Konten dari Pengguna

3 Teks Pidato Hari Kebangkitan Nasional Pembina Upacara yang Penuh Semangat

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 13 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Petugas upacara saat mengibarkan bendera Foto:  Moh Fajri/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas upacara saat mengibarkan bendera Foto: Moh Fajri/kumparan

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati setiap tanggal 20 Mei sebagai momen penting dalam sejarah Indonesia. Peringatan ini menjadi simbol semangat persatuan dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Biasanya, momen peringatan ini diisi dengan upacara bendera dan pembacaan pidato oleh pembina upacara. Melalui pidato tersebut, nilai-nilai perjuangan dan rasa cinta Tanah Air disampaikan kepada seluruh peserta upacara.

Sebagai referensi bagi pembina upacara, berikut beberapa contoh teks pidato Hari Kebangkitan Nasional yang bisa digunakan untuk menyampaikan amanat dengan khidmat dan bermakna.

3 Teks Pidato Hari Kebangkitan Nasional

Wali Kota Medan Bobby Nasution memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-116 di Balai Kota Medan. Foto: Pemkot Medan

Berdasarkan Pedoman Penyelenggaraan Harkitnas 2025 susunan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Hari Kebangkitan Nasional 2025 merupakan peringatan yang ke-117. Jumlah ini dihitung sejak berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908.

Tahun ini, Hari Kebangkitan Nasional jatuh pada Selasa, 20 Mei 2025. Sebagai bagian dari peringatan tersebut, berikut contoh teks pidato Hari Kebangkitan Nasional yang dapat digunakan saat prosesi upacara berlangsung:

1. Teks Pidato Hari Kebangkitan Nasional - Contoh 1

Bersumber dari sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI pada Peringatan ke-116 Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2024, berikut ini contoh teks pidato yang memuat nilai-nilai semangat kebangkitan dan persatuan bangsa:

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Syalom,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Salam Kebajikan,

Salam sejahtera bagi kita sekalian.

Saudara-saudari sebangsa dan setanah air,

Hari-hari ini kita dihadapkan pada suatu realitas yang terpampang terang yakni, kemajuan teknologi yang melesat cepat. Kita sudah memilih bukan hanya ikut-serta, tetapi lebih daripada itu, menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia. Hari-hari ini hingga dua dekade ke depan merupakan momen krusial yang akan sangat menentukan langkah kita dalam mewujudkan itu semua.

Refleksi atas pilihan tersebut bisa kita rujuk dengan "berkunjung kembali" kepada gagasan awal menjadikan dan membentuk Indonesia. Bagaimana sejarah telah membentuk kebangsaan kita.

Sejarah diperlukan bukan karena sensasi politiknya. Juga bukan sebagai sumber keteladanan nilai semata-mata. Tetapi pada percakapan terus menerus tentang kemajuan, kemanusiaan dan kesejahteraan. Keteladanan tidak harus diikatkan pada masa lalu. Namun dapat dikaitkan dengan masa depan, yaitu pada ide-ide yang membuka ruang imajinasi peradaban.

Lebih dari seabad lalu, tepatnya pada 20 Mei 1908, lahir organisasi Boedi Oetomo, yang di masa itu telah menumbuhkan bibit bagi cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hari berdirinya Boedi Oetomo inilah yang kelak menjadi simbol dari Hari Kebangkitan Nasional yang kita rayakan hari ini.

Organisasi Boedi Oetomo bermula dari sejumlah dokter dan calon dokter di Batavia yang berkumpul mendirikan suatu organisasi modern. Banyak orang menaruh harapan pada organisasi ini dan menganggapnya sebagai motor penggerak gerakan kemerdekaan di tanah Hindia Belanda. Bahkan Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis Belanda, menyatakan: "Sesuatu yang ajaib sedang terjadi, Insulinde molek yang sedang tidur, sudah terbangun".

Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal, seperti pentingnya pendidikan barat bagi rakyat Hindia Belanda serta penyebaran pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang priayi atau bukan. Dari sana timbul pula pemikiran tentang pentingnya memperluas keanggotaan yang mencakup seluruh rakyat Hindia Belanda.

Sandi saat memimpin upacara Foto: Moh Fajri/kumparan

Saudara-saudari sebangsa dan setanah air,

Apa yang telah dirintis Boedi Otomo dilanjutkan oleh banyak organisasi lain yang muncul belakangan. Nasionalisme Jawa khas Boedi Oetomo diperluas menjadi nasionalisme yang mencakup keseluruhan orang-orang di Hindia Belanda. Pendidikan yang hanya ditujukan pada priayi Jawa diperluas menjadi pendidikan untuk seluruh rakyat Bumiputera.

Perjuangan memajukan kebudayaan Jawa diperluas menjadi perjuangan politik mengusir penjajahan Belanda. Perluasan dari cita-cita yang telah ditumbuhkan oleh Boedi Oetomo mencapai titik puncaknya pada proklamasi kemerdekaan.

Sebelum Boedi Oetomo, adalah Kartini, perempuan dari kota kecil Jepara, yang mengawali lahirnya gagasan kemerdekaan, kebebasan, kesetaraan, keadilan, persaudaraan dan kemajuan, melalui tulisan-tulisannya yang tersiar ke penjuru dunia. Dialah yang menggodok aspirasi-aspirasi kemajuan di Indonesia untuk pertama kali muncul sejak lebih dari seabad lalu.

Di tangannya kemajuan itu dirumuskan, diperinci, dan diperjuangkan, untuk kemudian menjadi milik seluruh bangsa Indonesia. Ia sadar betul bahwa dalam zaman baru yang modern, peralatan paling mumpuni adalah pendidikan.

Pendidikan adalah wahana untuk membebaskan manusia, sekaligus membebaskan bangsa dari belenggu penjajahan. Bagi Kartini, pendidikan merupakan jalan yang dapat menguak horizon dan peradaban baru bagi kaum Bumiputera.

Kartini merupakan pembaharu dalam menggagas sebuah imajinasi mengenai sebuah tatanan masyarakat yang merdeka, dan sebuah cita-cita ideal baru tentang bangsa yang lebih besar dibandingkan asal-usul sosialnya sendiri.

Apa yang digagas Kartini telah jauh melampaui kisah hidupnya sendiri. Ia telah memberikan inspirasi penting bagi sumbu-sumbu kecil, yakni para kaum muda "embrio bangsa", yang perlahan menjadi nyala berkobar yang kemudian kita kenal sebagai pergerakan kebangkitan nasional.

Embrio Indonesia lahir dari kemajuan modern dan pencerahan, dari kaum muda berpendidikan yang tidak kehilangan identitas ke-Indonesiaannya. Embrio Indonesia lahir dari keragaman pikiran para "kaum muda" sebagai "embrio bangsa". Di tangan kaum muda terdidik inilah cita-cita kemerdekaan dan kebebasan dirumuskan dan diperjuangkan.

Alam kemerdekaan hanya bisa dicapai jika manusia setara dan bebas. Manusia yang bebas dan setara hanya dimungkinkan jika manusia tersebut terpelajar dan berpendidikan. Dari merekalah semangat kebangkitan nasional lahir.

Kebangkitan nasional adalah penanda lahirnya zaman baru. Pencetus cara berpikir baru. Semangat kebangkitan nasional merumuskan kemerdekaan sebagai wahana memperjuangkan kedaulatan dan kemuliaan manusia.

Apa yang digagas Boedi Oetomo, Kartini dan para embrio bangsa, kemudian dirumuskan Bung Karno sebagai "jembatan emas". Kemerdekaan dibayangkan Bung Karno sebagai sebuah "jembatan emas" yang akan membawa bangsa Indonesia menikmati kehidupan sejahtera lahir dan batin di atas tanah sendiri.

Bung Karno juga menekankan bahwa di ujung "jembatan emas" akan selalu ada kemungkinan yang dapat membawa Indonesia menuju kebaikan ataupun sebaliknya, yang dalam bahasa Bung Karno "bahagia bersama atau menangis bersama".

Di sinilah Bung Karno mengingatkan kita pentingnya "momen" agar kita mengambil keputusan yang tepat dan cermat untuk membawa kita pada jalan yang mengarah kepada kebaikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Wali Kota Medan Bobby Nasution memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-116 di Balai Kota Medan. Foto: Pemkot Medan

Saudara-saudari sebangsa dan setanah air,

Hari ini, kita berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu, kini kita menghadapi beragam tantangan dan peluang baru. Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru.

Kemajuan teknologi telah menghampiri kehidupan kita sehari-hari dan menjadi bagian dari peradaban kita hari ini. Inovasi-inovasi teknologi telah mendorong perubahan kehidupan manusia secara revolusioner.

Banyak kesulitan yang berhasil disolusikan oleh teknologi. Adagium di zaman ini jelas, dia yang menguasai teknologi, dia pula yang akan menguasai peradaban. Di titik ini, gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong "Indonesia Emas".

Inovasi teknologi digital bertumbuh setiap hari. Kecepatannya bak lompatan kuantum. Dalam dua dekade terakhir, perubahannya demikian pesat. Teknologi digital, misalnya, telah melesat jauh melampaui bayangan banyak orang. Setidaknya, tak terbayangkan dalam tiga dekade yang lalu, bahwa hari ini akan seperti ini. Teknologi digital telah menebas banyak keterbatasan manusia.

Dunia seakan mengerdil. Semua seperti mendekat, terpampang di depan mata. Jarak bagai tak lagi relevan. Kehadiran visual menyempurnakan kehadiran suara. Sementara itu, di hadapan kita telah terbentang potensi kekuatan yang siap merambah dunia. Bonus demografi menunjukkan bagaimana 60% penduduk Indonesia dalam dua dekade ini menjadi tenaga usia produktif yang siap mengembangkan inovasi-inovasi baru, bagi kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi.

Sebagaimana telah berkali-kali dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo, peluang kita menjadi negara maju ada dalam 10 hingga 15 tahun ke depan dengan memaksimalkan bonus demografi. Presiden juga menekankan bagaimana di dalam sejarah peradaban negara-negara dan bangsa-bangsa, kesempatan itu hanya datang satu kali, oleh karenanya kita sama sekali tidak boleh keliru dalam memilih langkah.

Saudara-saudari sebangsa dan setanah air,

Bonus demografi yang dimiliki Indonesia haruslah dikelola dengan kebijaksanaan. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya adalah adopsi teknologi digital. Tingkat penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 79.5% dari total populasi. Ini diperkuat dengan potensi ekonomi digital ASEAN yang diperkirakan meroket hingga 1 triliun USD pada Tahun 2030.

Dalam aspek bisnis, sosial, dan ekonomi, transformasi digital dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnis. Sementara itu, dalam aspek sosial dan lingkungan, transformasi digital mampu meningkatkan akses terhadap berbagai teknologi untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Potensi-potensi ini tentu mendukung percepatan transformasi digital, sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk keluar dari middle-income trap. Perekonomian Indonesia harus tumbuh di kisaran 6 hingga 7% untuk dapat mencapai target negara berpendapatan tinggi atau negara maju pada tahun 2045.

Dengan pencanangan percepatan transformasi digital nasional oleh Bapak Presiden Joko Widodo yang dipacu beberapa tahun terakhir ini, tantangan demi tantangan dapat kita hadapi bersama. Kerja bersama dari seluruh komponen bangsa telah menggerakkan roda transformasi dengan pasti. Hasil demi hasil bisa mulai dinikmati, mulai dari kalangan perkotaan sampai dengan pedesaan, di seluruh penjuru tanah air.

Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting bagi kita hari ini. Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Kemajuan telah terpampang di depan mata.

Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa. Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju "Indonesia Emas 2045".

Mari kita rayakan kebangkitan nasional kedua menuju Indonesia Emas!

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Syalom, Om santi, santi, santi om, Namo Budhaya.

2. Teks Pidato Hari Kebangkitan Nasional - Contoh 2

Wali Kota Medan Bobby Nasution memimpin upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-116 di Balai Kota Medan. Foto: Pemkot Medan

Mengutip laman resmi Pemerintah Kabupaten Probolinggo, berikut naskah pidato yang dapat digunakan oleh pembina upacara untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Selamat pagi dan salam sejahtera.

Yang saya hormati:

Para pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten probolinggo;

serta seluruh peserta apel pagi yang berbahagia.

Marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas limpahan rahmat dan kasih sayangnya, pagi ini kita dapat melaksanakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-116 dalam keadaan sehat wal 'afiat.

Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita baginda rosul Muhammad SAW beserta seluruh keluarga, sahabat dan umatnya.

Pada upacara kali ini saya akan membacakan ringkasan sambutan peringatan dan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 dengan tema "Bangkit untuk Indonesia Emas".

Hadirin peserta upacara yang berbahagia,

Hari Kebangkitan Nasional mengingatkan kita pada sejarah lahirnya organisasi Budi Utomo yang berjuang mengejar ketertinggalan indonesia dari bangsa lain.

20 mei 1908, lahirnya organisasi Boedi Oetomo telah menjadi tonggak sejarah untuk mewujudkan kemerdekaan indonesia. Organisasi yang menjadi tempat bermula belajar dan menjadi penggerak kemerdekaan di tanah hindia belanda. Tak salah jika van deventer, seorang tokoh politik etis belanda menyatakan "sesuatu yang ajaib sedang terjadi, insulinde molek yang sedang tidur, sudah terbangun". Pepatah yang bermakna bahwa indonesia tak lagi dipandang sebelah mata.

Hadirin peserta upacara yang berbahagia,

Perjuangan dan cita-cita Boedi Oetomo berhasil memajukan pendidikan yang sebelumnya khusus priayi, diperluas untuk seluruh untuk priayi, kemudian bisa dinikmati oleh seluruh rakyat. begitupula dengan kebudayaan jawa yang diperluas menjadi politik mengusir penjajahan belanda.

Apa yang digagas Boedi Oetomo kemudian dirumuskan Bung Karno sebagai "jembatan emas". kemerdekaan dibayangkan Bung Karno sebagai sebuah "jembatan emas" yang akan membawa bangsa Indonesia menikmati kehidupan sejahtera lahir dan batin di atas tanah sendiri.

Bung Karno juga menekankan bahwa di ujung "jembatan emas" akan selalu ada kemungkinan yang dapat membawa indonesia menuju kebaikan ataupun sebaliknya, yang dalam bahasa Bung Karno "bahagia bersama atau menangis bersama".

Hari ini, kita berada pada fase melanjutkan semangat kebangkitan yang telah diperjuangkan oleh Boedi Oetomo. Kemajuan teknologi mendorong berbagai inovasi yang menyebabkan perubahan hidup secara revolusioner.

Hadirin peserta upacara yang berbahagia,

Dalam dua dekade terakhir, perubahannya demikian pesat. teknologi digital misalnya, telah melesat jauh melampaui bayangan banyak orang. Di titik ini, gambarannya makin jelas, penguasaan atas teknologi merupakan keniscayaan bagi kita untuk menyongsong "indonesia emas".

Bonus demografi yang dimiliki indonesia haruslah dikelola dengan bijaksana. Salah satu yang berpeluang menjadi penopangnya adalah adopsi teknologi digital. Tingkat penetrasi internet di indonesia telah mencapai 79.5% dari total populasi. Ini diperkuat dengan diperkirakan meroket hingga 1 triliun usd pada tahun 2030.

Dengan percepatan transformasi digital nasional oleh bapak Presiden Joko Widodo yang dipacu beberapa tahun terakhir ini, tantangan demi tantangan dapat kita hadapi bersama. Kerja bersama dari seluruh komponen bangsa telah menggerakkan roda transformasi dengan pasti. Hasil demi hasil bisa mulai dinikmati, mulai dari kalangan perkotaan sampai dengan pedesaan, di seluruh penjuru tanah air.

Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digital kita, menjadi modal dasar menuju "Indonesia Emas 2045".

Mari kita rayakan kebangkitan nasional menuju indonesia emas!

Sekian dan terima kasih.

Wassalamu'alaikumwarohmatullohi wabarokatuh.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selamat pagi Bapak/Ibu Guru serta teman-teman yang saya cintai.

Hari ini kita berkumpul untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Setiap tanggal 20 Mei, kita mengenang saat penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada hari itu, tahun 1908, lahirlah organisasi Budi Utomo. Inilah tanda bahwa bangsa kita mulai sadar untuk bersatu dan bangkit melawan penjajahan. Para pahlawan dahulu punya semangat besar untuk membuat Indonesia merdeka dan maju.

Sekarang kita memang tidak lagi dijajah seperti dulu, tapi kita tetap harus bangkit menghadapi tantangan zaman. Kita bisa bangkit dari rasa malas, dari kebiasaan bermain terus tanpa belajar, dan dari sikap suka menyerah. Bangsa yang hebat lahir dari anak-anak yang rajin belajar, jujur, dan berani bermimpi tinggi.

Sebagai pelajar, tugas kita bukan hanya datang ke sekolah, tetapi juga belajar dengan sungguh-sungguh, menghormati guru, dan saling menyayangi teman. Kita harus menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini. Jangan lupa, membuang sampah pada tempatnya, menjaga fasilitas umum, dan menghormati perbedaan juga bagian dari mencintai Indonesia.

Mari teman-teman, kita isi semangat kebangkitan nasional ini dengan hal-hal baik. Ayo kita jadi generasi yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang cerah. Dirgahayu Hari Kebangkitan Nasional. Semoga semangat para pahlawan tetap hidup di dalam hati kita semua.

3. Teks Pidato Hari Kebangkitan Nasional - Contoh 3

ilustrasi pembina upacara. Foto: Paulina Herasmaranindar/kumparan

Mengutip buku Seni Membawakan Pidato & MC karya Chatrin Pratiwi, berikut contoh teks pidato Hari Kebangkitan Nasional yang bisa digunakan oleh pembina upacara:

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, selama bertemu dan selamat berjuang. Hari ini tepatnya tanggal 20 Mei, merupakan Hari Kebangkitan Nasional bangsa Indonesia.

Kita telah cukup lama dijajah oleh Belanda dan Jepang. Perjuangan bangsa ini tidak sia-sia. Kemerdekaan kini telah kita peroleh, ini jelas merupakan perjuangan pahlawan-pahlawan kita yang tak sempat menikmati hasilnya lantaran telah gugur sebagai kusuma bangsa penghias persada Nusantara.

Pada saat perjuangan bangsa Indonesia mempergunakan berbagai cara dan akal tanpa mengenal putus asa. Kegagalan demi kegagalan memang pernah kita alami dalam menghadapi penjajah. Namun, semangat perjuangan makin tinggi.

Pada saat Indonesia hampir-hampir menghadapi perlawanan senjata penjajah, maka munculah pemuda-pemuda pelopor yang terdiri dari Dr Soetomo, Sudirohusodo, dan lain-lainnya mengubah cara menghadapi senjata politik dan organisasi.

Dengan dipelopori berdirinya perkumpulan Budi Utomo, maka sejak saat itu beralihlah perjuangan bangsa Indonesia dari mengandalkan kekuatan senjata menjadi kekuatan politik dan organisasi. Timbullah semangat bangsa. Bangkitlah hasrat berjuang lebih gigih lagi sampai tercapainya kemerdekaan.

Sejak saat itu, tanggal 20 Mei kita tetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sebagai titik tolak perjuangan melawan penjajah dengan mempergunakan kebangkitan politik dan organisasi.

Saudara-saudara sekalian yang kami hormati, semoga api semangat Kebangkitan Nasional mampu menjiwai semangat perjuangan kita dalam mengisi kemerdekaan yang kita cintai.

Sekian, terima kasih dan selamat berjuang.

Baca Juga: 20 Ucapan Hari Kebangkitan Nasional 2025 untuk Caption Media Sosial

(ANB)