Konten dari Pengguna

3 Contoh Teks Pidato tentang Hari Santri yang Penuh Makna

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menyampaikan teks pidato tentang Hari Santri. Sumber: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyampaikan teks pidato tentang Hari Santri. Sumber: Unsplash.

Peringatan Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober merupakan momen penting untuk menghargai peran santri. Salah satu cara membangkitkan semangat dalam perayaan ini adalah menyampaikan teks pidato tentang Hari Santri yang penuh makna.

Mengutip laman baznaz.go.id, peringatan ini adalah bentuk penghargaan atas jasa para santri terhadap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui Hari Santri, masyarakat diajak untuk mengingat, meneladani, dan melanjutkan perjuangan ulama serta santri dalam menjaga keutuhan bangsa.

Contoh Teks Pidato tentang Hari Santri

Ilustrasi mendengarkan teks pidato tentang Hari Santri. Sumber: Unsplash.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa contoh teks pidato tentang Hari Santri yang bisa dijadikan sebagai referensi:

Contoh 1

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga kita bisa berkumpul di tempat ini dalam keadaan bahagia dan sehat wal'afiat.

Pada kesempatan kali ini, izinkan saya menyampaikan sebuah pidato yang berjudul "Peran Santri dan Pemuda Indonesia dalam Membangun Bangsa dan Negara."

Hadirin, Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Kahfi ayat 60: “Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya, ‘Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua laut; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun’.”

Ayat ini menceritakan betapa gigihnya Nabi Musa. Jarak dan waktu tempuh yang lama tidak menjadi soal baginya, asalkan tempat itu ditemukan dan yang dicari didapatkan.

Begitu pula seharusnya semangat para pemuda dalam mengarungi masa depan. Sebelum cita-citanya tercapai, mereka tidak akan pernah berhenti berjuang. Maka sudah tentu, kita sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki semangat yang membara.

Pemuda, pemudi, santri dan santriwati, kita adalah harapan bangsa, kita adalah harapan negara, dan kita juga adalah harapan agama. Oleh karena itu, marilah kita bangun inovasi. Jangan sampai kita hanya mengandalkan orang lain. Tunjukkan apa yang kita punya!

Cukup sekian dari saya. Bayi merangkak di atas tanah, Merangkak hingga ke belakang rumah. Semoga pidato ini membawa berkah, menjadi lentera di alam barzakh.

Selamat Hari Santri Nasional! Ayo jaga martabat negeri!

Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Sumber: Kanal Youtube Ponpes Fatahillah Tursina Alam)

Contoh 2

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang senantiasa memberikan kita nikmat iman, nikmat Islam, nikmat sehat, serta nikmat kesempatan, sehingga kita semua bisa hadir untuk menyambut momentum Hari Santri Nasional.

Pada tahun ini, kita sama-sama masih berjuang untuk menyehatkan diri, keluarga, madrasah, hingga negeri ini dari berbagai tantangan global. Pada tahun ini pula, kita kembali menyambut momentum Hari Santri Nasional.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Sejatinya, santri selalu mengambil peran besar untuk memajukan Bumi Pertiwi. Bukan sekadar pasukan bersarung yang dahulu menggaungkan Resolusi Jihad, tetapi santri juga ikut berperan dalam menggapai Indonesia maju.

Jika dulu para santri ikut berkontribusi menumpas penjajah menggunakan senjata, maka sekarang kisahnya menjadi sangat berbeda. Santri hari ini adalah santri milenial, santri kreatif, serta santri yang percaya diri.

Sudah bukan zamannya lagi jika ada santri yang tidak mengerti teknologi. Sudah bukan zamannya lagi jika santri tidak boleh berprestasi di bidang sains dan akademik lainnya. Untuk itulah, lembaga pesantren maupun madrasah diharapkan mampu dan mau terus mengembangkan kurikulum, kualitas pengajar, serta kualitas lulusan santri agar di masa mendatang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional.

Hadirin yang dimuliakan Allah,

Sekian pidato yang bisa saya sampaikan. Mari kita semangati santri dan bangga menjadi santri. Saya akhiri dengan sebuah pantun.

Di taman ada mawar berduri, Di sebelahnya ada bungkus magari. Aku bangga menjadi santri, Karena santri adalah harapan negeri.

Akhirul kalam, wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Sumber: Kanal Youtube Guru Penyemangat)

Contoh 3

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin rahimakumullah,

Pada saat ini, globalisasi dan modernisasi semakin erat jalinannya dalam kehidupan masyarakat. Berbagai dampak yang seharusnya tidak disalahgunakan justru menjadi momok yang membunuh karakter masyarakat secara perlahan, baik pada aspek sosial maupun kultural.

Dalam problematika ini, peran santri sebagai pihak penengah mutlak diperlukan untuk membangun kembali kestabilan dan kesadaran dalam tatanan masyarakat. Namun, pertanyaannya adalah, bagaimana dengan keadaan santri yang diharapkan mampu menghadapi dan mengendalikan perubahan zaman?

Berkaitan dengan hal tersebut, maka perkenankanlah saya menyampaikan pidato dengan tema "Jihad Santri untuk Negeri".

Hadirin yang berbahagia,

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an surah Al-Ahzab ayat 21: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Dalam ayat ini jelaslah bahwa pada diri Rasulullah SAW terdapat uswah shalihah (teladan yang baik), seperti dalam perjuangannya, kesabarannya, dan keteguhannya di atas prinsip Islam. Ditinjau dari segi manapun, santri memang berbeda dari pelajar lainnya. Lambat laun, pergerakan santri kian merambah luas sehingga pengaruhnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Hadirin sekalian,

Peran santri sebagai kekuatan moral diwujudkan dengan menumbuhkembangkan aspek etika dan moralitas dalam setiap tindakan. Oleh karena itu, tidak diragukan lagi bahwa santri milenial yang berkarakter telah menduduki posisi penting dalam pembangunan negara.

Jika dulu di zaman penjajahan santri mampu tampil heroik, sejatinya di zaman sekarang pun santri mesti tampil lebih heroik dalam menghadapi tantangan era globalisasi.

Lalu, bagaimana peran santri dalam menyelesaikan problematika ini?

1. Menghiasi pikiran dengan ilmu yang bermanfaat dan menyebarkannya kepada sesama.

2. Menjadi teladan dan pewaris Rasulullah SAW dalam segala keadaan.

3. Meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan setan yang semakin mendunia dan merajalela.

4. Berpikir kreatif, bersikap kritis, dan bertindak inovatif.

Mari, para santri, kita berjihad untuk memajukan negeri! Kemajuan bukanlah semata-mata perbaikan masa silam. Kemajuan adalah bergerak maju menuju masa depan yang lebih baik.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan. Apabila ada yang kurang berkenan, mohon dimaafkan.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

(Sumber: Kanal Youtube SMA Al-Muhafizhoh)

(FHK)

Baca juga: 3 Contoh Khutbah Hari Santri yang Bisa Dijadikan Referensi