Konten dari Pengguna

4 Cara Menghitung Masa Subur Wanita Agar Cepat Hamil

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghitung masa subur. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghitung masa subur. Foto: Shutterstock

Keturunan memang menjadi rahasia Tuhan. Pasangan suami istri tidak tahu kapan tepatnya mereka diberi kepercayaan untuk memiliki anak. Meski begitu, tidak ada salahnya jika pasangan suami istri mengikuti program kehamilan alias promil demi cepat mendapatkan momongan.

Salah satu caranya adalah dengan menghitung masa subur. Apa itu masa subur?

Melansir Your Fertility, masa subur adalah hari yang termasuk dalam siklus menstruasi pada wanita yang memungkinkan terjadinya kehamilan. Pada wanita, masa subur ini terjadi di sekitar waktu ovulasi.

Ovulasi adalah saat sel telur yang telah matang dilepaskan dari ovarium. Telur kemudian bergerak ke bawah tuba falopi untuk dibuahi.

Jika sperma berada di tuba falopi saat sel telur dilepaskan, ada kemungkinan sel telur akan dibuahi sehingga menyebabkan terjadinya kehamilan. Artinya, jika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa suburnya, kehamilan akan mungkin terjadi.

Ovulasi terjadi sekitar 12-14 hari sebelum hari pertama menstruasi selanjutnya. Namun, hal ini bergantung pada siklus menstruasi setiap wanita yang berbeda-beda. Jika siklus menstruasinya pendek, ovulasi dapat terjadi beberapa hari setelah menstruasi berakhir.

Perlu diingat bahwa sel telur harus cepat dibuahi karena hanya bertahan selama 12-24 jam setelah ovulasi. Karena itu, penting untuk setiap wanita untuk mengetahui siklus menstruasinya agar dapat memperkirakan waktu ovulasi.

Lantas, bagaimana cara menghitung masa subur? Sebenarnya, perkembangan teknologi memungkinkan penghitungan masa subur ini dilakukan dengan mudah melalui berbagai aplikasi maupun website.

Namun, mengutip jurnal Aplikasi Penghitung Masa Subur Berbasis Android oleh Siti Fajariatul Atika dkk, terdapat 4 cara lain yang dapat dilakukan untuk menghitung masa subur.

Ilustrasi kehamilan. Foto: Shutterstock

Sistem Kalender

Cara ini dilakukan dengan menghitung siklus menstruasi, di mana hari pertama menstruasi dihitung sebagai siklus menstruasi hari ke-1. Sementara, lamanya siklus menstruasi dimulai dari hari ke-1 sampai menstruasi berikutnya.

Untuk menghitungnya, dilakukan sesuai dengan berapa lama siklus menstruasinya, yaitu sebagai berikut.

  • Siklus menstruasi 28 hari. Pada siklus ini, ovulasi akan terjadi pada hari ke-14, dan masa subur adalah 2-3 hari sebelum hingga sesudah ovulasi. Jadi, masa subur pada siklus ini terjadi antara hari ke-11 hingga ke-17.

  • Siklus menstruasi 35 hari. Ovulasi terjadi pada hari ke-21. Jika siklus menstruasi pendek, maka ovulasi juga akan semakin cepat.

  • Siklus menstruasi tidak teratur. Untuk siklus seperti ini, sebaiknya ada catatan siklus selama minimal 6 bulan (6 siklus) untuk mengetahui siklus terpanjang dan siklus terpendeknya. Namun, masa subur pada siklus seperti ini dapat dihitung dengan mengurangi angka siklus terpanjang dengan 11 hari dan angka siklus terpendek dengan 18 hari. Misalnya, siklus terpanjang terjadi selama 30 hari, maka kurangi angka tersebut dengan 11, yaitu 19. Angka tersebut adalah hari terakhir paling subur.

Adanya Lendir di Leher Rahim

Masa subur juga bisa diketahui dengan memeriksa getah lendir di mulut rahim (serviks). Lendir yang keluar dari mulut rahim dapat memiliki konsistensi encer yang menunjukkan perubahan kadar hormon esterogen untuk menandakan apakah ovulasi segera terjadi. Pada masa subur, lendir akan berwarna bening, licin, dan elastis.

Ukur Suhu Tubuh

Ukur suhu tubuh pada pagi hari setelah bangun tidur sebelum melakukan aktivitas apapun, kemudian masukan termometer ke dalam dubur atau mulut vagina selama 5-6 menit. Tutup kembali mulut vagina selama pengukuran berlangsung, lakukan hal ini setiap hari selama 3 bulan.

Jika suhu tubuh berada sedikit di atas suhu normal (35,5 °C – 36 °C), dapat dipastikan ovulasi sedang terjadi. Kenaikan suhu tubuh terjadi apabila sudah terbentuknya progesteron yang bertugas menyiapkan jaringan dalam rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi.

Menggunakan Alat Tes Ovulasi (Ovulation Prediction Kit/OPK)

Cara ini menjadi pilihan yang paling praktis untuk mengetahui masa subur. Alat ini mirip dengan test pack atau alat pendeteksi kehamilan. Cara penggunaannya pun sama seperti menggunakan test pack yaitu dengan meneteskan atau mencelupkan alat dengan air seni. Masa subur akan terdeteksi dengan adanya dua garis pada indikator alat tersebut.

(ADS)