Konten dari Pengguna

3 Fungsi Kartu Nusuk Haji yang Seperti Nyawa Kedua bagi Jemaah Haji

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kartu Nusuk Haji, kartu identitas jemaah haji 2025. Foto: Dok @makkahregion
zoom-in-whitePerbesar
Kartu Nusuk Haji, kartu identitas jemaah haji 2025. Foto: Dok @makkahregion

Kartu Nusuk haji adalah salah satu barang penting yang harus dijaga dengan baik oleh jemaah haji. Kartu ini dibagikan kepada jemaah dalam waktu 1x24 jam setelah mereka tiba di hotel.

Proses distribusi kartu Nusuk dilakukan oleh syarikah atau perusahaan penyedia layanan haji. Saking pentingnya kartu ini, proses pembagiannya kepada setiap jemaah harus didokumentasikan sebagai bukti serah terima.

Sebenarnya, apa fungsi kartu Nusuk haji? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Fungsi Kartu Nusuk Haji

Petugas memindai kartu Nusuk jemaah calon haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, Jumat (14/6/2024). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto

Kartu Nusuk adalah identitas digital resmi untuk jemaah haji dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang digunakan sejak 2024. Kartu ini terbuat dari bahan PVC berukuran panjang, didominasi warna putih dan cokelat, kemudian berisi foto jemaah, kode QR, serta nomor visa.

Muchlis Hanafi selaku Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag menyebutkan bahwa bahwa kartu Nusuk ibarat nyawa kedua bagi jemaah, sehingga harus dijaga dengan baik agar tidak hilang.

“Nusuk ini seperti nyawa kedua jemaah. Bahkan, dalam konteks operasional ibadah haji, 'lebih penting' daripada paspor,” ujar Muchlis dikutip dari laman Kemenag.

Pernyataan tersebut bukan tak beralasan, karena tanpa kartu Nusuk, jemaah tidak akan diizinkan memasuki wilayah Makkah dan mengikuti rangkaian ibadah haji. Tak hanya itu, kartu ini juga terintegrasi dengan banyak layanan dari syarikah selama di Tanah Suci.

Dalam laman Kemenag, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief, menjelaskan bahwa setidaknya ada tiga fungsi utama kartu Nusuk. Apa saja?

Petugas memindai kartu Nusuk jemaah calon haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi, Jumat (14/6/2024). Foto: Sigid Kurniawan/Antara Foto

1. Untuk mendapatkan layanan dari syarikah

Tahun ini, ada delapan syarikah yang menyediakan layanan serta mengelola jemaah haji Indonesia. Seluruh data jemaah haji akan tercatat dalam data syarikah.

Nah, untuk memudahkan syarikah mengidentifikasi jemaah, mereka akan membagikan kartu Nusuk yang memuat identitas penting jemaah. Identitas itu tentunya telah disinkronkan dengan data syarikah masing-masing jemaah.

Dengan begitu, proses identifikasi dan pelayanan jemaah bisa berlangsung efektif dan efisien. Sistem pendataan ini juga mencegah insiden jemaah terlantar atau tidak dilayani oleh syarikah selama di Tanah Suci.

2. Syarat masuk Masjidil Haram

Tanpa kartu Nusuk, jemaah tidak akan diizinkan masuk ke Masjidil Haram. Artinya, mereka tidak dapat mengikuti rangkaian ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Kartu Nusuk juga memudahkan syarikah untuk menertibkan jemaah saat akan masuk ke Masjidil Haram.

“Dengan sistem satu syarikah dan validasi melalui 'Nusuk', Insya Allah proses ini akan berjalan lebih tertib dan lancar," ujar Hilman dikutip dari laman Kemenag.

3. Mengelola pergerakan jemaah

Kartu Nusuk dapat digunakan untuk memantau pergerakan jemaah Indonesia demi meminimalkan risiko mereka tersesat. Hal ini sangat penting, terutama di momen puncak ibadah haji, saat jemaah bergerak secara massal dari Makkah ke Arafah, lalu ke Muzdalifah, dan Mina.

Selain itu, kartu Nusuk juga akan memudahkan petugas syarikah memantau jemaah lansia dan memberikan pelayanan yang mereka butuhkan.

"Secara umum, 'Nusuk' akan menjadi acuan data yang sangat penting untuk mengelola pergerakan 2 juta lebih jemaah. Jika data kita tidak akurat, dampaknya akan sangat besar," terang Hilman.

Baca Juga: Kartu Nusuk Jemaah Haji Hilang, Apa yang Harus Dilakukan?

(DEL)