3 Susunan Acara Walimatussafar Haji yang Terstruktur

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Walimatussafar merupakan tradisi syukuran yang digelar umat Muslim saat calon jemaah haji bersiap berangkat ke Mekah. Kegiatan ini umumnya dilaksanakan sekitar satu bulan atau beberapa hari sebelum keberangkatan sebagai bentuk doa agar ibadahnya lancar.
Dalam pelaksanaannya, walimatussafar biasanya diisi dengan pengajian serta tausiyah yang membahas makna dan tanggung jawab ibadah haji. Agar rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat, diperlukan susunan acara yang jelas dan terstruktur.
Susunan acara ini bisa digunakan sebagai panduan untuk acara sebelum keberangkatan atau kepulangan dari ibadah haji. Waktunya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing-masing. Jika butuh referensi mengenai susunan acara walimatussafar haji, simak beberapa contohnya di bawah ini!
Contoh Susunan Acara Walimatussafar Haji
Dalam buku 100+ Kesalahan dalam Haji & Umrah karya Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar dan Hj. Indriya R. Dani, walimatussafar haji dijelaskan sebagai acara ratiban atau syukuran. Sama seperti acara pada umumnya, walimatussafar membutuhkan susunan acara untuk memandu jalannya kegiatan dari awal hingga akhir.
Sebagai referensi, berikut beberapa contoh susunan acara walimatussafar haji yang bisa digunakan.
Contoh Susunan Acara #1
Sumber: Buku Tradisi Haji susunan Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI
1. Pembukaan dengan pembacaan Surah Al-Fatihah.
2. Dilanjutkan Qira’atul Qur’an dan lantunan sholawat haji.
3. Pembacaan Asmaul Husna bersama jamaah.
4. Doa bersama melalui tahlil dan Surah Yasin.
5. Sambutan dari perwakilan keluarga calon jemaah haji.
6. Tausiyah dari tokoh agama atau undangan.
7. Sesi ramah tamah untuk membangun suasana kekeluargaan.
8. Doa penutup sebagai penutup rangkaian acara.
Contoh Susunan Acara #2
1. Pembukaan dengan doa Iftitah Al-Majelis.
2. Dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
3. Prosesi berpamitan calon jemaah haji kepada keluarga.
4. Penyampaian pamit haji oleh perwakilan keluarga.
5. Pembacaan doa safar untuk keselamatan perjalanan.
6. Pelantunan azan dan iqamah sebagai simbol keberangkatan.
7. Sholawat haji bersama jamaah.
8. Mushafahah atau bersalaman, diiringi sholawat haji.
Contoh Susunan Acara #3
Sumber: Susunan Acara Walimatussafar Haji Masjid Arafah
unggahan Doni Fifia di Scribd
1. 19.30–20.00 WIB – Shalat Isya berjamaah
2. 20.00–20.05 WIB – Pembukaan acara
3. 20.05–20.10 WIB – Pembacaan ayat suci Al-Qur’an
4. 20.10–20.30 WIB – Kata sambutan dari:
- Ketua Masjid 'Arafah
- Tokoh masyarakat
- Calon jemaah haji
5. 20.30–21.00 WIB – Ceramah agama
6. 21.00–22.00 WIB – Prosesi tepuk tepung tawar oleh:
- Keluarga
- Penceramah (Ustad)
- Tokoh masyarakat
- Pengurus masjid
- Jamaah masjid
7. 22.00–22.10 WIB – Pemotongan nasi tumpeng
8. 22.10–selesai – Doa penutup
Baca juga: Contoh Teks MC Walimatussafar Haji 2025 Lengkap dengan Susunan Acaranya
(RK)
