3 Pidato Maulid Nabi SAW Singkat dan Lucu, tapi Penuh Makna

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sering kali diisi dengan penyampaian pidato. Isinya dapat berupa pesan tentang makna Maulid Nabi serta ajakan kepada umat Islam untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Meski mengandung pesan keagamaan, pidato Maulid Nabi tidak harus selalu disampaikan dengan suasana yang serius. Menyisipkan humor ringan dapat membuat penyampaiannya terasa lebih santai dan lebih mudah diterima khalayak.
Jika saat ini tengah mencari inspirasi untuk menyusun pidato Maulid Nabi yang singkat dan lucu, beberapa contoh berikut dapat dijadikan sebagai referensi.
Pidato Maulid Nabi SAW Singkat dan Lucu
Dihimpun dari kanal YouTube Guru Penyemangat dan Cecep2312, berikut contoh pidato Maulid Nabi SAW yang menghibur dengan pesan mendalam.
Contoh 1
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan. Berkat nikmat tersebut, pada hari ini, 12 Rabiul Awal, kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tak lupa, shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW. Semoga dengan memperbanyak shalawat, kita mendapatkan syafaat beliau di Yaumul Akhir nanti.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Di era serba canggih seperti ini, apakah cukup bagi kita hanya mengenal Nabi Muhammad melalui cerita dan bershalawat sesekali? Tentu tidak. Justru melalui momentum Maulid Nabi ini, mari kita jadikan kecintaan kepada Rasulullah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Setidaknya ada beberapa langkah dan upaya dalam menumbuhkembangkan kecintaan terhadap Rasulullah.
Pertama, perbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dekatkan diri dengan Al-Qur’an dan luangkan waktu untuk membaca kisah kehidupan Rasulullah sembari memetik hikmah dari kisah Rasul.
Kedua, istiqomah melaksanakan Sunnah Nabi Muhammad SAW dan dimulai dari yang kecil dan ringan. Contohnya? Banyak. Misalnya, bersedekah, berpuasa Senin-Kamis, menjaga kebersihan, berkata jujur, serta berbuat baik kepada sesama.
Ketiga, dan yang paling penting, kecintaan kepada Nabi harus dimulai dari diri sendiri. Jangan sampai kita rajin menyuruh orang lain bershalawat, tetapi diri sendiri malah malas-malasan.
Bapak, Ibu, serta hadirin yang berbahagia, mari gunakan kesempatan maulid Nabi ini untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Demikian pidato yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam perkataan. Sebelum saya akhiri, izinkan saya menyampaikan pantun:
Buah semangka buah pepaya
Tumbuhnya di dekat batang ubi
Kita doakan Islam menjadi jaya
Lalu tumbuhkan cinta kepada Nabi
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Contoh 2
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!
Hadirin yang saya hormati, Alhamdulillah, hari ini kita berkumpul bersama untuk memperingati hari kelahiran manusia paling agung di muka bumi, yaitu Nabi Muhammad SAW.
Teman-temanku yang cantik dan ganteng. Sekarang ini banyak sekali orang yang memiliki idola. Ada yang mengidolakan artis K-Pop, pemain bola seperti Ronaldo dan Messi, atau artis yang sering muncul di media sosial. Tapi, tahu tidak, siapa idola anak Islam yang paling keren dan tidak ada tandingannya? Ya, Nabi Muhammad SAW!
Kenapa Nabi Muhammad SAW layak menjadi idola nomor satu bagi kita? Karena beliau memiliki akhlak yang sangat mulia. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 21: "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu..."
Teman-teman yang dirahmati Allah, meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya tidak sulit. Kita bisa memulainya dari hal-hal simpel.
Pertama, senyum dan menyapa: Senyum itu sedekah. Jadi, ketika bertemu guru dan teman, mari sapa dengan ramah. Jangan cemberut terus seperti sedang kehabisan uang jajan.
Kedua, jujur saat ujian. Ketika ulangan di sekolah, jangan melirik ke kiri dan ke kanan seperti CCTV. Percayalah pada kemampuan sendiri.
Ketiga, suka berbagi. Kalau punya bekal makanan lebih, jangan dimakan sendirian di pojokan sambil badan ditutup-tutupi. Lebih baik berbagi dengan teman.
Jadi teman-teman, yuk kita niatkan untuk makin rajin bersalawat dan meniru sifat-sifat baik Rasulullah supaya kita mendapatkan syafaat beliau serta dikumpulkan bersama orang-orang yang dicintai Allah di surga. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!
Contoh 3
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, puji dan syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan kepada kita semua. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, hingga kita selaku umatnya.
Hadirin rahimakumullah,
Hari ini kita berkumpul dalam rangka memperingati hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW yang biasa kita kenal sebagai Maulid Nabi. Lantas, apa tujuan utama kita memperingati Maulid Nabi? Tentu bukan sekadar seremonial atau berkumpul makan bersama, melainkan untuk mempertebal rasa cinta kita kepada Rasulullah.
Lalu, apa saja keteladanan Nabi Muhammad SAW yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari?
Akhlak Terhadap Sesama: Rasulullah tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Ketika dihina, beliau justru mendoakan kebaikan. Ini adalah teguran bagi kita yang terkadang masih sulit menahan amarah hanya karena masalah sepele.
Ibadah yang Istiqamah: Meski Rasulullah sudah dijamin masuk surga, beliau tetap beribadah dengan sangat khusyuk hingga kakinya bengkak. Ini menjadi pengingat bagi kita agar tidak malas dalam menjalankan perintah Allah, padahal kita belum memiliki jaminan apa-apa di akhirat kelak.
Kasih Sayang kepada Umat: Rasulullah SAW memiliki kecintaan yang begitu besar kepada umatnya. Perhatian beliau terhadap umat bahkan terus dikenang hingga akhir hayat. Kecintaan tersebut menjadi teladan bagi kita untuk saling menyayangi, peduli, dan membantu sesama.
Para hadirin yang mulia, itulah salah satu bentuk nyata kecintaan kepada Rasulullah SAW. Demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangan.
Makan nasi uduk pakai terasi,
Cukup sekian dan terima kasih!
Wabillahi taufiq wal hidayah,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh!
Baca Juga: 5 Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah yang Bisa Jadi Referensi
(SA)
