3 Puisi tentang Idul Adha yang Bisa Jadi Renungan Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi bertema peringatan hari keagamaan cukup banyak ditemukan dalam sastra Indonesia, termasuk puisi tentang Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Biasanya, apa yang dibahas dalam puisi tentang Idul Adha?
William Wordsworth dalam buku Menggores Tinta Puisi karya Ahmad Wahyudi (2021) mendefinisikan puisi sebagai ungkapan dari perasaan yang mendalam yang ditulis dengan kata-kata berirama. Puisi seringkali menjadi medium untuk mengekspresikan pikiran dan seseorang.
Dalam menulis puisi, inspirasi bisa didapatkan dari peristiwa sehari-hari maupun peristiwa di hari-hari spesial, salah satunya Idul Adha. Berikut ini 5 puisi tentang Idul Adha yang dapat dijadikan referensi.
3 Puisi tentang Idul Adha
Idul Adha yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah merupakan salah satu hari besar dalam Islam. Hari tersebut dirayakan secara besar-besaran untuk mengenang peristiwa kurban Nabi Ibrahim.
Pada hari itu, Nabi Ibrahim hendak menyembelih putra kesayangannya, Ismail, atas perintah Allah SWT. Namun, Allah SWT mengganti tubuh Ismail dengan seekor kambing karena ketaqwaan serta kesabaran keduanya dalam menjalankan perintah-Nya.
Berikut 3 puisi tentang Idul Adha dalam sastra modern yang dapat dijadikan renungan umat Muslim.
1. Idul Adha
Oleh Cucu Hayati
Dikutip dari situs SMPN 08 Bandung
Dzikir, takbir, dan tahmid
membuka pikiran
Setelah lembaran doa
mencucurkan darah qurban
di pelataran kehidupan
Dalam sujud,
Hatiku berkata dalam diam
Setelah kata-kata menarik ratusan domba, kambing, sapi, dan kerbau ke ruang-ruang kisah Ismail
Dalam shaf-shaf masjid pun
ribuan jamaah bermunajat
ke jagat raya; ruang kursi-Nya, yang mengiramakan
suara-suara merdu ribuan bidadari dan para malaikat-
Kalimat-kalimat sastra
dalam ayat dua surat Al-Kautsar menurunkan makna dalam hujan keikhlasan
(dirikanlah salat; dan berkurbanlah)
Kata-kata yang kusimpan dari tahun ke tahun,
Menyajikan daging kurban dan sungai darah untuk menyucikan kedengkian dan keangkuhan
Di saat suara-suara hewan terbang ke legenda kematian itulah,
rang-orang miskin dan tak mampu pun mengepakkan sayap
memohon daging dan tulang-belulang dalam doanya
Maka tutuplah ceritamu
Karena kambing, domba, sapi, dan kerbau,
berkubang dalam arus
kematian yang ikhlas
dan cair ke hati karena ikhlasmu
2. 10 Dzulhijjah
Oleh : Ratih
Dikutip dari buku elektronik Kumpulan Puisi Wattpad
10 Dzulhijjah tahun ini
10 Dzulhijjah tanpa ibadah haji
10 Dzulhijjah tanpa silaturahmi
Akan tetapi tetap tanamkan maaf pada diri
10 Dzulhijjah tahun ini
Puluhan belati tetap setia menanti
Untuk menyembelih hewan yang suci
Beruntungnya hewan-hewan itu
Bisa menemui-Mu
Dengan perantara umat-Mu
3. Idul Adha Tiba
Oleh: Dina Febriana
Dikutip dari buku elektronik Kumpulan Puisi Wattpad
Benda tipis mulai mengiris
tiap lapisan kulit
Darah merah mulai mengalir
dengan derasnya
Satu telah tumbang
disusul dengan yang lainnya
Tak lupa sorak-sorai
orang-orang memuji
kebesaran yang Maha Kuasa
Teriakan syukur tak henti-hentinya dikumandangkan
Sebagai bukti atas kecintaan pada yang Maha Esa
Idul adha telah tiba
Melahirkan harapan baru pada tiap insan
Satu harapan yang terlintas dibenak
Semoga kita masih bisa bertemu
pada lebaran yang akan datang.
(GLW)
