4 Cara Menghadapi Orang Sakaratul Maut Menurut Ajaran Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebelum merasakan kematian, setiap manusia akan mengalami sakratul maut. Apa yang dimaksud sakaratul maut dan bagaimana cara menghadapi orang sakaratul maut?
Mengutip website resmi Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam (DPPAI), secara etimologis kata sakaratul maut berasal dari bahasa arab, yaitu sakarat dan maut. Sakarat dapat diartikan dengan mabuk sedangkan maut berarti kematian. Dengan demikian, sakaratul maut berarti orang yang sedang dimabuk dengan masa-masa kematiannya.
Allah SWT telah menyampaikan tentang dahsyatnya sakaratul maut dalam Alquran surat Al Qaaf ayat 19 yang berbunyi:
: ٌِ َه َِب ُوٕ َذ َٰ َر ِۖ َذ ك ۡ ٱٌ ِ َّۡٛ ِد ث ۡ ٱٌ َشحُ َء ۡد َعىۡ ِذ١ُ ذ َٚ َجبٓ ُٗ رَ ۡ ِِٕ
Artinya : “Dan datanglah sakratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.”
Cara Menghadapi Orang Sakaratul Maut
Kematian pasti menghampiri semua manusia, baik tua ataupun muda tanpa diketahui waktunya. Oleh sebab itu dianjurkan untuk setiap umat Islam agar senantiasa terbiasa dalam mengingat kematian.
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut.
أَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
Artinya: “Perbanyaklah oleh kalian mengingat pemutus kenikmatan (kematian).” (HR. Ibnu Hiban).
Sebelum kematian menghampiri, kita akan menghadapi yang namanya sakaratul maut. Dalam hal ini, Dr. Musthafa Al-Khin melalui kitab karangannya yang berjudul Al-Fiqhul Manhaji menjelaskan, ada empat hal yang perlu dilakukan seseorang terhadap anggota keluarga yang sedang mengalami sakaratul maut.
1. Menghadapkan Orang Tersebut ke Arah Kiblat
Miringkan orang tersebut ke sisi badan sebelah kanan untuk menghadapkan wajahnya ke arah kiblat. Bila hal ini susah dilakukan, telentangkan dia dengan posisi kepala sedikit diangkat sehingga wajahnya menghadap ke arah kiblat. Demikian pula kedua ujung kakinya juga disunahkan untuk dihadapkan ke arah kiblat.
2. Membacakan Talqin
Ketika seseorang sedang mengalamai sakaratul maut maka kita disunahkan untuk menalqinnya. Bacakan ia kalimat syahadat “la ilaha illa Allah” dengan suara yang lembut.
Menurut pendapat para ulama Ahli Fiqh kita dianjurkan untuk membacakan kalimat syahadat di telinganya saja tanpa harus memintanya untuk melafazkan hal yang sama. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ
Artinya: “Ajarilah orang yang mau meninggal di antara kalian dengan kalimat la ilaha illa Allah.”
3. Membacakan Surat Yasin
Disunahkan untuk membacakan surat Yasin di dekat orang yang sedang sakaratul maut. Ini berdasarkan sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ibnu Hiban:
اقرؤوا عَلَى مَوْتَاكُمْ يس
Artinya: “Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang sedang sekarat di antara kalian.”
4. Mengajaknya Berbaik Sangka Kepada Allah
Orang yang tengah dalam keadaan sakit dan sudah merasakan tanda-tanda kematian dianjurkan untuk berbaik sangka (husnul dhan) kepada Allah SWT. Dalam keadaan seperti ini hal terbaik yang perlu dilakukan adalah membuang jauh-jauh bayangan dosa dan kemaksiatan yang telah diperbuat selama di dunia. Justru dianjurkan untuk membayangkan bahwa Allah SWT akan menerima dan mengampuni semua dosa-dosanya.
Dalam sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim Allah berfirman:
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
Artinya: “Aku bersama prasangka hamba-Ku kepadaku.”
Dengan melakukan keempat hal ini diharapkan orang yang sedang mengalami sakaratul maut bisa menjadi orang yang husnul khotimah. Dan semoga semua umat Muslim termasuk orang yang husnul khotimah. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.
(NDA)
