, kalimat, maupun penjelasan secara lisan yang memotivasi.

  • Memberikan tanda bintang atau komentar tertulis pada buku sebagai bentuk penghargaan atas perilaku positif yang ditunjukkan peserta didik selama pembelajaran.

  • Memberikan sentuhan ringan seperti menepuk pundak atau bahu sebagai bentuk penguatan nonverbal bagi peserta didik yang berhasil menunjukkan sikap atau tindakan positif.

Baca Juga: Bagaimana Guru Dapat Mengoptimalkan MPI Melalui Papan Interaktif Digital?

Prinsip Pemberian Penguatan dalam Pembelajaran

Ilustrasi pembelajaran di kelas. Foto: Shannia Christanty/Unsplash

Disadur dari sumber yang sama, ada beberapa prinsip pemberian penguatan dalam pembelajaran yang perlu diperhatikan guru agar hasilnya optimal, yaitu:

1. Penguatan Harus Diberikan dengan Hangat dan Antusias

Kehangatan dan antusiasme dapat ditunjukkan lewat berbagai cara, seperti ekspresi wajah yang berseri disertai senyuman dan suara yang riang. Selain itu, guru juga bisa menunjukkan sikap yang mencerminkan bahwa penguatan diberikan dengan sungguh-sungguh.

Sebaliknya, jika penguatan disampaikan dengan suara lesu, sikap acuh tak acuh, atau wajah yang murung, hal tersebut tidak akan memberikan dampak positif bagi peserta didik, malah justru dapat menimbulkan kesan negatif.

2. Penguatan yang Diberikan Harus Bermakna

Penguatan harus bermakna agar benar-benar menjadi dorongan bagi siswa untuk meningkatkan keterampilan dan perilaku positifnya.

3. Hindarkan Respon Negatif

Respons negatif seperti hinaan atau ejekan dapat merusak kepercayaan diri dan perkembangan kepribadian siswa. Karena itu, guru perlu menghindari segala bentuk respons negatif tersebut.

4. Penguatan Harus Diberikan Segera

Setelah siswa menunjukkan perilaku positif, guru perlu segera memberikan penguatan. Hal ini bertujuan agar dampaknya langsung terasa dan tujuan pembelajaran menjadi lebih jelas.

5. Jenis Penguatan yang Diberikan Bervaiasi

Pemberian penguatan sebaiknya dilakukan secara bervariasi agar tetap efektif dan tidak menimbulkan kejenuhan. Penguatan verbal yang disampaikan dengan ungkapan yang sama secara terus-menerus dapat kehilangan makna, demikian pula penguatan nonverbal yang diulang berulang kali dapat terasa membosankan.

(NSF)