Konten dari Pengguna

3 Khutbah Idul Adha tentang Pengorbanan yang Penuh Hikmah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 8 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi khutbah idul adha tentang pengorbanan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi khutbah idul adha tentang pengorbanan. Foto: Unsplash

Saat penyampaian khutbah Idul Adha, khatib biasanya mengangkat tema pengorbanan yang sejalan dengan makna hari raya tersebut. Nilai pengorbanan tercermin dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang hingga kini dikenang umat Islam sebagai teladan keikhlasan serta ketaatan kepada Allah SWT.

Tema pengorbanan juga terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari, karena manusia kerap mengorbankan sesuatu, mulai dari waktu, tenaga, hingga kepentingan pribadi demi kebaikan yang lebih besar.

Bagi yang membutuhkan referensi, berikut beberapa contoh khutbah Idul Adha tentang pengorbanan yang dapat dijadikan inspirasi.

Khutbah Idul Adha tentang Pengorbanan

Ilustrasi khutbah idul adha tentang pengorbanan. Foto: Pexels

Dihimpun dari buku 55 Khutbah Dua Id dan Hari-Hari Besar Islam karya Azhar Adam Abdurrohman serta Kumpulan Tema Khutbah Pilihan karya K.H. Abdul Qodir dan Wahyu Fauzi Aziz, berikut contoh khutbah tentang pengorbanan:

Contoh Khutbah Idul Adha #1

Khutbah Pertama

الله أكبر ٩ لا إله إلا الله الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورٍ أَنفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا وَمَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلُّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِي لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن سَيَّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullaah,

Marilah kita mengucapkan syukur ke hadirat Allah SWT. Tuhan semesta Alam yang telah melimpahkan nikmat dan rahmat-Nya. Sholawat serta salam senantiasa kita panjatkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa umat manusia dari jalan kegelapan menuju cahaya terang benderang.

Pada pagi yang mulia ini, umat Islam di berbagai penjuru dunia merayakan Idul Adha, hari raya yang sarat dengan makna pengorbanan serta ketundukan kepada Allah SWT. Momentum ini bukan semata tentang menyembelih hewan kurban, tetapi juga tentang meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah.

Jamaah Sholat Idul Adha yang dimuliakan Allah,

Kisah Nabi Ibrahim AS ketika diperintahkan menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, menjadi salah satu ujian terbesar dalam sejarah manusia. Allah SWT berfirman:

قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنَّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرُ مَاذَا تَرَى

Artinya: “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu." (QS. As-Saffat: 102)

Nabi Ismail AS pun menjawab dengan penuh keteguhan:

يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُومَرُ، سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Artinya: "Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (QS. As-Saffat: 102)

Pengorbanan pada masa sekarang mungkin tidak sama seperti yang dialami Nabi Ibrahim AS. Namun, setiap orang tetap diperintahkan untuk mengorbankan ego, hawa nafsu, kesombongan, rasa tamak, sifat malas, dan kedurhakaan yang sering bersarang dalam diri kita.

Dalam kehidupan modern, pengorbanan dapat diwujudkan melalui berbagai hal, seperti

-Mengorbankan waktu untuk keluarga dan ibadah.

-Mengorbankan kenyamanan demi membantu sesama.

-Mengorbankan hawa nafsu demi kesucian jiwa.

-Mengorbankan keinginan pribadi demi kemaslahatan umat.

-Mengorbankan sifat egois demi membangun sosial yang lebih adil.

Pengorbanan sejatinya tidak membuat seseorang kehilangan sesuatu. Sebaliknya, pengorbanan justru membentuk pribadi yang lebih kuat, lebih ikhlas, serta lebih dekat kepada Allah SWT.

Khutbah Kedua

الله أكبر 7 لا إله إلا الله الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

الْحَمْدُ لِلَّهِ، حَمَّدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَر وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَر وَأَشْهَدُ أَن سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، سَيِّدُ

الْبَشَر.

Contoh Khutbah Idul Adha #2

Khutbah Pertama

الله أكبر 4 لا إله إلا الله الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنَهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ

أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّتَاتِ أَعْمَالِنَا.

مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلُّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِي لَهُ. أشْهَدُ أَنْ لا إله إلا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن َّ سَيَّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ

وَرَسُولُهُ .

اللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلَّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Jamaah Idul Adha yang dirahmati Allah,

Pada hari yang diberkahi ini, kita merayakan Idul Adha dengan penuh syukur. Hari yang mengingatkan kita pada spirit pengorbanan, ketundukan, dan penguatan solidaritas. Setidaknya terdapat beberapa pelajaran penting yang dapat dipetik dari ibadah kurban, antara lain:

Yang pertama, spirit pengorbanan adalah fondasi membangun masyarakat kuat.

Perintah kurban mengajarkan bahwa masyarakat yang tangguh lahir dari pribadi-pribadi yang rela berbagi dan saling membantu. Bukan dari sifat tamak ataupun mementingkan diri sendiri. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Artinya: "Daging dan darah kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian."

Yang kedua, keteladanan ibrahim merupakan pengorbanan sebagai bangunan komunitas.

Nabi Ibrahim AS menjadi teladan dalam ketaatan sekaligus sosok yang berhasil membangun keluarga yang kokoh. Pengorbanan yang dilakukan beliau melahirkan generasi yang taat dan kuat dalam iman.

Yang ketiga, mengokohkan kepedulian sosial melalui kurban.

Ibadah kurban juga mengajarkan pentingnya memperhatikan kebutuhan sesama. Masih banyak saudara yang jarang menikmati makanan layak, termasuk daging. Melalui kurban, rasa empati dan kepedulian sosial dapat tumbuh lebih kuat.

Yang keempat, dari spirit kurban menuju tanggung jawab bersama.

Masyarakat yang kuat bukan dibangun oleh kekayaan yang berlimpah, tetapi oleh nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, kebersamaan, dan komitmen untuk saling membantu.

Idul Adha mengajarkan kita bahwa kekuatan umat Islam terletak pada solidaritas sosial. Ketika setiap Muslim mau berkorban untuk saudaranya, maka keharmonisan dan ketangguhan akan terbangun dengan sendirinya.

Khutbah Kedua

الله أكبر 7 لا إله إلا الله الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أشهد أن لا إلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن َّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ

وَرَسُولُهُ.

اللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلَّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

Contoh Khutbah Idul Adha #3

Khutbah Pertama

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي شَرَعَ لِعِبَادِهِ ٱلْقُرْبَانَ، وَجَعَلَهُ شِعَارًا لِلتَّقْوَىٰ وَٱلْإِحْسَانِ، نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ عَلَىٰ نِعَمِهِ ٱلظَّاهِرَةِ وَٱلْبَاطِنَةِ، وَنَشْكُرُهُ عَلَىٰ مَا أَوْلَانَا مِنَ ٱلْخَيْرِ وَٱلْإِيمَانِ. وَٱلصَّلَاةُ وَٱلسَّلَامُ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، سَيِّدِ أَهْلِ ٱلْإِيمَانِ، وَإِمَامِ أَهْلِ ٱلْإِحْسَانِ، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا تَعَاقَبَ ٱلْجَدِيدَانِ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا ٱلْمُؤْمِنُونَ، ٱتَّقُوا ٱللَّهَ حَقَّ ٱلتَّقْوَىٰ، وَعَظِّمُوا شَعَائِرَ ٱللَّهِ فِي هَٰذِهِ ٱلْأَيَّامِ ٱلْمُبَارَكَةِ، فَإِنَّ فِيهَا تَكْفِيرَ ٱلسَّيِّئَاتِ، وَرَفْعَ ٱلدَّرَجَاتِ، وَفَوْزَ أَهْلِ ٱلطَّاعَاتِ

Jamaah sholat Idul Adha yang dirahmati Allah,

Pagi hari ini, sudah sepatutnya memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia yang diberikan. Semoga rasa syukur tersebut semakin meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Pada kesempatan yang mulia ini, khutbah akan membahas tentang makna kurban sebagai bentuk kepedulian sosial dan pendekatan diri kepada Allah SWT.

Ibadah kurban menjadi bukti bahwa Islam mengajarkan kepedulian terhadap sesama. Hal tersebut juga mengingatkan bahwa harta yang dimiliki sejatinya hanyalah titipan dari Allah SWT yang di dalamnya terdapat hak orang lain.

Kenikmatan yang kita rasakan tidak akan berkurang sedikitpun ketika harus dibagi dengan orang lain melalui pembelian hewan kurban. Kita harus menyadari bahwa sesungguhnya hakikat memberi adalah menerima.

Manusia tidak perlu khawatir karena nikmat Allah subhanahu wata'ala sangatlah banyak. Saking banyaknya nikmat Allah, kita tidak akan bisa menghitungnya. Allah berfirman dalam Surah An-Nahl aayat 18:

وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Dengan pengorbanan harta melalui hewan kurban ini, kita juga akan mampu semakin dekat dengan Allah subhanahu wata'ala. Hal ini selaras dengan makna kurban itu sendiri yakni berasal dari bahasa Arab qariba-yaqrabu-qurban wa qurbanan wa qirbanan, yang artinya dekat. Dengan demikian, ibadah kurban menjadi salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah melalui ketaatan dan kepedulian terhadap sesama.

Khutbah Kedua

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

اَللهُ أكْبَرُ مَا ذَكَرَهُ الذَّاكِرُوْنَ، اَللهُ أكْبَرُ مَا حَمِدَهُ الْحَامِدُوْنَ، اَللهُ أكْبَرُ مَا تَقَلَّبَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ،اَللهُ أكْبَرُ فِي كُلِّ حَالٍ وَفِي سَائِرِ الظُّرُوْفِ وَالْأَحْوَالِ، اَللهُ أكْبَرُ مَا أَقْبَلَ التَّائِبُوْنَ إِلَى رَبِّهِمْ مُسْتَغْفِرِيْنَ، اَللهُ أكْبَرُ مَا تَجَلَّى اللهُ عَلَى عِبَادِهِ فِي هَذَا الشَّهْرِ الْمُبَارَكِ وَفِي سَائِرِ الشُّهُوْرِ وَالْأَيَّامِ بِالرَّحْمَةِ وَالْغُفْرَانِ

الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِإِفْشَاءِ السَّلَامِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ الْمَبْعُوْثِ إِلَى سَائِرِ الْأُمَمِ وَعَلَى أَلَهِ وَصَحْبِهِ الْمُتَمَسِّكِيْنَ بِدِيْنِ الْإِسْلَامِ۰ اَمَّا بَعْدُ:

فَيَا عِبَادَ ﷲ... اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالى فِيْ الْقُرْآنِ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ: ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻭَﻣَﻼَﺋِﻜَﺘَﻪُ ﻳُﺼَﻠُّﻮْﻥَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ، ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬﺎَ ﺍﻟَّﺬِﻳْﻦَ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮْﺍ ﺻَﻠُّﻮْﺍ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻤُﻮْﺍ ﺗَﺴْﻠِﻴْﻤًﺎ ... ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ سَيِّدِنَا ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁلهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَتَجَاوَزْ عَنْهُمْ السَيِّئَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ أَحْوَالَنَا، وَأَصْلِحْ مَنْ فِي صَلَاحِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأَهْلِكْ مَنْ فِي هَلَاكِهِمْ صَلَاحُنَا وَصَلَاحُ الْمُسْلِمِيْنَ. اللَّهُمَّ وَحِّدْ صُفُوْفَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَارْزُقْنَا وَإِيَّاهُمْ زِيَادَةَ التَّقْوَى وَالْإِيْمَانِ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا حُبَّكَ وُحُبَّ نَبِيِّكَ، وَحُبَّ مَنْ أَحَبَّكَ وَأَحَبَّ نَبِيَّكَ. اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا مُتَابَعَةَ نَبِيِّكَ وَالتَّمَسُّكَ بِكِتَابِكَ وَبِسُنَّةِ نَبِيِّكَ، وَلَا تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِي دِيْنِنَا، وَلَا تَجْعَلْ الدُنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا، وَاجْعَلْ الجَنَّةَ هِيَ دَارُنَا وَقَرَارُنَا، وَلَا إِلَى النَّارِ مَصِيْرُنَا. اَللهُ أكْبَرُ، اَللهُ أكْبَرُ،اَللهُ أكْبَرُ، لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أكْبَرُ، اَللهُ أكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ.

Baca Juga: 3 Khutbah Jumat Menyambut Bulan Dzulhijjah sebagai Referensi

(SA)