3 Kultum Singkat tentang Adab Sehari-hari dalam Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ajaran Islam, adab menempati posisi yang sangat penting. Adab tercermin melalui sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Dari cara berbicara hingga memperlakukan orang lain, semuanya membentuk kesan tentang diri seseorang.
Orang yang menjaga adab akan lebih dihormati dan dihargai dalam pergaulan. Adapun pemahaman tentang adab dapat diperoleh melalui berbagai kajian keagamaan, salah satunya kultum.
Kultum atau ceramah singkat ini kerap disampaikan sebagai pengingat agar tingkah laku tetap sesuai ajaran Islam. Simak contoh kultum singkat tentang adab yang dapat dijadikan referensi pada uraian di bawah ini.
Kultum Singkat tentang Adab
Berikut beberapa contoh kultum seputar adab dalam Islam yang dirangkum dari buku Kumpulan Kultum Setahun (Jilid I) karya Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub.
1. Kultum tentang Adab Salam
Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah Yang Mahasuci lagi Maha Memberi kesejahteraan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga serta para sahabat beliau.
Salah satu adab ketika bertemu sesama muslim di jalan atau suatu tempat ialah mengucapkan salam. Orang yang menerima salam wajib menjawabnya sebagai bentuk penghormatan dan doa kebaikan.
Allah Ta'ala berfirman: "Hai orang-orang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya." (QS. An-Nuur: 27)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa salam merupakan tuntunan dalam pergaulan. Memberi salam termasuk hak seorang muslim atas saudaranya, sedangkan menjawab salam hukumnya fardhu ‘ain atau wajib bagi yang mendengarnya.
Ucapan salam yang paling utama ialah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Boleh pula mengucapkan Assalamualaikum warahmatullah atau Assalamualaikum.
Selain itu, yang menjadi adab salam meliputi mengucapkannya dengan suara jelas agar terdengar, lalu memperhatikan jawaban dari orang yang disalami. Jika berada di hadapan banyak orang dan belum yakin semuanya mendengar, salam boleh diulang hingga tiga kali.
Sangat dianjurkan bagi yang datang untuk memulai salam terlebih dahulu. Salam juga disebarkan kepada siapa pun, baik yang dikenal maupun yang belum dikenal.
Dengan membiasakan diri mengucapkan dan menjawab salam sesuai tuntunan, semoga keberkahan senantiasa menyertai setiap pertemuan.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
2. Kultum tentang Adab Berbicara
Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW yang mulia, teladan terbaik dalam kehidupan.
Dalam keseharian, ada banyak adab yang perlu diperhatikan. Salah satu yang paling utama ialah menjaga lisan. Hal ini penting karena ucapan yang keluar dari mulut sering kali menentukan baik atau buruknya hubungan dengan sesama.
Islam dengan tegas melarang perkataan keji, kasar, maupun ucapan yang menyakiti perasaan. Larangan ini bukan tanpa alasan. Rasulullah SAW sendiri dikenal sebagai pribadi dengan akhlak paling sempurna serta sangat jauh dari tutur kata yang buruk.
Sejalan dengan hal tersebut, Ibnu Mas’ud RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda, "Bukanlah seorang mukmim orang yang suka menyakiti hati orang lain, suka melaknat dan suka berbicara keji dan kotor." (HR Abu Dawud dan Al-Bukhari).
Lebih lanjut, perkataan laknat termasuk ucapan yang besar dosanya. Rasulullah SAW juga bersabda, "Sesungguhnya orang-orang yang suka melaknat tidak layak menjadi saksi atau pemberi syafaat kelak pada Hari Kiamat." (HR. Muslim).
Oleh sebab itu, menjaga lisan akan menghadirkan ketenangan dan mempererat persaudaraan. Semoga kita senantiasa diberi kemampuan untuk menjaga setiap perkataan yang terucap.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
3. Kultum tentang Adab Perjumpaan
Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepada Islam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, pembawa kabar gembira dan peringatan bagi seluruh umat manusia.
Dalam kehidupan sehari-hari, perjumpaan menjadi momen yang sering terjadi. Karena itu, Islam mengajarkan adab ketika bertemu agar hubungan antarsesama tetap terjaga dengan baik. Salah satu adab yang dianjurkan ialah berjabat tangan.
Rasullah SAW bersabda: "Berjabat tanganlah kalian semua, maka hilanglah kedengkian, bertukar-menukar hadiahlah kalian, maka kalian akan saling mencintai dan hilanglah permusuhan." (HR. Malik)
Saat berjabat tangan, dianjurkan untuk tidak tergesa-gesa melepaskannya hingga pihak lain yang mengakhirinya. Selain itu, berdiri untuk menyambut kedatangan seseorang juga termasuk bentuk penghormatan yang dibolehkan selama tidak berlebihan.
Berdasarkan sunah yang berlaku di kalangan sahabat, berjabat tangan lebih diutamakan daripada membungkuk atau mencium. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang apakah dia harus membungkuk kepadanya. Maka Rasullah menjawab, "Tidak". Dia berkata, "Apakah harus memeluknya dan menciumnya?" Beliau menjawab, "Tidak". Dia berkata, "Apakah harus menjabat tangannya?" Beliau menjawab "Ya, jika dia mau."
Demikian beberapa adab dalam perjumpaan yang diajarkan dalam Islam.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Baca Juga: 2 Khutbah Gerhana Bulan versi Muhammadiyah untuk Referensi
(SA)
