3 Indikator Keteraturan Suasana Kelas dan Contoh Penilaiannya di PMM

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Keteraturan suasana kelas adalah upaya menciptakan lingkungan belajar yang tertib, nyaman, dan minim gangguan, sehingga siswa dapat fokus selama proses pembelajaran.
Mengutip informasi dari Pusat Informasi Guru Kemendikbud, keteraturan suasana kelas menjadi salah satu aspek penting yang diamati oleh kepala sekolah pada tahap observasi kelas. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa guru mampu menciptakan suasana kelas yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara optimal.
Pada indikator keteraturan suasana kelas ini, terdapat beberapa hal yang menjadi fokus penilaian kepala sekolah. Apa saja indikator yang diamati pada aspek keteraturan suasana kelas dan bagaimana contoh penilaiannya di Platform Merdeka Mengajar (PMM)? Simak informasinya berikut ini.
Indikator Keteraturan Suasana Kelas dan Contoh Penilaiannya
Sebagaimana disebutkan, aspek keteraturan suasana kelas terdiri dari beberapa indikator yang akan dinilai oleh kepala sekolah. Penilaiannya akan diberikan kepala sekolah melalui Pengelolaan Kinerja Guru di PMM.
Berikut ini tiga indikator yang dinilai pada aspek tersebut beserta contoh penilaiannya yang dapat diberikan kepala sekolah:
1. Guru Melakukan Komunikasi Positif untuk Membangun Suasana Kelas yang Kondusif
Indikator ini menilai bagaimana guru membangun interaksi yang hangat, menghargai siswa, dan mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Komunikasi positif bisa diwujudkan melalui penggunaan sapaan yang sopan, memberikan pujian, hingga menyampaikan harapan baik kepada siswa.
Berikut contoh penilaian yang dapat diberikan kepala sekolah pada indikator ini:
"Saya melihat dalam proses pembelajaran guru memanggil murid dengan namanya. Guru juga menyampaikan harapan positif kepada siswa secara efektif, sehingga siswa terlihat lebih termotivasi. Selain itu, guru mencairkan suasana kelas dengan yel-yel semangat sebelum memulai topik pembelajaran."
2. Guru Melakukan Strategi Pengelompokkan untuk Mengaktifkan Keterlibatan Peserta Didik
Indikator ini menilai kemampuan guru dalam mengatur kegiatan kelompok dengan cara yang tepat agar semua siswa terlibat aktif. Strategi pengelompokan yang baik tidak hanya merancang siapa bergabung dengan siapa, tapi juga menjelaskan tujuan kegiatan serta peran masing-masing anggota.
Sebagai referensi untuk memberikan penilaian pada indikator ini, berikut contoh penilaiannya:
"Guru melakukan pengelompokan dengan cara undian dan memberi peran pada semua siswa. Sebelum kegiatan dimulai, guru menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari pembentukan kelompok serta memberikan arahan jelas tentang bagaimana berinteraksi dan berperan aktif. Strategi ini efektif karena siswa terlihat senang, antusias, dan aktif berdiskusi."
3. Guru Membuat dan Mengingatkan Aturan/Kesepakatan Kelas
Indikator ini menilai sejauh mana guru melibatkan siswa dalam penyusunan aturan kelas, menempatkan kesepakatan tersebut di tempat yang terlihat, dan secara berkala mengingatkannya. Hal ini bertujuan agar siswa merasa memiliki dan bersedia menaati aturan tersebut.
Berikut contoh penilaian indikator ini oleh kepala sekolah:
"Saya melihat guru dan siswa mengadakan sesi diskusi untuk membuat kesepakatan kelas, yang kemudian dituliskan dan ditempel di tempat yang mudah dilihat. Guru juga secara berkala mengingatkan murid tentang kesepakatan yang telah dibuat. Bahkan, guru mengajak siswa melakukan refleksi bersama untuk mengevaluasi apakah aturan tersebut sudah berjalan dengan baik. Hasilnya, siswa teringatkan dan mampu menginternalisasi aturan tersebut dalam sikap sehari-hari."
Baca Juga: 3 Contoh Tanggapan Sadar Tantangan dan Penyebabnya PMM
(SAI)
