30 Kata-Kata Bijak Paus Fransiskus untuk Direnungi Umat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kabar berpulangnya Paus Fransiskus pada Senin, 21 April 2025, menyisakan duka mendalam bagi dunia. Bukan hanya umat Katolik yang merasa kehilangan sosok pemimpin Gereja Katolik Roma itu, tapi juga masyarakat umum.
Selama ini, Fransiskus memang dikenal sebagai sosok yang penuh kasih, terutama pada orang-orang miskin dan terpinggirkan. Ia mengajarkan nilai-nilai kesetiaan, keberanian, kesederhanaan, peduli lingkungan, serta toleransi yang tak pandang bulu.
Kini, raganya memang sudah tak bersama umat lagi, tapi warisan kata-kata bijaknya dapat menjadi penuntun kehidupan bagi banyak orang. Simak kumpulan kata-kata bijak Paus Fransiskus di bawah ini.
Kata-Kata Bijak Paus Fransiskus
Dirangkum dari laman Reuters, PBS News, dan Churchpop, berikut sejumlah kata-kata bijak yang pernah disampaikan Paus Fransiskus:
“Kasih Yesus mendahului kita, pandangan-Nya mengantisipasi kebutuhan kita. Ia dapat melihat melampaui penampilan, melampaui dosa, melampaui kegagalan dan ketidaklayakan. Ia melihat melampaui kedudukan kita dalam masyarakat. Ia melihat melampaui ini, menuju martabat kita sebagai putra dan putri, martabat yang terkadang ternoda oleh dosa. Ia datang justru untuk mencari semua orang yang merasa tidak layak bagi Tuhan, tidak layak bagi orang lain.”
"Sentuhan belas kasih mengubah segalanya. Itu adalah perasaan paling mendalam yang dapat kita miliki: Belas kasih mengubah dunia."
“Kita adalah saudara.”
“Ekaristi bukanlah hadiah bagi mereka yang sempurna, tetapi obat mujarab dan makanan bagi mereka yang lemah.”
"Anak-anak muda terkasih, jangan takut membuat keputusan yang menentukan dalam hidup. Percayalah, Tuhan tidak akan meninggalkanmu!”
“Setiap langkah, setiap usaha, setiap ujian, setiap kejatuhan, dan setiap pemulihan memiliki makna dalam rancangan keselamatan Tuhan, karena Dia menginginkan kehidupan bukan kematian, dan sukacita bukan penderitaan bagi umat-Nya.”
“Siapakah aku untuk menghakimi?”
“Kami menyadari bahwa kami berada di perahu yang sama, kita semua rapuh dan bingung, tetapi pada saat yang sama, penting dan dibutuhkan, kita semua dipanggil untuk mendayung bersama, masing-masing kita perlu saling menghibur.”
"Panggilan mengalir dari hati Tuhan dan bersemi di tanah yang subur milik umat beriman."
“Tidak ada seorang pun yang dapat berkembang jika ia tidak menerima kekecilannya.”
"Janganlah melunturkan iman Anda kepada Yesus Kristus. Iman itu utuh dan menyeluruh, bukan sesuatu yang dapat Anda lunturkan. Itu adalah iman kepada Yesus. Itu adalah iman kepada Anak Allah yang menjadi manusia, yang mengasihi saya dan yang mati untuk saya."
"Belas kasih: jembatan yang menghubungkan Tuhan dan manusia, membuka hati kita terhadap harapan untuk dicintai selamanya meskipun kita berdosa.”
"Yesus terus mengetuk pintu kita melalui wajah saudara-saudari kita, melalui wajah tetangga kita, melalui wajah orang-orang di sekitar kita.”
“Iblis tetap ada bahkan di abad ke-21 dan kita tidak boleh naif. Kita harus belajar dari Injil bagaimana cara melawannya.”
"Kamar pengakuan dosa bukanlah ruang penyiksaan, melainkan tempat pertemuan dengan belas kasihan Tuhan.”
“Iman membuat kita terbuka terhadap kehadiran Tuhan yang tenang di setiap momen kehidupan kita, dalam setiap orang dan dalam setiap situasi.”
"Kegembiraan muncul dari hati yang bersyukur."
"Kerakusan yang tak terbatas pada kekuasaan maupun materi mengarah pada penyalahgunaan sumber daya alam yang tersedia, dan mengesampingkan kelompok lemah serta kurang beruntung."
"Permusuhan, ekstremisme, dan kekerasan tidak lahir dari hati yang religius: semuanya adalah pengkhianatan terhadap agama."
"Tolong hentikan serangan dan persenjataan, karena harus dipahami bahwa terorisme dan perang tidak membawa solusi, tetapi hanya membawa kematian dan penderitaan bagi banyak nyawa yang tidak bersalah. Perang adalah kekalahan, setiap perang adalah kekalahan.”
"Adalah kekerasan saat membangun tembok dan penghalang untuk menghentikan mereka yang mencari tempat damai."
"Adalah suatu kemunafikan untuk menyebut diri Anda seorang Kristen dan mengusir pengungsi atau seseorang yang mencari pertolongan, seseorang yang lapar atau haus, mengusir seseorang yang membutuhkan pertolongan.”
"Liberalisme (ekonomi) yang tak terkendali hanya membuat yang kuat semakin kuat dan yang lemah semakin lemah, dan meniadakan yang paling terpinggirkan.”
"Perjuangan untuk hak-hak perempuan adalah perjuangan yang berkelanjutan. Kita harus terus berjuang untuk ini karena perempuan adalah anugerah. Tuhan tidak menciptakan laki-laki lalu memberinya anjing peliharaan untuk diajak bermain. Dia menciptakan keduanya setara, laki-laki dan perempuan. Masyarakat yang tidak mampu (memberikan kesempatan kepada perempuan untuk memiliki peran yang lebih besar) tidak akan maju.”
“Oh, betapa saya menginginkan Gereja yang miskin, dan untuk orang miskin.”
"Kemunafikan para pria dan wanita yang telah ditahbiskan, yang mengucapkan kaul kemiskinan, tetapi hidup seperti orang kaya, melukai jiwa umat beriman dan merugikan gereja."
"Mereka yang dalam kehidupannya mengikuti jalan kejahatan ini, seperti yang dilakukan para Mafiosi, tidak berada dalam persekutuan dengan Tuhan. Mereka dikucilkan."
“Tuhan tidak pernah lelah mengampuni kita; kita sendirilah yang lelah mencari belas kasihan-Nya.”
“Sekalipun hidup seseorang penuh bencana, sekalipun hancur karena kejahatan, narkoba, atau apa pun, Tuhan tetap ada dalam hidup orang tersebut. Anda bisa, Anda harus berusaha mencari Tuhan dalam setiap kehidupan manusia. Meskipun hidup seseorang penuh duri dan rumput liar, selalu ada tempat di mana benih yang baik dapat tumbuh. Anda harus percaya kepada Tuhan.”
“Kasih sayang akan selalu lebih besar dari dosa apa pun, tidak ada seorangpun yang dapat membatasi kasih Tuhan yang Maha Pengampun.”
Baca Juga: Konklaf Pemilihan Paus Baru Dimulai 15–20 Hari Setelah Wafatnya Paus Fransiskus
(DEL)
