Konten dari Pengguna

3 Contoh Surat untuk Lomba Hari Kartini yang Menginspirasi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi surat untuk lomba Hari Kartini. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi surat untuk lomba Hari Kartini. Foto: Unsplash.

Dalam rangka memperingati Hari Kartini setiap tanggal 21 April, sekolah-sekolah dan berbagai instansi kerap mengadakan kegiatan lomba, salah satunya lomba menulis surat. Dalam lomba tersebut, peserta diajak untuk mengekspresikan rasa syukur dan menghargai mengenai perjuangan Kartini yang terus menginspirasi hingga saat ini.

Saat proses penulisan, mungkin akan ada peserta yang merasa kesulitan dalam menentukan topik, menuangkan ide, dan menyusun kalimat yang tepat. Untuk mengatasinya, Anda bisa melihat contoh surat untuk lomba Hari Kartini berikut ini!

Contoh Surat untuk Lomba Hari Kartini

Ilustrasi surat untuk lomba Hari Kartini. Foto: Unsplash.

Dikutip dari buku 20 Surat Terbaik untuk Kartini (2021) oleh Kominfo, berikut adalah contoh surat untuk lomba Hari Kartini yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Contoh 1

Oleh: Joseph Raffael Simanjuntak

Pekanbaru, 15 April 2021

Kepada Yth, Ibu Raden Ajeng Kartini di Alam Baka yang Tenang

Salam sejahtera,

Ibu Raden Ajeng Kartini yang saya banggakan, perkenalkan nama saya Joseph Raffael. Saya bersekolah di SD Santa Maria 1, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Saya mengenal Ibu dari cerita ibu saya, dari pelajaran di sekolah, dan dari film yang pernah saya tonton. Saya adalah salah satu putra bangsa yang sangat bangga dengan semangat ibu dalam memperjuangkan pendidikan sehingga saat ini kami bisa menempuh pendidikan yang layak untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.

Sejak mewabahnya virus Corona di Indonesia, seluruh siswa harus mengikuti pembelajaran jarak jauh dari rumah. Melalui pembelajaran secara daring, saya semakin paham bagaimana menggunakan teknologi agar memberikan manfaat di dalam kehidupan sehari-hari. Pandemi corona secara tidak langsung telah membawa saya untuk lebih memahami tentang teknologi informasi dan komunikasi.

Saya yakin dan percaya bahwa jiwa semangat Ibu Kartini akan terus mengalir di hati saya sebagai putra bangsa agar terus semangat dalam menggapai cita-cita saya sebagai seorang insinyur di bidang Information Technology (IT).

Harapan saya, pemerintah mampu memberikan pendidikan khusus agar putra-putri bangsa bisa mendalami bidang IT. Selamat Hari Kartini, bu!

Salam Hormat,

Joseph Raffael Simanjuntak

Contoh 2

Oleh: Sintya Marwa Dewi

Lampung, 15 April 2021

Salam sayang dan cinta,

Bagaimana disana, bu? Kuharap Surga adalah tempatmu bemaung bersama di sisi-Nya. Ah, lebih tepatnya membaca hasil dari buah tanganmu, buku bersampul putih suci yang berjudul, "Habis Gelap Terbitlah Terang". Baris demi baris, lembar demi lembar ku eja perlahan, ia tak pernah gagal menyulut api semangat anak gadismu ini.

Sudah berapa tahun lamanya berlalu sejak dirimu menutup mata, bu? Masih ku ingat dengan sangat jelas kisah hidupmu yang penuh lika-liku dan upaya perjuanganmu untuk mencapai kesetaraan gender di Indonesia. Setiap tantangan dan perjuanganmu, kami teruskan hingga saat ini.

Bu, apa kau tahu? Zaman telah berubah. Dunia telah mengalami revolusi digital yang berdampak pada maju dan berkembangnya setiap aspek kehidupan. Sebagai seorang pelajar, aku juga suka mencari tahu berbagai pengetahuan baru di dunia ini. Sekarang kami semua memiliki ponsel atau handphone yang sangat membantu proses belajar para pelajar di dunia, termasuk diriku.

Jam terus berputar, detik demi detik terus berlalu. Waktuku selalu ku bagi untuk belajar, bermain, dan berkarya. Aku selalu menyempatkan diri untuk menulis, dan hasil tulisan-tulisanku sering aku unggah dalam blog.

Begitulah sepenggal cerita pengalaman dan harapanku, bu. Terima kasih atas jasa besarmu bagi Bangsa Indonesia. Kalau bukan kami, siapa lagi? Kalau tidak sekarang, kapan lagi?

Penerus perjuanganmu,

Sintya Marwa Dewi

Contoh 3

Oleh: Syadah Fahrunisa

Jakarta, 13 April 2021

Teruntuk Ibu Kartini

Ibuku yang tercinta,

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Kartini kepada Ibu. Perkenalkan, saya Syadah Fahrunisa, ingin menceritakan sekilas perjalanan hidup di tanah air sepeninggalan perjuangan ibu. Yang sekarang resmi menjadi nama Indonesia, bukan lagi Hindia Belanda. Persis seperti yang ibu impi-impikan tempo dulu.

Saya ingin bercerita perihal kehidupan yang selalu berkembang setiap harinya. Modern, begitulah sebutan era sekarang, bu. Perkembangan teknologi sudah semakin meluas hingga membuat manusia bergantung pada teknologi tersebut. Lewat benda pipih yang disebut "gawai" dan tersambung dengan internet, dunia benar-benar seperti berada dalam genggaman kami. Dan bagi siapapun yang tidak menguasai teknologi, maka akan tergerus oleh zaman ini, bu.

Karena jasa ibu, wanita kini dapat memperoleh kedudukan yang setara dengan para pria, salah satunya kesetaraan pendidikan. Yang kami perjuangkan kini bukan lagi soal kemajuan dalam berpikir, melainkan soal kembalinya budi pekerti yang tergerus oleh teknologi.

Kelak, saya ingin menjadi seperti ibu, yang bekerja demi kebahagiaan sesama manusia. Saya yakin, cita-cita setinggi apa pun mampu saya raih. Saya ingin menjadi seperti Ibu Kartini.

Salam penuh cinta,

Syadah Fahrunisa

(FHK)

Baca juga: 3 Contoh Proposal Hari Kartini 2026 untuk OSIS yang Lengkap