Konten dari Pengguna

3 Elemen Dasar Tari dan Penjelasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi orang yang sedang menari. Sumber: Pixabay.com - Sasin Tipchai
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang yang sedang menari. Sumber: Pixabay.com - Sasin Tipchai

Seni tari merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia. Mulai dari tari tradisional, kreasi hingga temporer. Tidak sedikit juga tarian yang menjadi ikon daerah seperti Bali dengan Tari Pendhetnya, Jawa Timur dengan Tari Remonya, Jawa Barat dengan Tari Jaipongnya, dan masih banyak lagi.

Mengutip Buku Mengenal Seni Tari Indonesia karya Muryanto, S.Pd., tari adalah perwujudan suatu bentuk karya seni yang konkret serta memerlukan proses panjang untuk mempelajari dan memahaminya.

Soedarsono, salah satu pakar tari di Indonesia, mendefinisikan seni tari sebagai ekspresi jiwa manusia yang diwujudkan melalui gerak-gerak yang ritmis dan indah.

Ilustrasi gerak sebagai elemen tari. Sumber: Pixabay.com - Masbebet Christianto

Baca juga : Macam-macam Gerak Dasar Tari dari Kepala sampai Kaki

Elemen Dasar Tari

Mengutip buku Seni Budaya yang disusun oleh Eko Purnomo, dkk., elemen dasar tari adalah gerak. Di dalam gerak mencakup ruang, waktu, dan tenaga.

1. Ruang

Ruang adalah tempat di mana gerak tari tersebut dilakukan. Tidak mungkin seseorang melakukan gerak tari tanpa berada di suatu tempat.

Tempat yang biasa digunakan untuk menari adalah panggung, pentas, maupun tempat lainnya. Ruang bisa di mana saja, entah itu di tempat yang terbuka maupun tertutup.

2. Waktu

Setiap gerak yang dilakukan membutuhkan waktu, baik gerak estetis maupun gerak fungsional. Gerak estetis merupakan gerak yang indah dipandang, dalam hal ini gerakan dalam tarian. Sedangkan gerakan fungsional biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti berjalan dan berlari.

Gerak estetis dan fungsional sama-sama membutuhkan waktu. Terdapat istilah tempo, yakni cepat atau lambat gerak yang dilakukan. Jika gerakan dilakukan secara cepat, maka waktu yang dibutuhkan sedikit. Namun, jika gerakan dilakukan secara lambat, maka waktu yang dibutuhkan akan lebih banyak.

Fungsi tempo pada gerak tari untuk memberikan kesan dinamis sehingga tarian enak untuk dinikmati

3. Tenaga

Bergerak tentu memerlukan tenaga. Penggunaan tenaga dalam gerak tari meliputi:

a. Intensitas, berkaitan dengan kuantitas tenaga dalam tarian yang menghasilkan tingkat ketegangan gerak.

b. Aksen/tekanan, muncul ketika gerakan dilakukan secara tiba-tiba dan kontras.

c. Kualitas, berkaitan dengan cara penggunaan atau penyaluran tenaga.

Jika gerak yang dilakukan memiliki intensitas tinggi tentu saja memerlukan tenaga yang kuat. Danb begitu juga sebaliknya, gerak dengan intensitas rendah memerlukan tenaga yang lemah atau sedikit.

(ULY)