Konten dari Pengguna

3 Puisi tentang Idul Adha yang Bisa Jadi Renungan Umat Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi Idul Adha. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi Idul Adha. Foto: Pexels.

Puisi bertema peringatan hari keagamaan cukup banyak ditemukan dalam sastra Indonesia, termasuk puisi tentang Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Biasanya, apa yang dibahas dalam puisi tentang Idul Adha?

William Wordsworth dalam buku Menggores Tinta Puisi karya Ahmad Wahyudi (2021) mendefinisikan puisi sebagai ungkapan dari perasaan yang mendalam yang ditulis dengan kata-kata berirama. Puisi seringkali menjadi medium untuk mengekspresikan pikiran dan seseorang.

Dalam menulis puisi, inspirasi bisa didapatkan dari peristiwa sehari-hari maupun peristiwa di hari-hari spesial, salah satunya Idul Adha. Berikut ini 5 puisi tentang Idul Adha yang dapat dijadikan referensi.

3 Puisi tentang Idul Adha

Ilustrasi puisi Idul Adha. Foto: Pexels.

Idul Adha yang diperingati setiap 10 Dzulhijjah merupakan salah satu hari besar dalam Islam. Hari tersebut dirayakan secara besar-besaran untuk mengenang peristiwa kurban Nabi Ibrahim.

Pada hari itu, Nabi Ibrahim hendak menyembelih putra kesayangannya, Ismail, atas perintah Allah SWT. Namun, Allah SWT mengganti tubuh Ismail dengan seekor kambing karena ketaqwaan serta kesabaran keduanya dalam menjalankan perintah-Nya.

Berikut 3 puisi tentang Idul Adha dalam sastra modern yang dapat dijadikan renungan umat Muslim.

1. Idul Adha

Oleh Cucu Hayati

Dikutip dari situs SMPN 08 Bandung

Dzikir, takbir, dan tahmid

membuka pikiran

Setelah lembaran doa

mencucurkan darah qurban

di pelataran kehidupan

Dalam sujud,

Hatiku berkata dalam diam

Setelah kata-kata menarik ratusan domba, kambing, sapi, dan kerbau ke ruang-ruang kisah Ismail

Dalam shaf-shaf masjid pun

ribuan jamaah bermunajat

ke jagat raya; ruang kursi-Nya, yang mengiramakan

suara-suara merdu ribuan bidadari dan para malaikat-

Kalimat-kalimat sastra

dalam ayat dua surat Al-Kautsar menurunkan makna dalam hujan keikhlasan

(dirikanlah salat; dan berkurbanlah)

Kata-kata yang kusimpan dari tahun ke tahun,

Menyajikan daging kurban dan sungai darah untuk menyucikan kedengkian dan keangkuhan

Di saat suara-suara hewan terbang ke legenda kematian itulah,

rang-orang miskin dan tak mampu pun mengepakkan sayap

memohon daging dan tulang-belulang dalam doanya

Maka tutuplah ceritamu

Karena kambing, domba, sapi, dan kerbau,

berkubang dalam arus

kematian yang ikhlas

dan cair ke hati karena ikhlasmu

2. 10 Dzulhijjah

Oleh : Ratih

Dikutip dari buku elektronik Kumpulan Puisi Wattpad

10 Dzulhijjah tahun ini

10 Dzulhijjah tanpa ibadah haji

10 Dzulhijjah tanpa silaturahmi

Akan tetapi tetap tanamkan maaf pada diri

10 Dzulhijjah tahun ini

Puluhan belati tetap setia menanti

Untuk menyembelih hewan yang suci

Beruntungnya hewan-hewan itu

Bisa menemui-Mu

Dengan perantara umat-Mu

3. Idul Adha Tiba

Oleh: Dina Febriana

Dikutip dari buku elektronik Kumpulan Puisi Wattpad

Benda tipis mulai mengiris

tiap lapisan kulit

Darah merah mulai mengalir

dengan derasnya

Satu telah tumbang

disusul dengan yang lainnya

Tak lupa sorak-sorai

orang-orang memuji

kebesaran yang Maha Kuasa

Teriakan syukur tak henti-hentinya dikumandangkan

Sebagai bukti atas kecintaan pada yang Maha Esa

Idul adha telah tiba

Melahirkan harapan baru pada tiap insan

Satu harapan yang terlintas dibenak

Semoga kita masih bisa bertemu

pada lebaran yang akan datang.

(GLW)