Konten dari Pengguna

3 Kisah Teladan tentang Puasa Ramadhan untuk Meningkatkan Keimanan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kisah teladan tentang puasa Ramadhan. Foto: Pexels/RDNE Stock project
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kisah teladan tentang puasa Ramadhan. Foto: Pexels/RDNE Stock project

Pada masa Nabi Muhammad SAW, Ramadhan dikenal sebagai waktu yang istimewa untuk meningkatkan ibadah dan memperkuat keimanan. Kala itu, para sahabat menunjukkan kesungguhan luar biasa dalam menjalankan puasa dan mendekatkan diri kepada Allah.

Dalam sejumlah riwayat, dikisahkan berbagai peristiwa yang terjadi selama Ramadhan untuk diambil pelajarannya. Tak hanya menginspirasi, kisah tersebut juga menjadi teladan agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan.

Seperti apa ceritanya? Yuk, simak kumpulan kisah teladan tentang puasa Ramadhan berikut ini untuk dijadikan pelajaran.

Kisah Teladan tentang Puasa Ramadhan

Ilustrasi kisah teladan tentang puasa Ramadhan. Foto: JOAT/Shutterstock

Berikut beberapa kisah teladan tentang puasa Ramadhan yang dapat menjadi inspirasi sekaligus meningkatkan keimanan umat Muslim:

1. Qais bin Shirmah, Sahabat Nabi yang Pingsan saat Puasa

Qais bin Shirmah adalah salah satu sahabat Muhammad SAW. Suatu ketika, ia sedang berpuasa dan saat waktu berbuka tiba, Qais mendatangi istrinya untuk meminta makanan.

Namun, istrinya tidak memiliki makanan di rumah. Ia pun pergi keluar untuk mencarikan makanan bagi Qais. Sementara itu, karena kelelahan setelah beraktivitas seharian, Qais tertidur sebelum istrinya kembali.

Ketika istrinya pulang, ia mendapati Qais sudah tertidur. Menurut ketentuan saat itu, orang yang tertidur setelah waktu berbuka tidak diperbolehkan makan dan minum lagi hingga hari berikutnya.

Akhirnya, Qais bin Shirmah melanjutkan puasanya tanpa sempat makan dan minum. Keesokan harinya, ia jatuh pingsan karena kelelahan.

Peristiwa ini kemudian sampai kepada Muhammad SAW, lalu turunlah ayat dalam Al-Qur'an yang memberikan keringanan terkait waktu makan dan minum pada malam hari di bulan Ramadhan.

اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عٰكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ ۝١٨٧

Artinya: "Dihalalkan bagimu pada malam puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian, sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Akan tetapi, jangan campuri mereka ketika kamu (dalam keadaan) beriktikaf di masjid. Itulah batas-batas (ketentuan) Allah. Maka, janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa." (QS Al-Baqarah: 187)

Sumber: Buku Jurnal Ramadhan dan Idul Fitri oleh Arnida Sharah Auli

2. Perang Badar di Bulan Ramadhan

Perang Badar merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada bulan Ramadhan. Peristiwa ini menjadi simbol kekuatan iman dan keteguhan umat Muslim dalam menghadapi ujian.

Perang Badar terjadi pada 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijriah (624 M). Pasukan Muslim dari Madinah yang dipimpin oleh Muhammad SAW berjumlah sekitar 313 orang harus menghadapi pasukan Quraisy dari Mekah yang jumlahnya sekitar 1.000 orang.

Meskipun kalah jumlah dan perlengkapan, kaum Muslim tetap berjuang dengan penuh keyakinan kepada Allah. Keteguhan iman, keberanian, dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW akhirnya membawa pasukan Muslim meraih kemenangan.

Kisah ini menjadi teladan bahwa kekuatan iman dan kesabaran dapat mengantarkan umat Muslim pada pertolongan Allah.

Sumber: Baznas

3. Kedermawanan Rasulullah di Bulan Ramadan

Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan. Kedermawanan beliau semakin meningkat di bulan Ramadhan. Saking takjubnya para sahabat dengan kedermawanan Rasulullah, maka kedermawanan beliau di bulan Ramadhan dikiaskan melebihi lembutnya angin yang berhembus.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah ibn Abbas. "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah orang yang paling lembut (dermawan) dalam segala kebaikan. Dan kelembutan Beliau yang paling baik adalah saat bulan Ramadhan ketika Jibril datang menemui beliau.

Dan Jibril datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan (untuk membacakan Al Qur'an) hingga Al Qur'an selesai dibacakan untuk Nabi shallallahu'alaihi wasallam. Apabila Jibril datang menemui beliau, maka beliau adalah orang yang paling lembut dalam segala kebaikan melebihi lembutnya angin yang berhembus". (Muttafaq Alaih).

Kisah ini menjadi teladan bahwa bulan Ramadhan merupakan waktu yang tepat bagi umat Muslim untuk memperbanyak sedekah dan berbagai kebaikan.

Sumber: Buku Syiar Ramadhan Perekat Persaudaraan oleh Kemenag RI

Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.

Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026

Baca Juga: Aturan Buka Puasa di TransJakarta, KRL, MRT, dan LRT Terbaru

(NSF)