4 Contoh Sikap yang Menunjukkan Sila Pertama Pancasila

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pancasila merupakan ideologi atau dasar falsafah negara Indonesia. Nilai-nilai yang dimuat dalam Pancasila menjadi penopang sekaligus pedoman hidup masyarakat Indonesia untuk menjalani kehidupan.
Pancasila sendiri diambil dari bahasa Sansekerta, di mana panca berarti lima dan sila artinya prinsip atau asas. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara dilakukan pada sidang PPKI I, 18 Agustus 1945.
Salah satu sila yang dimuat dalam Pancasila adalah Ketuhanan yang Maha Esa. Sila pertama itu memiliki arti bahwa kita sebagai bangsa Indonesia harus mengakui keberadaan Tuhan, Sang Pencipta. Seluruh masyarakat harus memegang kepercayaan pada Tuhan melalui agamanya masing-masing.
Cerminan sila pertama dapat dilihat dari sikap dan tindakan kita. Lantas, apa saja contoh sikap yang menunjukkan sila pertama dalam kehidupan sehari-hari? Simak ulasannya berikut.
Meyakini Tuhan Yang Maha Esa
Menolak keberadaan Tuhan berarti melanggar sila pertama dalam Pancasila. Untuk itu, kita perlu meyakini dan mengakui keberadaan Tuhan dengan mempercayai adanya agama. Dengan begitu, kita dapat menjalani kehidupan dengan tujuan yang jelas.
Memeluk Agama
Selain percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, kita juga harus memeluk agama. Ada enam agama yang diakui di Indonesia, yakni Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu. Dari enam agama tersebut, kita harus memeluk salah satunya dan menjadikannya sebagai identitas.
Toleransi Terhadap Agama Lain
Keberagaman agama yang ada di Indonesia harus dijalani dengan penuh toleransi. Kita harus menghormati pemeluk agama lain dan menghargai perayaan hari besar mereka. Selain itu, kita juga tidak boleh memaksakan orang lain untuk menganut agama tertentu.
Menjalankan Ibadah
Sila pertama dapat tercermin dalam kehidupan ibadah kita. Penting bagi masyarakat untuk taat, tekun, dan sungguh-sungguh beribadah. Lalu, kita juga harus menghindari hal-hal yang dilarang oleh agama.
(GTT)
