3 Teks Pildacil Maulid Nabi Lucu dan Singkat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Maulid Nabi merupakan salah satu hari besar yang dirayakan umat Muslim untuk memperingari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Perayaan ini sering diisi dengan berbagai kegiatan menarik seperti lomba Pildacil atau Pemilihan Da'i Cilik.
Lomba Pildacil merupakan ajang kompetisi ceramah yang diikuti oleh anak-anak. Temanya beragam, bisa membahas tentang nilai-nilai Islam maupun tauladan Nabi Muhammad SAW. Menurut Al-Fath dalam buku Ibadahku Seru, lomba ini dapat mengembangkan potensi anak sekaligus meningkatkan keberaniannya.
Jika menjadi peserta lomba ini, Anda perlu menyusun teks pidato yang bagus dan menarik agar dipilih sebagai pemenang. Berikut kumpulan teks Pildacil Maulid Nabi lucu yang bisa dijadikan referensi.
Contoh Teks Pildacil Maulid Nabi Lucu
Teks Pildacil yang lucu bisa menarik perhatian audiens untuk fokus menyimak ceramah Anda. Bonusnya, audiens akan merasa terhibur dan suasana di perlombaan pun bisa menjadi lebih menyenangkan.
Namun, pesan yang disampaikan harus tetap dibawakan dengan serius agar tidak mengurangi kekhidmatan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berikut contoh teks Pildacil Maulid Nabi lucu yang bisa dipilih:
Contoh 1
Berikut contoh teks pidato Maulid Nabi yang singat dan lucu yang dikutip dari konten kanal YouTube Cecep2312:
Siapa yang cinta pada Nabi-Nya, pasti bahagia dalam hidupnya.
يَا رَسُوْلَ اللَّه سَلَامٌ عَلَيْكَ
يَا رَفِيْعَ الشَّانِ وَالدَّرَجِ
Beli busa campur ragi,
Beli jamu campur sekoteng,
Gak kerasa ketemu lagi,
Sama aku yang paling ganteng.
Assalamualaikum wr wb.
Innal hamdalillah wasolatu wasalamu 'ala rasulillah sayyidina Muhammad ibn Abdullah wa 'ala alihi wasohbihi wamawalah. Amma ba’du.
Para hadirin yang saya hormati dan insya Allah dimuliakan oleh Allah SWT,
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang, alhamdulillah, atas karunia-Nya kita bisa berkumpul di tempat yang berbahagia ini untuk memperingati hari kelahiran Baginda Nabi kita, Nabi Muhammad SAW. Semoga pertemuan ini menjadi tanda bahwa kita nanti bisa berkumpul bersama di surga-Nya. Amin ya robbal 'alamin.
Shalawat serta salam tidak lupa kita curahkan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, yang selalu menjadi panutan bagi kita semua. Semoga kita senantiasa mengamalkan dan meneruskan ajaran-ajarannya. Amin ya robbal 'alamin.
Hadirin yang saya hormati,
Kita merayakan Maulid Nabi tidak lain karena rindu dan cinta kepada Baginda Nabi. Kita ingin nanti di akhirat bisa berkumpul bersamanya di surga-Nya. Oleh karena itu, kita harus berusaha meningkatkan ibadah, khususnya sholat, karena di akhirat nanti yang pertama kali ditanya adalah sholat. Banyak yang enggan atau lalai dalam mengerjakan sholat, padahal sholat adalah kewajiban utama bagi kita sebagai umat Muslim.
Banyak di kalangan pemuda yang belum paham tata cara sholat atau asal-asalan dalam melaksanakannya. Inilah pentingnya belajar, karena jika kita sholat tanpa ilmu, bisa bahaya. Misalnya, saat mengucap salam, seharusnya menoleh ke kanan terlebih dahulu, tapi kalau tidak tahu, bisa saja kita menoleh ke kiri dan malah bertatap muka dengan makmum di sebelah. Jadi, penting untuk terus menambah ilmu dan belajar.
Selain itu, melalui acara ini, kita juga harus meneladani akhlak Nabi. Kita harus menjadi orang yang baik dan berbudi pekerti luhur, serta saling tolong-menolong sesama. Jangan seperti sekarang, ada yang kecelakaan malah ditertawakan, atau ada yang jatuh dari motor malah direkam dan diunggah ke media sosial. Seharusnya kita tolong dulu orang yang kena musibah, bukan malah diambil foto atau video.
Belajar dan menuntut ilmu, serta menghadiri majelis seperti ini, dapat menambah kecintaan kita kepada Nabi dan ajarannya. Nabi SAW bersabda:
“Tidak sempurna iman salah seorang dari kalian sehingga aku lebih ia cintai dari orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia."
Bukti cinta kita kepada Nabi adalah dengan memperbanyak shalawat kepadanya. Insya Allah, dengan bershalawat, kita akan mendapatkan syafaatnya di akhirat. Allah berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 56:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Mari kita perbanyak shalawat kepada Nabi agar semakin cinta kepadanya. Ayo kita bershalawat bersama-sama:
Yaa Sayyidi Yaa Rasulallaah
Yaa man lahul jaahu ‘indallaah
Innal musii-iina qod ja-uuk
Lidz-dzanbi yastaghfiruunallaah
Semoga dengan adanya acara ini kita semakin cinta kepada Nabi dan semakin giat dalam beribadah. Amin ya robbal 'alamin.
Hadirin yang saya hormati, kita tutup dengan pantun:
Kalau ada sumur di ladang,
Boleh kita menumpang mandi.
Kalau ada umur yang panjang,
Nanti kita ketemu lagi.
Makan siang dengan soto,
Sebelum berangkat membuka toko.
Izinkan saya menutup pidato,
Pidato singkat, nggak neko-neko.
Burung Irian burung cenderawasih,
Cukup sekian, terima kasih.
Kayu papan bunga setanggi,
Kapan-kapan kita sambung lagi.
Pisau arit memotong duri,
Mohon pamit, undur diri.
Wassalamualaikum wr wb.
Contoh 2
Masih disadur dari kanal YouTube yang sama, ini contoh pidato Maulid Nabi yang lucu dan singkat:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ada orang terlihat sangar
Pergi berlari membawa kampak
Terdengar sih terdengar
Tapi sayang tidak kompak
Sekali lagi, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Innal hamdalillah, wasolatu wasalamu ‘ala Rasulillah, Sayyidina Muhammad ibni Abdillah, wa ‘ala alihi wasohbihi waman walah. Amma ba’du.
Hadirin yang saya hormati dan insya Allah dimuliakan, tidak lupa kepada ibu dan bapak guru yang saya hormati serta teman-teman yang saya cintai dan insya Allah dimuliakan.
Puji dan syukur mari kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Alhamdulillah, atas karunia-Nya kita bisa berkumpul di tempat yang berbahagia ini dalam rangka memperingati hari kelahiran baginda Nabi kita, Nabi Muhammad SAW. Semoga, dengan berkumpul di tempat ini, menjadi tanda bahwa kita kelak bisa berkumpul bersama di surganya Allah. Aamiin ya rabbal ‘alamin.
Shalawat serta salam tidak lupa kita curahkan kepada baginda Nabi kita, Nabi Muhammad SAW, yang selalu menjadi panutan kita semua. Semoga kita senantiasa mengamalkan dan meneruskan ajarannya. Aamiin ya rabbal ‘alamin.
Acara Maulid Nabi ini adalah salah satu bentuk kecintaan kita kepada Nabi. Dengan memperbanyak shalawat, kita menunjukkan cinta kita kepada beliau. Berbicara soal cinta, di sekolah, teman-teman pasti tahu apa itu cinta. Masa sekolah adalah masanya cinta-cintaan. Teman-teman pasti pernah merasakan, dengan lagu yang seperti ini:
Mau tidur teringat padamu
Mau makan teringat padamu
Mau apapun teringat padamu
Kekasihku.
Kemanapun ada bayanganmu
Dimanapun ada bayanganmu
Di semua waktuku ada bayangmu
Kekasihku.
Di saat cinta melekat, eh, kucing pun terasa coklat, hehe. Namun, cinta kita kepada makhluk tidak boleh melebihi cinta kita kepada Nabi.
Sabda Nabi:
"Tidak sempurna iman seseorang dari kalian sampai diriku lebih ia cintai daripada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia." (HR Bukhari)
Oleh karena itu, kita harus lebih mencintai Nabi dan tidak berlebihan mencintai manusia. Sebab, hal tersebut bisa menjerumuskan kita ke dalam zina, na’udzubillah. Ketika cinta sudah membutakan, larangan-larangan agama pun akan dilanggar demi memuaskan nafsu.
Jika kita mencintai Nabi, rajin bershalawat, dan beribadah kepada Allah, insya Allah hidup kita akan berkah dan dimudahkan, terutama bagi pelajar yang ingin mendapatkan ilmu dengan mudah.
Semoga dengan acara Maulid Nabi ini, kita semakin cinta kepada Rasulullah. Aamiin ya rabbal ‘alamin.
Hadirin yang saya hormati, tidak banyak yang saya sampaikan. Semoga ada manfaatnya. Saya pamit undur diri.
Wabilahitaufik walhidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Baca Juga:
Contoh 3
Berikut contoh teks pidato Maulid Nabi lainnya yang dapat dijadikan referensi:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang saya hormati para dewan juri, yang saya hormati para panitia, dan teman-teman semua yang saya sayangi.
Hari ini kita berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kita semua tahu bahwa Nabi Muhammad dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal di Kota Mekkah, tahun gajah. Kenapa disebut tahun gajah?
Karena saat itu ada pasukan gajah yang menyerang Ka’bah. Tapi kalau saya lahirnya di tahun kerbau, berarti apa ya? Hmm... mungkin pas itu ada rombongan kerbau lewat di jalan depan rumah, ya? Hehe...
Nabi Muhammad SAW datang ke dunia ini bukan cuma buat jalan-jalan keliling Mekkah naik unta sambil makan nasi goreng kurma, ya. Beliau punya misi penting dari Allah SWT, yaitu membawa umat dari kegelapan menuju cahaya Islam.
Kalau sekarang kita bisa sholat lima waktu, membaca Al-Qur'an, berbuat baik kepada sesama, dan menjalankan ajaran Islam, semua itu adalah hasil dari perjuangan dan pengorbanan besar Nabi Muhammad SAW. Bayangkan, betapa besar ujian yang beliau hadapi saat pertama kali menyebarkan ajaran Islam. Cemoohan, ancaman, bahkan berbagai kekerasan harus beliau terima. Namun, Rasulullah tidak pernah mundur.
Maka dari itu, sebagai umat Nabi Muhammad SAW, sudah seharusnya kita bersyukur dan berusaha sekuat tenaga untuk mengikuti sunnah-sunnahnya. Sunnah Rasulullah bukan hanya sekadar tindakan atau kebiasaan kecil, tapi juga mencakup prinsip-prinsip dasar kehidupan sehari-hari yang membawa kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain.
Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang mencintaiku, ia akan bersama-sama denganku di surga.” Maka, mari kita buktikan cinta kita kepada Rasulullah dengan mengikuti ajarannya, memperbanyak sholawat, dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Oke teman-teman?
Sebelum saya akhiri, ada pantun nih buat yang masih belum bisa move on dari pidato saya: Makan bakso pakai kecap, jangan lupa tambah sambal. Kalau pidato saya ada yang kurang mantap, nanti kita sambung di lain kesempatan.
Sekian dulu dari saya, kalau ada yang kurang mohon maaf, kalau ada yang lebih saya ikhlas, gak usah dikembalikan.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
(SAI)
