Konten dari Pengguna

30 Contoh Refleksi Orang Tua di Raport PAUD Kurikulum Merdeka

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 6 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi orang tua yang membuat deskripsi refleksi untuk rapor anak. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang tua yang membuat deskripsi refleksi untuk rapor anak. Foto: Pexels

30 contoh refleksi orang tua di raport bisa menjadi referensi untuk mengisi salah satu bagian dalam raport hasil laporan capaian pembelajaran anak PAUD. Refleksi orang tua menjadi komponen penting dalam pelaporan hasil belajar siswa di Kurikulum Merdeka.

Dalam Kurikulum Merdeka, anak PAUD akan menerima raport hasil laporan capaian pembelajaran yang terdiri atas beberapa bagian, yaitu data diri anak, deskripsi kemajuan anak dalam tiap capaian pembelajaran, refleksi orang tua, hingga informasi ketidakhadiran anak.

Refleksi orang tua adalah salah satu bagian dalam raport hasil capaian pembelajaran anak PAUD yang menggambarkan kemitraan antara lembaga pendidikan dan keluarga untuk mendukung pertumbuhan anak usia dini.

Dikutip dari Capaian Pembelajaran untuk Satuan PAUD (TK/RA/BA, KB, SPS, TPA) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), dalam bagian refleksi orang tua, para orang tua akan diminta untuk menuliskan hasil refleksi diri atas tiga pertanyaan terkait anak, yaitu:

  • Apakah yang saya amati sudah berkembang pada diri anak saya?

  • Apa saja yang masih perlu dikembangkan pada diri anak saya?

  • Langkah-langkah apa yang dapat saya lakukan untuk membantu anak saya mengembangkan hal tersebut?

Lantas, bagaimana contoh refleksi orang tua di raport PAUD yang bisa dijadikan referensi? Simak pembahasan berikut ini.

Contoh Refleksi Orang Tua di Raport PAUD

Ilustrasi orang tua yang membuat deskripsi refleksi untuk rapor anak. Foto: Pexels

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa contoh refleksi orang tua di raport anak PAUD:

  1. Terima kasih atas bimbingan Ibu Guru yang membuat anak kami (nama anak) semakin cakap dalam berhitung. Namun, kemampuan menulisnya masih harus terus dikembangkan. Kami akan membantu mendukungnya di rumah.

  2. Anak kami (nama anak) sudah mulai menunjukkan kemampuan menulis dan membaca yang baik. Namun, kemampuan mengejanya masih terbata-bata. Kami akan memberikan perhatian lebih pada kemampuan mengejanya.

  3. Kami mengapresiasi bimbingan dari Ibu Guru yang membuat anak kami (nama anak) mulai peduli akan kerapian diri dan lingkungan. (nama anak) sekarang sudah mulai membereskan barang-barangnya sendiri.

  4. Terima kasih atas bimbingan Ibu Guru yang membuat anak kami (nama anak) semakin disiplin dan antusias dalam berangkat ke sekolah.

  5. Kami melihat peningkatan dalam kemampuan komunikasi anak kami (nama anak), terutama dalam interaksi sosialnya. Terima kasih atas bimbingan Ibu Guru.

  6. Anak kami (nama anak) sudah mulai mengenal doa-doa keseharian, tetapi kami akan membantu memperdalam pemahaman doa saat beribadah. Terima kasih atas bimbingan Ibu Guru.

  7. Terima kasih atas bimbingan Ibu Guru yang membuat anak kami (nama anak) semakin mahir menulis dan membaca, ini merupakan perkembangan yang baik.

  8. Kami mengapresiasi upaya yang membuat anak kami (nama anak) semakin semangat belajar. Ini adalah hal yang baik untuk terus ditingkatkan.

  9. Anak kami mulai menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berbicara, terutama ketika mengungkapkan diri. Terima kasih atas bimbingan Ibu Guru.

  10. Beberapa bulan terakhir, kami senang melihat anak kami (nama anak) semakin terampil dalam keterampilan motorik kasar dan halusnya. Sekarang (nama anak) sudah bisa melompat dengan baik. Terima kasih atas bimbingan Ibu Guru.

  11. Terima kasih atas bimbingan Ibu Guru yang membuat anak kami (nama anak) semakin terampil dalam berbahasa. Kami akan terus mendukungnya.

  12. Anak kami (nama anak) semakin menunjukkan kemampuan kreatifnya, terutama dalam kegiatan seni. Ini merupakan hal yang bagus untuk terus dikembangkan.

  13. Kami melihat anak kami (nama anak) semakin mampu berkonsentrasi dan fokus dalam aktivitasnya, terutama ketika belajar. Terima kasih atas bimbingan Ibu Guru.

  14. Kami melihat adanya peningkatan dalam kemampuan anak kami (nama anak) untuk berpikir secara logis. Sekarang anak kami sudah mampu membedakan mana hal-hal yang disukainya dan yang merugikan untuknya.

  15. Terima kasih karena anak kami (nama anak) sekarang lebih percaya diri dan mau berinteraksi dengan teman-temannya meskipun masih selektif dalam memilih teman. Ini membuat kami senang.

  16. Terima kasih atas didikan Ibu Guru dalam pengajaran huruf pada (nama anak). Anak kami sekarang dapat mengenai huruf A-Z dan lebih terampil dalam menulis dengan rapi.

  17. Terima kasih atas bimbingan yang membuat anak kami (nama anak) semakin disiplin dan bersemangat bersekolah. Kami mengapresiasi motivasi yang diberikan oleh Ibu Guru.

  18. Terima kasih kepada Ibu Guru karena sekarang anak kami (nama anak) lebih tenang dan teliti saat mengerjakan sesuatu, seperti mewarnai dan menulis.

  19. Kami melihat perkembangan yang signifikan dalam hal kepercayaan diri (nama anak). Setelah anak kami berani tampil di depan kelas karena memenangkan lomba mewarnai di kelas, ia menjadi lebih percaya diri dan termotivasi untuk melakukan sesuatu.

  20. Anak kami sudah mengenal angka dan huruf A-Z. Kami akan memperhatikan kemampuan mengeja dan memberikan alat bantu yang menarik perhatiannya.

  21. Kami mengapresiasi usaha dalam memotivasi anak kami untuk lebih antusias berangkat ke sekolah. Saya melihat bahwa semester ini, (nama anak) semakin giat untuk pergi ke sekolah pagi-pagi dan bersosialisasi dengan teman-temannya.

  22. Anak kami (nama anak) sekarang sudah tidak lagi cengeng dan pemalu, bisa berteman dengan baik dan bermain bersama teman-teman sekelasnya.

  23. Terima kasih atas panduan yang diberikan Ibu Guru. Anak kami (nama anak) mengalami kesulitan dalam pelajaran matematika dan kami akan memberikan les tambahan untuk membantunya.

  24. Meskipun (nama anak) telah berkembang, ada beberapa bidang yang masih perlu mendapat perhatian lebih, seperti kemandirian. Kami ingin (nama anak) melakukan tugas sehari-hari dengan lebih mandiri, seperti persiapan sekolah.

  25. Anak kami (nama anak) sekarang mampu bersosialisasi dengan teman-temannya dan tidak lagi malu-malu untuk berkenalan dengan teman baru. Namun, kami juga ingin membantunya meningkatkan fokus dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

  26. Untuk mengembangkan kemandirian, kami akan memberi (nama anak) lebih banyak tanggung jawab di rumah, seperti persiapan pakaian sekolah. Kami juga akan mencari kegiatan atau permainan yang dapat meningkatkan fokus dan konsentrasinya.

  27. Anak kami (nama anak) telah menunjukkan perkembangan yang membanggakan dalam berbagai bidang, terutama membaca. (nama anak) kini sering meminta kami untuk membelikan buku cerita anak-anak yang bisa dibacanya setiap hari.

  28. Terima kasih Ibu Guru atas bimbingannya. Dalam beberapa bulan terakhir, anak kami (nama anak) menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan berbahasanya. Dia mulai bisa menggabungkan beberapa yang berbeda untuk membentuk kalimat.

  29. Terima kasih banyak atas bantuan Ibu Guru. Saat ini, (nama anak) telah mengatasi sifat pemalu yang dahulu dialaminya ketika bertemu orang baru. Dia sekarang lebih mampu bersosialisasi tanpa rasa malu dan takut, meskipun masih sedikit selektif.

  30. Anak kami (nama anak) sekarang mulai terbiasa merapikan barang bawaannya di sekolah. Sebelumnya, anak kami tidak terlalu peduli soal kerapian. Namun, sejak melihat temannya yang suka merapikan barang bawaan di sekolah, (nama anak) menjadi termotivasi untuk melakukan hal yang sama.

(SFR)